Gedung Kebangkitan Nasional

No. Regnas CB CB.7
SK Penetapan
No SK : 252/M/2013
Tanggal SK : 27 Desember 2013
Tingkat SK : Menteri
No SK : 0578/U/1983
Tanggal SK : 12 Desember 1983
Tingkat SK : Menteri
Peringkat Cagar Budaya Nasional
Jenis Cagar Budaya Bangunan
Nama Cagar Budaya Gedung Kebangkitan Nasional
Keberadaan Provinsi : Dki Jakarta
Kabupaten / Kota : Kota Adm. Jakarta Pusat

Sejarah Gedung Kebangkitan Nasional Gedung Kebangkitan Nasional dibangun tahun 1899 dan selesai pada tahun 1902, diberi nama School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) yaitu sekolah pendidikan kedokteran bagi pribumi sampai dengan tahun 1925.

Di sekolah kedokteran inilah tanggal 20 Mei 1908, Organisasi Boedi Oetomo didirikan oleh R. Soetomo dan kawan-kawan yang terinspirasi oleh pemikiran dr. Wahidin Soedirohoesodo untuk membantu anak-anak Jawa bersekolah.

Pendirian Boedi Utomo memberikan inspirasi bagi Mas Satiman Wirjosandjojo untuk mendirikan organisasi pemuda pertama Bumiputera Tri Koro Darmo tahun 1915 yang kemudian tahun 1917 menjadi Jong Java.
Tahun 1926 Gedung STOVIA digunakan untuk sekolah Algemene Middelbaar School (AMS) dan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (Mulo) sampai tahun 1942, kemudian sampai dengan tahun 1945 gedung ini digunakan oleh Jepang sebagai kamp tahanan eks tentara Belanda.

Sejak kemerdekaan Republik Indonesia (1945) sampai dengan tahun 1973 gedung ini dihuni oleh eks tentara Koninklijk Nederlands Indische Leger (KNIL) Batalyon V.

Tahun 1972, Gedung STOVIA ditetapkan sebagai Cagar Sejarah berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta tertanggal 10 Januari 1972 No. Cb. 11/1/12/1972 tentang Pengamanan Terhadap Bangunan-Bangunan Bersejarah Di Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Tahun 1973 dilakukan pemugaran oleh Pemerintah Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Tahun 1974 diresmikan menjadi Gedung Kebangkitan Nasional oleh Presiden Soeharto.

Tanggal 27 September 1982, pengelolaan Gedung Kebangkitan Nasional diserahkan oleh Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Tahun 1983, Gedung Kebangkitan Nasional ditetapkan sebagai Cagar Budaya yang dilindungi Monumenten Ordonantie, Staatsblad Tahun 1931 Nomor 238 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. 0578/U/1983 tentang Penetapan Bangunan Bersejarah Gedung Kebangkitan Nasional.

Tahun 1984 ditetapkan sebagai Museum Kebangkitan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 030/0/1984 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Kebangkitan Nasional.

Tahun 1993, Keputusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor : 475 Tahun 1993 tentang Penetapan Bangunan-Bangunan Bersejarah Di Daerah Khusus Ibukota Jakarta Sebagai Benda Cagar Budaya.

Gedung Kebangkitan Nasional berarsiktektur Neo Renaissance yang mulai populer pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Gedung ini dirancang dan dibangun oleh tentara Zeni angkatan darat Hindia Belanda tahun 1899 untuk Sekolah Dokter Jawa.

Dalam buku Ontwikkeling van het Geneeskundig Onderwijs te Weltevreden 1851 – 1926 ( A de Waart, 1926 ) halaman 96 termuat denah tentang gedung STOVIA yang berbentuk persegi empat tidak beraturan. Denah tersebut menunjukkan bahwa di bagian depan atau timur terdapat ruang poliklinik, kantor dan kelas terbuka. Ketiga sisi lainnya terdapat ruang asrama yang merupakan bangsal tidur panjang yang tidak disekat. Sebuah taman terbuka dikelilingi oleh bangunan gedung STOVIA itu. Sebuah bangunan yang cukup besar di tengah taman terbuka yang memanjang dari utara ke selatan. Bangunan itu merupakan ruang rekreasi bagi pelajar. Pada sayap bangunan sisi utara dan selatan merupakan kamar untuk pelajar tingkat atas.

Di bagian utara halaman dalam, terdapat sebuah gedung yang lebih kecil yang berfungsi sebagai ruang ceramah dan ruang laboratorium fisika dan kimia. Di bagian selatan halaman dalam, terdapat satu bangunan yang berfungsi sebagai ruang untuk kegiatan senam, di sampingnya terdapat ruang dapur. Berdasarkan ornamennya dan tidak terdapatnya bangunan pada denah lama STOVIA dapat disimpulkan bahwa bangunan itu merupakan tambahan.