Prasasti Saruaso I

No. Regnas CB CB.347
SK Penetapan
No SK : PM.05/PW.007/MKP/2010
Tanggal SK : 8 Januari 2010
Tingkat SK : Menteri
Peringkat Cagar Budaya -
Jenis Cagar Budaya Benda
Nama Cagar Budaya Prasasti Saruaso I
Keberadaan Provinsi : Sumatera Barat
Kabupaten / Kota : Kabupaten Tanah Datar

Prasasti Saruaso I merupakan salah satu prasasti yang dikeluarkan oleh Raja Adityawarman yang berangka tahun 1297 Åž atau 1375 M. Prasasti ini berisi upacara Pentasbihan Raja Adityawarman sebagai seorang penganut Buddha Mahayana sekte Bairawa sebagai wisesa dharani (salah satu perwujudan Buddha) di kuburan yang disebut surawasan atau sekarang menjadi Saruaso.

Prasasti ini ditemukan di Desa Saruaso, Kec. Tanjung Emas, Kab. Tanah Datar, Sumatra Barat. Kini disimpan di Desa Saruaso pada sebuah cungkup, No.Inv. 33/BCB-TB/SMB. Prasasti terbuat dari batu andesit warna hitam dengan ukuran tinggi 75 cm dan panjang 133 cm dan lebar 110 cm (Utomo, 2007: 79-80). Secara keseluruhan prasasti dalam kondisi cukup baik. Prasasti ini menggunakan bahasa Sansekerta dan Melayu Kuna yang ditulis empat baris pada ke dua sisinya dengan memakai aksara pasca Pallava.
Benda yang terdapat di dalam bangunan cungkup ini ada tiga batu besar, diantaranya batu dakon, batu gilingan dan batu prasasti. Prasasti Saruaso I terletak di pinggir jalan Raya Batusangkar-Saruaso. Prasasti ini masih in situ (masih tetap berada di tempat aslinya) bersama dengan artefak kecil lainnya dan sekarang telah diberi cungkup pelindung. Prasasti Saruaso I ditulis dengan huruf Jawa Kuno dan berbahasa Sanskerta. Prasasti ini dipahatkan pada sebuah batu pasir kwarsa warna coklat keputihan. Tulisan prasasti digoreskan pada kedua sisi samping utara (arah depan) dan timur batu yang mempunyai dataran halus. Adapun pada bagian atasnya sepertinya tidak diperhalus dan dibiarkan alamiah. Tulisan dimulai dari arah timur kemudian melingkar ke depan dan kembali ke baris kedua arah timur, dan demikian seterusnya.
Prasasti Saruaso I merupakan salah satu prasasti yang dikeluarkan oleh Raja Adityawarman yang berangka tahun 1297 Ş atau 1375 M. Prasasti ini berisi upacara pentasbihan Raja Adityawarman sebagai seorang penganut Buddha Mahayana sekte Bairawa sebagai wisesa dharani (salah satu perwujudan Buddha) di kuburan yang disebut surawasan atau sekarang menjadi Saruaso.

Alihaksara:
1) subhamastu ||0|| bhuh kamne nava darssane aka gate j(y)este sasi maṅgale, sukle sasti tithir nrpotta
2) magunerradityavarmma nrpah ksetra ñah racite bi seṣa dharaṇī namna suravaśavan haśa
3) no nrpa asanottamasada khadyam pivantisabha ||0|| puṣpako ṭi sahasrani
4) tesaṅ gandhamrthak prthak adittavarmma bhupala hema gandho samo bhavet ||0|| (Kusumadewi, 2012)
Terjemahan:
I. Pada tahun Śaka (1) bumi, (2) telinga, Sembilan, (6) sistem filosofi, pada paruh terang bulan bulan Jyestha, Minggu -Selasa, tanggal 6, Adityavarman (diberkahi) dengan segala kualitas seorang raja yang sempurna,......, memegang Surāvāsa......
II. Ribuan rangkaian bunga, yang menghasilkan aroma masing-masing, semoga Adityavarman kaya akan wangian tersebut! (Kusumadewi, 2012)
Secara ringkas sekarang isi prasasti ini adalah :
Pada tahun Saka 1296 Raja Adityawarman ditasbihkan sebagai ksetrajna dengan nama Wisesadharani menurut aturan sekte agama Budha di suatu tempat bernama Saruaso.

Peta Tidak Tersedia