Prasasti Rambatan

No. Regnas CB CB.316
SK Penetapan
No SK : PM.05/PW.007/MKP/2010
Tanggal SK : 8 Januari 2010
Tingkat SK : Menteri
Peringkat Cagar Budaya -
Jenis Cagar Budaya Benda
Nama Cagar Budaya Prasasti Rambatan
Keberadaan Provinsi : Sumatera Barat
Kabupaten / Kota : Kabupaten Tanah Datar

Prasasti Rambatan berangka tahun 1291 Åž (1369 M), merupakan peninggalan Raja Adityawarman yang berisi pemujaan (jejak) kaki dari Sang Buddha oleh para pengikutnya.

Prasasti Rambatan ini ditemukan tahun 1950 di Desa LimoSuku, Kepala Koto, Kecamatan Rambatan terdapat sebuah batu bersurat Adityawarman, yang disebut Prasasti Rambatan. Prasasti ini terbuat dari batu andesit dengan ukuran tinggi 85 cm dan lebar 125 cm dan tebal 12 cm (Utomo, 2007: 77). Karena jenis batunya, kondisi prasasti agak rusak sehingga menyulitkan untuk dibaca. Namun masih bisa diketahui bahwa prasasti ini memakai bahasa Sansekerta dan Melayu Kuno yang ditulis dalam aksara pasca Pallawa yang terdiri dari enam baris. Yang berangka tahun 1291 Saka atau 1370 Masehi.
Prasasti ini mempunyai ornamen di bagian atas tulisan berupa kepala kala dengan lidah yang menjulur panjang. Kepala kala ini menyerupai guci terbalik dengan kedua mata yang besar menonjol.Di permukaan prasasti ini terdapat gambar dua ekor ular yang saling membelit.
Pada prasasti tersebut terdapat jejak kaki Budha yang sekarang berada di desa Bodi, Rambatan, Kabupaten Tanah Datar. Tapak Budha disediakan Adityawarman sebagai tempat pemujaan bagi pengikut agama Budha. Adityawarman memerintah menterinya membuat cungkup untuk tempat berteduh bagi para peziarah Budha ke tempat itu.
Alihaksara :
1) Om subhamastu ||0|| candra dwara bhuja ratu jalasatamako gandha sa
2) le krsnaye .... sapurnne pa ....
3) ja nāma trayo °agatwa batapanthama gata janati trampampah
4) tra krama| purwwaśtha kusa ṇ a tmuha nrpapati °adityawarmma nrpah
5) sa rāja mantra jata nama dheyam... ha jaga ra danda sa...pajapa
6) sriyuga pada patmua yah wwahtamatajinapadam............. (Pembacaan sesuai dengan Boechari dalam Budi Istiawan, 2010: 37)
Terjemahan :
I. Pada tahun Śaka (1) bulan, (9) lubang, (2) lengan, (1) rupa (1291), pada paruh gelap bulan Kārttika dan pada tanggal 8, hari Senin, tempat perlindungan Buddha yang sangat indah dan penuh gemerlap telah selesai. Orang-orang yang datang kesini, telah datang kesini setelah menjelajah beberapa jalan, dan beristirahat meskipun beberapa saat. Raja Adityavarman, seorang raja yang dipenuhi kemilau, kelakuan baik, yang gigih dikehidupan lalu, :
II. .... pejabat raja,......bernama.......telah membuat sebuah serambi,...... yang sepasang kaki teratainya tidak tertandingi teratai lainnya,..... semuanya....., kaki Buddha. (Terjemahan A. Griffiths, belum diterbitkan).

Peta Tidak Tersedia