Masjid Raya Lima Kaum

No. Regnas CB CB.320
SK Penetapan
No SK : PM.05/PW.007/MKP/2010
Tanggal SK : 8 Januari 2010
Tingkat SK : Menteri
Peringkat Cagar Budaya -
Jenis Cagar Budaya Bangunan
Nama Cagar Budaya Masjid Raya Lima Kaum
Keberadaan Provinsi : Sumatera Barat
Kabupaten / Kota : Kabupaten Tanah Datar

Masjid ini dibangun tahun 1710 M dengan melibatkan beberapa Nagari di sekitar Lima Kaum. Pembangunan mesjid ini dikerjakan secara bergotong royong dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat tanpa kecuali, seperti ninik-mamak (pemangku adat), kaum cerdik pandai (intelektual), dan alim ulama (guru agama Islam). bahkan Datuk Bandaro Kuniang sebagai raja Nagari Lima Kaum menetapkan ketentuan, kepada siapa yang tidak ikut gotong royong sehari saja, akan diambil ternaknya untuk disembelih sebagai ganti atas ketidakhadirannya.

Masjid Raya Lima Kaum memiliki kolong dan bagian atap membentuk kerucut. Atap tumpang lima terbuat dari seng dengan puncak berbentuk segi delapan berjendela kaca (dua daun). Denah masjid berbentuk segi empat dengan pondasi dari beton, dinding dan lantai terbuat dari papan, tiang dari kayu ulin, dan jendela nako di semua sisi bangunan. Bangunan masjid dikelilingi oleh pagar besi dengan pondasi terbuat dari batu kali. Di sebelah utara dan selatan terdapat pintu gerbang terbuat dari beton cor dengan atap gonjong lima. Pada tiang terdapat hiasan kaligrafi “assalaamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh�, “Allah�, dan “Muhammad�. Gapura masjid di bagian selatan terdapat angka tahun pembuatan yaitu 6 Mei 1974, wakaf dari keluarga Dt. Kahondo Marajo.
Serambi terdapat di bagian depan (timur) dengan pondasi terbuat dari beton. Serambi berupa ruangan tertutup dengan dinding nako. Atap serambi dari seng berbentuk semi limas. Pintu masuk terdapat di bagian utara dan selatan. Di atasnya terdapat kubah/menara berbentuk segi delapan dengan jendela kaca (dua daun) disetiap sisinya. Atap menara berbentuk kubah. Kemuncak berbentuk susunan buah labu dan paling atas runsing (kerucut). Serambi juga difungsikan sebagai tempat belajar al-quran, dan tempat penitipan sandal.
Ruang utama, untuk masuk ke ruang utama masjid, dari serambi melewati pintu berelung dua, berhiaskan kaligrafi dan dan sulur. Pintu terbuat dari kerangka besi yang dapat dilipat menyamping ke kiri dan kanan. Ruang utama berlantai dan berdinding papan dengan jendela kaca nako terdapat di sisi-sisi dinding. Jendela nako masing-masing berjumlah 6 buah di bagian dinding utara dan selatan, dan 4 buah di sisi barat dan timur. Tiang bangunan berjumlah 66 buah terbuat dari kayu ulin berdiameter antara 23-45 cm dan satu tiang utama (tiang macu) berada di tengah-tengah dengan garis tengah ± 75 cm. Tiang utama ditutup dengan papan (tripleks) berbentuk segi delapan diameter 2.5 m berfungsi sebagai penutup tangga naik ke kubah/menara yang melingkar ke kiri pada tiang utama. Atap plafon terbuat dari papan kayu. Kubah/menara masjid berbentuk segi delapan dengan jendela (daun dua) di setiap sisinya. Atapnya berbentuk kerucut dan kemuncaknya terdiri dari susunan buah labu dan bulan sabit.

Peta Tidak Tersedia