Arca Bhairawa Koleksi Museum Nasional

No. Regnas CB CB.17
SK Penetapan
No SK : 024/M/2014
Tanggal SK : 17 Januari 2014
Tingkat SK : Menteri
Peringkat Cagar Budaya Nasional
Jenis Cagar Budaya Benda
Nama Cagar Budaya Arca Bhairawa Koleksi Museum Nasional
Keberadaan Provinsi : Dki Jakarta
Kabupaten / Kota : Kota Adm. Jakarta Pusat

Arca yang berasal dari abad XIV ini, ditemukan tahun 1935 di pinggir Sungai Batanghari, di kompleks percandian Padang Roco, Sungai Langsat, SUmatera Barat. Pada tahun 1935, arca yang dikaitkan dengan perwujudan Raja Adityawarman, dipindahkan oleh pemerintah Hindia Belanda ke Benteng De Kosck, di Bukittinggi. Pada tahun 1937, arca dipindahkan ke Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen di Batavia yang sekarang menjadi Museum Nasional. Arca ini menggambarkan raja Adityawarman yang menganut aliran Tantrayana dalam wujudnya sebagai Bhairawa pada abad XIV. Adityawarman adalah salah seorang pangeran dari Kerajaan Dharmasraya yang pernah mengabdi ke Majapahit sebagai wrddha-mantri dan setelah kembali ke Sumatera bagian barat menjadi penguasa di sana pada abad XIV. Tokoh Adityawarman disebut dalam kitab Nagarakrtagama serta dalam Prasasti Camundi tahun 1343, yang ditemukan di Kompleks Candi Singasari.

Arca ini merupakan contoh gaya seni arca Majapahit yang dibuat di Sumatera pada abad XIV. Arca terbuat dari batu andesit tunggal, berdiri di atas sebuah lapik berdenah persegi empat dari bahan yang sama.
Rambut arca ini ditata tinggi seperti mahkota (jatamakuta), menggunakan ikat kepala (jamang), dan di tengah rambut terdapat relief tokoh suci aksobhya. Ekspresi wajahnya menunjukkan amarah (ugra) dengan berkumis tebal, dan memiliki 2 (dua) taring pada rahang atas. Pada bagian belakang kepala terdapat lingkaran kedewaan (sirascakra).
Arca ini memakai kalung berukir di dada, memiliki dua tangan yang masing-masing mengenakan gelang pada bagian pergelangan dan kelat bahu pada lengan kanan. Tangan kanan memegang pisau, tangan kiri memegang mangkuk. Arca mengenakan kain bermotif tengkorak hingga lutut dan ikat pinggang berhias kepala kala dengan jumbai genta. Di bagian pinggang kanan arca ujung kain berbentuk pita yang menjuntai dari pinggang hingga betis. Arca Bhairawa berdiri di atas tubuh seorang manusia yang terbaring dengan kaki tertekuk ke bagian punggung. dan lapiknya berupa delapan tengkorak yang berjajar.
Sejak ditemukan, kondisi arca dalam keadaan rusak. Pada bagian wajah, kedua mata, hidung, pipi, bibir dan dagu aus. Bagian bawah lutut arca cekung karena pernah digunakan untuk mengasah peralatan. Sisi dasar sebelah kiri arca berlubang karena pernah digunakan sebagai lesung. Sandaran arca tinggal sebagian sebelah kanan.

Peta Tidak Tersedia