Naskah Nagarakertagama

No. Regnas CB CB.27
SK Penetapan
No SK : 280/M/2014
Tanggal SK : 13 Oktober 2014
Tingkat SK : Menteri
Peringkat Cagar Budaya Nasional
Jenis Cagar Budaya Benda
Nama Cagar Budaya Naskah Nagarakertagama
Keberadaan Provinsi : Dki Jakarta
Kabupaten / Kota : Kota Adm. Jakarta Pusat

Nama Nagarakertagamaditemukan oleh Dr. J.L.A. Brandes dalam kolofon yang terdapat sebagai tambahan pada naskah itu. Terdapat dua kolofon, yaitu kolofon pertama yang memuat nama “Nagarakertagama”, yang kemudian diputuskan oleh Brandes bahwa naskah tersebut bernama Nagarakertagama.Penyalin memberi nama Desawar?ana.Nama Desawar?ana sebagai nama kakawin ini dituliskan oleh Mpu Prapanca pada pupuh 94, bait ke-2, baris ke-3. Di situ disebutkan nama-nama desa secara terperinci dan dinamakan Desawar?ana. Pada salinan terakhir tercantum angka tahun 1287 Saka (1365 M).
Menurut H.I.R. Hinzker dan J. Schoterman (1979),Naskah Nagarakertagama pada pupuh 68, bait ke-1, terdapat bait yang terlewat.
Pada tahun 1979 H. I. R. Hinzler dan J. Schoterman menemukan dua naskah Nagarakertagama lain:
1. Di Griya Sidemen, Karangasem, Bali, terdiri atas 41 lempir(lembar)
2. Di Griya Pidada, Amlapura, Bali, terdiri atas 37 lempir (lembar)
Kedua naskah tersebut adalah naskah salinan (tinulad), yang menyajikan naskah Mpu Prapañca secara lengkap. Seperti diketahui, naskah yang ditemukan di Lombok ternyata pada pupuh 68, bait ke-1, baris ke-2-nya tidak tertulis. Dengan ditemukannya kedua naskah di atas, kekurangan pada pupuh 68, bait ke-1, baris ke-2 tersebut terlengkapi.
Pada baris yang hilang tersebut seharusnya tertulis“nguni saka yugadrinandana ngadeg sri janggaleng jiwana”yang artinya“dahulu pada tahun 974 Saka berkuasalah Raja Janggala di Jiwana”. Tahun 974 Saka berasal dari candrasengkalayugadrinandana yang artinya:yuga (4), adri (7), dan nanda (9) = 974 Saka (1052 M).
Naskah Nagarakertagama yang ditemukan di puri Cakranegara, Lombok direkomendasikan sebagai cagar budaya nasional atas dasar merupakan salinan (tinulad) tertua naskah Nagarakertagama.
Nagarakertagama merupakan sebuah naskah karya sastra Jawa Kuna berbentuk kakawin dari masa Majapahit yang ditulis oleh seorang pujangga yang bernama julukan Prapañca. Berdasarkan pupuh 94, bait 2 diketahui naskah ini selesai ditulis di Kamalasana padatanggal 15 (pur?nacandrama)bulan Aswayuja tahun Saka adri gajaryyama (1287) yang bertepatan dengan tanggal 30 September 1365. Naskah yang sampai kepada kita adalah naskah salinan (tinulad) yang dibuat pada hari Umanis-W?haspati(Kamis Legi)bulan Karttika tanggal 30 (karttikamasa ni pani?eman) tahun Saka pak?are?ö ghana dewa (1662) yang bertepatan dengan hari Kamis-Legi tanggal 20 Oktober 1740 (Damais, 1958: 58, 71). Naskah ini ditemukan oleh Dr. J.L.A. Brandes di puri Cakranegara, Lombok pada tanggal 18 November 1894 ketika pemerintah kolonial Belanda mengadakan ekspedisi militer ke Pulau Lombok (NBG, 1894). Dr. J.L.A. Brandes pada waktu itu diperbantukan pada staf pimpinan operasi militer dengan tujuan agar benda-benda budaya, khususnya yang berupa naskah-naskah lontar jangan sampai musnah. Pada waktu itu sudah diketahui bahwa naskah-naskah lontar yang terbaik banyak disimpan di perpustakaan-perpustakaan di Bali dan Lombok, yaitu di puri raja-raja, di rumah-rumah para bangsawan dan para pendeta (Pigeaud, 1960 I:XI). Naskah-naskah temuan dari puri Cakranegara ini kemudian dibawa ke Negeri Belanda dan disimpan di perpustakaan Universitas Leidentercatat sebagai Codex Orientalis (Cod. Or.) atauLegatum Orientalis (LOr.) 5023 dari Legatum Warnerianum (Pigeaud 1968 II: 254).
Pada tahun 2013, Nagarakertagamaditetapkan oleh UNESCO sebagai Memory of The World untuk kawasan Asia-Pasifik.

Naskah Kakawin Nagarakertagama merupakan bagian dari 11 naskah Jawa Kuna setebal 157 halaman lontar. Kesebelas naskah dalam kumpulan tersebut adalah: 1) Lubdhaka (Siwaratrikalpa), hlm. 1-28; 2) Kakawin Kuñjara Karna, hlm. 29-62; 3) Jinarti Prakerti, hlm. 63-67; 4) Kerta Samaya, hlm. 67b-91b; 5) Nagarakertagama, hlm. 92-135b; 6) Nirarta Prakerta, hlm. 137-144; 7) Sa?u Sekar, hlm. 144-153; 8) Aña? Nirartha, hlm. 153b-155a; 9) Lamba? Pu?pa, hlm. 155a-155b; 10) Añja-añja Sañcaya Turida, hlm. 155b-157a; 11) Añja-añja Su?sa?, belum selesai (Pigeaud, 1968 II:254).
Naskah Kakawin Nagarakertagama merupakan naskah ke-5 dalam kumpulan tersebut dan bernomor halaman 92-135 ditulis bolak-balik. Di perpustakaan Universitas Leiden kumpulan naskah yang terdiri dari 11 naskah tersebut. Setelah beberapa puluh tahun lamanya di Negeri Belanda, sekitar tahun 1975 atas permintaan Pemerintah RI naskah tersebut dikembalikan ke Indonesia dan kemudian disimpan di Perpustakaan Nasional RI. Kumpulan naskah ini di Perpustakaan Nasional RI tercatat dengan nomor inventaris NB 9 (Behrend, 1998: 296).
Saat ini Naskah Nagarakertagama disimpan di Perpustakaan Nasional dengan nomor inventaris NB 9. Naskah ditulis pada daun lontar (Borassus flabellifer), terdiri atas 44lembar (lempir). Setiap lembar memuat 4 (empat) baris tulisanberaksara Bali dandengan bahasa Jawa Kuno dalam bentuk kakawin. Penulis naskah ini adalah seorang pujangga yang menggunakan nama samaran Rakawi Prapañca (Mpu Prapañca) pada tahun 1365 M, dengan judul Desawar?ana yang artinya uraian tentang desa-desa. Naskah ini merupakan salinan (tinulad) yang paling tua.

Peta Tidak Tersedia