Candi Jabung

No. Regnas CB CB.426
SK Penetapan
No SK : 205/M/2016
Tanggal SK : 26 Agustus 2016
Tingkat SK : Menteri
No SK : 177/M/1998
Tanggal SK : 21 Juli 1998
Tingkat SK : Menteri
Peringkat Cagar Budaya Nasional
Jenis Cagar Budaya Bangunan
Nama Cagar Budaya Candi Jabung
Keberadaan Provinsi : Jawa Timur
Kabupaten / Kota : Kabupaten Probolinggo

Dalam kitab Nagarakertagama Candi Jabung disebutkan dengan nama Bajrajinaparamitapura. Suatu petunjuk bahwa candi ini berlatarbelakang aliran tantraisme dalam agama Buddha Mahayana.
Angka tahun 1276 Saka atau 1354 M berada dalam masa pemerintahan Hayam Wuruk (1351-1389 M). Dalam Nagarakrtagama disebutkan bahwa candi ini pernah dikunjungi Hayam Wuruk pada tahun 1359 M ketika ia sedang melakukan perjalanan ke Lumajang.

Bangunan Cagar Budaya Candi Jabung terdiri atas tiga bagian candi yaitu kaki, tubuh, dan atap candi. Kaki candi bertingkat tiga dan tubuh candi berada pada tingkat teratas dari kaki candi. Candi menghadap ke barat dan pada sisi barat terdapat tangga. Bagian sebelah barat kaki terdapat penampil tempat kedudukan tangga menuju ke tubuh candi. Pada ketiga sisi kaki candi penampilnya hanya berupa tonjolan yang tidak terlalu menjorok. Bentuk Candi Jabung mencerminkan konsep caitya dalam bangunan suci Agama Buddha
a. Kaki
Pada kaki candi tingkat pertama terdapat hiasan medalion, pilaster berhias motif binatang, dan motif daun menghias bingkai candi. Pada kaki teras ketiga terdapat relief cerita Sri Tanjung yang menggambarkan figur seorang perempuan sedang naik seekor ikan. Kisah Sri Tanjung bernuansakan Hindu-Saiwa, karena adanya peran Ra Nini atau Dewi Uma.
b. Tubuh
Keunikan Candi Jabung terletak pada tubuh candi yang berbentuk silinder dengan pintu di sebelah barat. Kepala kala di atas bingkai pintu dihubungkan dengan sepasang naga (kala-naga) di bagian bawah. Di ambang pintu terdapat angka tahun 1276 saka/1354 masehi. Buddha menghias tubuh candi. Ruang candi (garbgraha) berbentuk bujur sangkar, permukaan lantai candi lebih rendah dibandingkan pintu masuk.
c. Atap
Berdasarkan sisa-sisa bagian atap candi yang sudah rusak, atap Candi Jabung kemungkinan besar berbentuk stupa, namun yang tersisa hanya bagian anda saja.
Candi Jabung bernafaskan agama Buddha Mahayana. Walaupun tidak ada inskripsi yang menyebutkan tetapi dari ciri-ciri candi jelas sifat keagamaan tersebut. Dalam Kitab Pararaton terdapat beberapa candi antara lain terdapat nama Bajrajnaparamitapura. Dalam Nagarakrtagama pupuh dikatakan dalam perjalanannya Hayam Wuruk melalui Jabung. Diperkirakan pendharmaan Rajasanagara (Hayam Wuruk) (Kempers, 1959:88).
Candi Jabung memiliki keistimewaan yaitu merupakan satu-satunya bangunan candi zaman Majapahit yang tubuhnya berbentuk silindris yang pada beberapa sisinya diperkuat dengan pilaster sebagai paduraksa. Atap candi juga berbentuk lengkung yang sangat mungkin dasar stupa. Jadi berdasarkan arsitekturnya candi tersebut bernafaskan Buddha.
Di sekeliling Candi Jabung terdapat pagar keliling. Di bagian sudut-sudutnya terdapat miniatur candi dan yang tersisa sekarang di sudut barat laut.