Benteng Balangnipa

No. Regnas CB CB.972
SK Penetapan
No SK : 240/M/1999
Tanggal SK : 4 Oktober 1999
Tingkat SK : Menteri
Peringkat Cagar Budaya -
Jenis Cagar Budaya Situs
Nama Cagar Budaya Benteng Balangnipa
Keberadaan Provinsi : Sulawesi Selatan
Kabupaten / Kota : Kabupaten Sinjai

Benteng Balangnipa didirikan pada Tahun 1557 oleh tiga kerajaan yaitu Kerajaan Bulo-Bulo, Kerajaan Tondong dan Kerajaan Lamatti yang dikenal dengan istilah Kerajaan Tellu LimpoE. Konstruksi awal Benteng Balangnipa berupa susunan batu gunung yang direkatkan dengan lumpur dari Sungai Tangka dengan ketebalan dinding Siwali Reppa atau setengah depa. Bentuk bangunan Benteng Balangnipa adalah segi empat dengan dengan empat bastion di setiap sudutnya. Ketika Belanda bermaksud menyerang dan menguasai wilayah Sinjai, Benteng Balangnipa difungsikan sebagai benteng pertahanan untuk membendung serangan Belanda dari Teluk Bone. Perlawanan Raja-raja dari Tellu LimpoE dalam menentang agresi Belanda, sebagaimana dilukiskan dalam sejarah Rumpa’na Mangara Bombang (perang Mangara Bombang) melawan agresi Belanda Tahun 1859-1961 terbilang dasyat. Namun, kekuatan dan peralatan perang kerajaan Tellu LimpoE yang tidak sebanding dengan Belanda, akhirnya Benteng Balangnipa berhasil direbut Belanda pada Tahun 1859 melalui perang Mangara Bombang.Pada Tahun 1864 Benteng Balangnipa direnovasi oleh Belanda dengan menggunakan arsitektur Eropa dan selesai pada Tahun 1868 dengan bentuk seperti saat ini. Benteng tetap dipelihara sebagai salah satu bangunan cagar budaya dan dipergunakan sebagai Museum Daerah serta tempat pagelaran seni dan budaya

Bentuk Benteng Balangnipa sebagaimana bentuk mulanya, juga sesudah dibangun oleh Pemerintah Belanda bentuknya tetap segi empat dengan menghadap ke utara berhadapan dengan sungai tangka. Masing-masing ukuran dinding yaitu dinding utara berukuran panjang 49,45 m, dinding barat berukuran panjang 49,10 m, dinding selatan berukuran panjang 30,37 m dan dinding timur berukuran panjang 49,27 m dan ketinggian dinding benteng 4 meter dari tanah dengan ketebalan 40 – 50 cm. Benteng Balangnipa ini memiliki empat bastion di setiap sudutnya. Bahan benteng ini hampir seluruhnya berpondasi batu karang begitu pula dengan dinding tersusun benteng tersusun dari tatanan batu bata berspesi dengan campuran kapur, pasir dan semen. Benteng Balangnipa terdiri atas beberapa bangunan dan elemen bangunan yaitu : bastion, bangunan kantor, dapur, bagunan barak komandan, bangunan barak prajurit, bekas gudang mesiu, sumur tua.

Peta Tidak Tersedia