Rumah Pengasingan Bung Hatta

No. Regnas CB CB.50
SK Penetapan
No SK : 210/M/2015
Tanggal SK : 5 November 2015
Tingkat SK : Menteri
No SK : PM.31/PW.007/MKP/2008
Tanggal SK : 23 Mei 2008
Tingkat SK : Menteri
Peringkat Cagar Budaya Nasional
Jenis Cagar Budaya Bangunan
Nama Cagar Budaya Rumah Pengasingan Bung Hatta
Keberadaan Provinsi : Maluku
Kabupaten / Kota : Kabupaten Maluku Tengah

Setelah diasingan di Boven Digul, Bung Hatta dan Sjahrir dipindahkan ke Banda. Kedua tokoh tersebut tiba di Banda tanggal 11 Februari 1936 dan tinggal sementara di rumah Mr. Iwa Koesoemasoemantri. Satu minggu kemudian Bung Hatta dan Sjahrir pindah ke rumah yang disewa dari seorang perkenier (tuan tanah) dengan harga f.12,50 ($ 5,00) sebulan. Rumah pengasingan tersebut berbatasan langsung dengan penjara di bagian timur. Sipir penjara berbangsa Belanda bertugas untuk melayani kebutuhan pokok mereka. Rumah tersebut hanya dipisahkan oleh sebuah jalan sempit dari rumah sakit dan terletak tidak jauh dari rumah dan kantor kontrolir (Kompleks Istana Mini-Tim). Kedua tokoh ini tinggal bersama sampai beberapa bulan hingga Sjahrir memutuskan pindah ke rumah yang lain.
Tahun 1944 rumah pengasingan Bung Hatta hancur karena dibom oleh sekutu. Rumah tersebut kemudian dibangun kembali seperti saat ini.

Rumah pengasingan Bung Hatta bergaya arstitektur kolonial yang terbagi dalam beberapa bangunan, yaitu rumah utama, paviliun samping (timur), dan paviliun belakang.
1. Rumah utama
Rumah utama memiliki selasar depan dengan luas ±29,25 m², ruang tamu ±36 m², tiga ruang tidur masing-masing dengan luas ±22,5 m², ±19,8 m², dan ±19,8 m², ruang makan dengan luas ±17,6 m², dan selasar belakang dengan luas ±42,25 m².
Atap rumah utama berupa atap seng bertipe atap perisai dengan kuda-kuda kayu. Plafon berupa papan kayu yang ditahan balok kayu bercat putih. Dinding berupa tembok bercat putih dengan border hitam di bagian bawah, sedangkan kolom kayu di serambi bangunan, berbentuk persegi polos tanpa hiasan dengan cat berwarna coklat dan hitam di bagian bawah.
Di rumah utama terdapat empat tipe pintu, 1 tipe bukaan dan 1 tipe jendela. Empat tipe pintu tersebut adalah: Pintu (1) yang terdapat di serambi depan merupakan pintu persegi ganda, sisi luar berupa 2 daun pintu krepyak-panel persegi, sisi dalam berupa 2 daun pintu panel kaca berjumlah 6 buah dengan panel persegi, di bagian atas terdapat bovenlicht berornamen di sisi luar dan plafon papan di sisi dalam. Pintu (2) yang terdapat di samping kiri dan kanan bangunan merupakan pintu persegi dengan 2 daun pintu berupa 8 papan yang disusun vertikal. Pintu (3) terdapat di serambi belakang berupa pintu persegi dengan 2 daun pintu dengan 4 panel persegi dengan plafond papan di sisi dalamnya. Pintu (4) merupakan penghubung antar ruang berupa pintu persegi daun pintu tunggal dengan 2 panel persegi dengan plafond papan di sisi dalamnya. Keempat pintu ini terbuat dari kayu bercat coklat dan kuning.
Bukaan yang terdapat di rumah utama merupakan bukaan persegi tanpa kusen yang terbuat dari bata dan plester dengan plafon papan di salah satu sisinya yang berfungsi sebagai penghubung antar ruang. Jendela pada rumah utama terbuat dari kayu dan kaca dengan cat berwarna coklat dan kuning. Jendela ini merupakan jendela persegi ganda dengan 2 daun pintu krepyak di sisi luar dan 2 daun jendela panel kaca berjumlah 6 dan dengan plafond papan di sisi dalamnya.
Lantai rumah utama menggunakan ubin terakota berwarna merah bata dengan ukuran bervariasi. Pada serambi depan terdapat pagar kayu bercat coklat dan kuning dengan batang pagar berornamen. Selain itu juga terdapat tangga semen seperempat lingkaran dengan 3 anak tangga dan tanpa railing. Di serambi belakang terdapat pagar tembok berwarna merah tua dan putih dengan border hitam di bagian bawah, bagian atas tembok terdapat ubin. Di serambi belakang ini juga terdapat tangga lurus terbuat dari terakota dan semen dengan ubin berwarna merah tua, abu-abu dengan 3 anak tangga tanpa railing.
2. Paviliun Samping (Paviliun Timur)
Atap bangunan berupa atap bertipe perisai tumpuk yang terbuat dari seng dengan kuda-kuda kayu. Plafon bangunan ini berupa papan kayu yang ditahan balok, sedangkan dinding bangunan terdiri atas dinding tembok bata berplester bercat putih dan border hitam di bawah serta dinding tembok bata berplester dengan cat berwarna putih dan separuh bagian bawah menggunakan ubin keramik.
Di paviliun samping terdapat 5 tipe pintu, 1 tipe bukaan, dan 2 tipe jendela. Pintu (1) yang terdapat di serambi depan merupakan pintu persegi dengan daun pintu tunggal dan 2 panel papan persegi. Pintu (2) yang terdapat di serambi depan merupakan pintu persegi dengan daun pintu tunggal dan 2 profil persegi, di bagian ats terdapat bovenlicht pola silang. Pintu (3) terdapat di serambi depan merupakan pintu persegi dengan daun pintu tunggal dan 2 profil persegi bersambung dengan jendela berjeruji tanpa daun, di bagian atas terdapat bovenlicht pola silang. Pintu (4) terdapat di belakang bangunan merupakan pintu persegi dengan daun pintu tunggal dengan dua panel persegi, dibagian atas terdapat lubang bovenlicht. Pintu (5) terdapat di samping bangunan merupakan pintu persegi dengan daun pintu tunggal dengan 3 panel kayu, di bagian atas terdapat lubang bovenlicht. Pintu (1), (2), (3), dan (4) terbuat dari kayu dengan cat berwarna coklat dan kuning, sedangkan pintu (5) terbuat dari kayu dengan cat berwarna kuning. Bukaan pada bangunan paviliun samping atau paviliun timur ini merupakan penghubung antara ruang yang terbuat dari plesteran dan bata polos bercat putih dengan border hitam di bawah. Jendela (1) merupakan jendela kayu yang dicat warna coklat dan kuning, berbentuk persegi tanpa daun jendela dengan jeruji kayu dan bovenlicht pola silang di atasnya. Jendela (2) merupakan jendela kayu yang dicat warna coklat dan kuning, berbentuk persegi tanpa daun jendela dengan jeruji kayu dan lubang bovenlicht di atasnya.
Lantai yang terdapat di salah satu ruangan depan terbuat dari terakota berwarna merah bata dengan ukuran bervariasi, sedangkan 2 ruangan depan lainnya merupakan lantai dari batu alam bentuk tidak beraturan berwarna abu-abu, dan lantai di 2 ruangan belakang terbuat dari semen bentuk polos kasar berwarna abu-abu. Tangga pada bangunan paviliun terdiri dari 2 tipe, (1) tangga lurus yang terbuat dari terakota dan semen berwarna merah tua dan abu-abu dengan 4 anak tangga tanpa railing; (2) tangga lurus berwarna abu-abu dan hitam dengan 2 anak tangga tanpa railing yang terbuat dari semen.
3. Paviliun Belakang (Paviliun Selatan/Sekolah Hatta)
Atap bangunan berupa atap seng bertipe atap perisai dengan kuda-kuda kayu, plafond berupa papan kayu yang ditahan balok kayu, dinding berupa tembok bata bercat putih dan papan kayu. Kolom kayu pada serambi bangunan berbentuk persegi polos dengan cat berwarna coklat dan hitam dibagian bawah. Di paviliun belakang ini terdapat 4 tipe pintu, 2 tipe bukaan, dan 4 tipe jendela. Pintu (1) terdapat di serambi depan merupakan pintu persegi dengan 2 daun pintu panel persegi, di bagian atas terdapat bovenlicht pola wajik. Pintu (2) yang merupakan penghubung antara ruang berbentuk pintu persegi berdaun pintu tunggal, salah satu sisi daun pintu diberi 2 bagian profil persegi, di bagian atas terdapat bovenlicht pola diagonal. Pintu (3) yang merupakan penghubung antara ruang berbetuk pintu persegi dengan daun pintu tunggal dengan 2 panel persegi. Pintu (4) terdapat di serambi depan merupakan pintu persegi dengan daun pintu tunggal dengan 2 panel persegi, di bagian atas terdapat bovenlicht pola wajik. Keempat tipe pintu ini terbuat dari kayu dengan cat berwarna coklat dan kuning.
Bukaan yang terdapat di paviliun belakang terdiri dari bukaan persegi dengan kusen kayu yang dicat coklat dan kuning dengan bagian atas terdapat bovenlicht pola diagonal dan bukaan persegi dengan kuseun kayu bercat putih. Kedua bukaan ini merupakan penghubung antar ruang. Jendela (1) merupakan jendela persegi dengan daun tunggal dan panel persegi tunggal, jendela memeiliki jeruji dan di bagian atas terdapat bovenlicht pola wajik. Jendela (2) ) merupakan jendela persegi dengan daun tunggal dan panel persegi tunggal, di bagian atas terdapat bovenlicht pola wajik. Jendela (3) ) merupakan jendela persegi dengan 2 daun jendela dan panel persegi tunggal, jendela memeiliki jeruji dan di bagian atas terdapat bovenlicht pola wajik. Jendela (4) merupakan jendela persegi dengan 2 daun jendela dan panel persegi tunggal, jendela memeliki jeruji dan di bagian atas tertutup dinding.
Lantai bangunan ini ditutupi oleh ubin terakota berwarna merah bata dengan ukuran bervariasi. Tangga pada bangunan paviliun belakang berupa tangga lurus dengan ubin terakota berwarna merah tua. Tangga ini mempunyai 3 anak tangga dan tanpa railing.
Di paviliun belakang terdapat ruangan dengan deretan bangku dan papan tulis sebagai tempat Bung Hatta mengajar anak-anak Banda serta tempayan besar berisi air untuk minum.