Rumah Tjong A Fie

No. Regnas CB CB.81
SK Penetapan
No SK : 246/M/2015
Tanggal SK : 21 Desember 2015
Tingkat SK : Menteri
No SK : PM.01/PW.007/MKP/2010
Tanggal SK : 8 Januari 2010
Tingkat SK : Menteri
Peringkat Cagar Budaya Nasional
Jenis Cagar Budaya Bangunan
Nama Cagar Budaya Rumah Tjong A Fie
Keberadaan Provinsi : Sumatera Utara
Kabupaten / Kota : Kota Medan

Bangunan Cagar Budaya Rumah Tjong A Fie merupakan rumah milik keluarga seorang saudagar berkebangsaan Tiongkok. Keluarga tersebut menguasai perkebunan berbagai tanaman komoditas, perdagangan, dan membangun pertokoan di sepanjang Jalan Kesawan (sekarang Jalan Ahmad Yani). Tjong A Fie telah membangkitkan perekonomian di kota Medan. Tjong A Fie adalah seorang filantropis yang membantu perkembangan ekonomi dan sosial antara lain membantu membangun Istana Maimun, Masjid Raya Medan, dan taman. Peranan Tjong A Fie tidak hanya di Indonesia saja. Beliau juga terkenal hingga ke Penang, Singapura, Hong Kong, Tiongkok, dan Amsterdam. Di Amsterdam Tjong A Fie menjadi salah satu penyumbang dana pembangunan gedung Koninklijk Instituut voor de Tropen. (cek)

Tjong Fung Nam yang lebih dikenal dengan nama Tjong A Fie dilahirkan tahun 1860 di Desa Sungkow, daerah Moyan atau Meixien dan berasal dari suku Khe atau Hakka. Pada tahun 1880, setelah berbulan-bulan berlayar ia tiba di Labuhan Deli.
Empat bulan sebelum meninggal dunia, Tjong A Fie telah membuat surat wasiat di hadapan notaris Dirk Johan Facquin den Grave. Isinya adalah mewariskan seluruh kekayaannya di Sumatera maupun di luar Sumatera kepada Yayasan Toen Moek Tong yang harus didirikan di Medan dan Sungkow pada saat ia meninggal dunia. Yayasan yang berkedudukan di Medan diminta untuk melakukan lima hal. Tiga diantaranya untuk memberikan bantuan keuangan kepada kaum muda yang berbakat dan berkelakuan baik serta ingin menyelesaikan pendidikannya, tanpa membedakan kebangsaan. Yayasan ini juga harus membantu mereka yang tidak mampu bekerja dengan baik karena cacat tubuh, buta, atau menderita penyakit berat. Juga yayasan diharapkan membantu para korban bencana alam tanpa memandang kebangsaan atau etnisnya.

Bangunan rumah Tjong A Fie terdiri atas bangunan utama dengan tambahan sayap di bagian kiri dan kanannya. Antara rumah utama dan bangunan sayap dihubungkan dengan ruang terbuka.

Pintu gerbang depan merupakan akses menuju halaman depan sebelum memasuki bangunan utama. Halaman depan ini ditanami berbagai tanaman hias dan bunga-bungaan. Lantai teras rumah merupakan tegel bermotif geometris berasal dari Italia. Porselen ini menghiasi hampir keseluruhan lantai satu, sedangkan lantai dua terbuat dari kayu. Plafon teras dibuat tinggi dengan pilar (tiang) beton yang menyambung hingga lantai dua. Plafon tersebut dihiasi dengan ornamen yang masih terjaga keasliannya.

Pintu masuk utama terdiri atas dua daun pintu yang lebar dan diapit oleh dua jendela. Jendela-jendela yang ada di rumah ini mempunyai ukuran yang lebar dengan teralis vertikal. Ventilasinya lebar berbentuk setengah lingkaran dengan jari-jari. Panel beraksara Cina terdapat pada daun pintu utama, papan penghias pilar, dan bagian atas pintu di sebelah kiri dan kanan.
Gapura masuk beratap genteng dan pada puncak atap terdapat list yang terbuat dari beton dan ornamen suluran. Di sisi kiri dan kanan gapura terdapat arca singa.

Secara keseluruhan gaya bangunan merupakan kombinasi arsitektur Cina, Eropa, dan Melayu. Hal tersebut nampak dari bentuk jendela segi empat terbuat dari kayu yang di atasnya berbentuk lengkung dengan hiasan motif bunga yang sekaligus berfungsi sebagai ventilasi. Bangunan ini berlantai dua berdinding, lantainya tegel berhias geometris, dan tiangnya beton bertulang.

1. Bangunan Utama
Bangunan rumah utama lantai satu di bagian depan (sisi barat) adalah ruang tamu. Ruang tamu ini terbagi menjadi tiga bagian (ruangan). Ruangan I atau ruang tengah adalah ruang tamu utama berukuran paling luas. Di ruangan ini terdapat meja dan kursi kayu berukir dan dilapisi batu marmer yang sangat mewah, untuk menunjukkan tingkat sosial pemiliknya. Ruang tamunya diperuntukkan untuk tamu-tamu yang sifatnya lebih umum dan tidak mempunyai hubungan yang dekat dengan pemilik rumah.

Bangunan utama terdiri dari 2 lantai dan 35 kamar. Bagian depan rumah berpagar besi dengan pintu gerbang bergaya Cina menghadap ke arah barat daya. Gerbang ini dibuat berdinding dengan kolom-kolom beton (pilaster). Pada dinding depan terdapat beberapa lukisan, dua di sebelah kanan pintu, dan dua di sebelah kiri pintu. Di depan pintu pada sisi kanan dan kiri, diletakkan masing-masing patung singa.

Bangunan rumah utama lantai satu di bagian belakang terbagi menjadi beberapa ruangan yang semuanya mempunyai akses ke halaman depan (melalui pintu utama) maupun ke ruangan terbuka di tengah rumah, artinya semua ruangan menghadap ke arah barat. Ruangan-ruangan tersebut antara lain:

a. Ruang tidur Tjong A Fie
Ruang ini terletak di sisi paling utara (paling kiri) dalam ruangan yang luas memanjang ke belakang ini dilengkapi dengan satu tempat tidur besar berkelambu terbuat dari kayu berukir, beberapa lemari pakaian, satu set meja-kursi dan meja bulat tempat Tjong A Fie menyelesaikan pembukuan keuangannya. Furnitur dari kayu tersebut masih terpelihara dengan baik, meskipun usianya sudah seratus tahun lebih. Benda-benda lain dalam ruangan ini adalah gramofon untuk memutar musik, koleksi buku, beberapa koleksi botol-botol minuman, koleksi pakaian Tjong A Fie dan istri, dan sebuah peti untuk menyimpan barang-barang berharga.


b. Ruangan di tengah
Ruangan ini merupakan ruang altar keluarga, yaitu tempat untuk melakukan pemujaan kepada leluhur.

c. Ruangan sisi selatan (paling kanan)
Di dalam ruangan ini terdapat kumpulan foto Tjong A Fie beserta keluarga dengan aktivitasnya di masa lalu. Di ruangan ini juga terdapat beberapa barang peninggalan Tjong A Fie semasa ia masih hidup, seperti piano klasik, lemari berhias naga, satu set meja kursi dari kayu, dan lain sebagainya. Bangunan ini kini difungsikan sebagai tempat tinggal keluarga keturunan Tjong A Fie.

d. Ruang makan
Ruangan ini terletak di bagian paling belakang dari bangunan utama. Plafon di ruangan ini dibuat tinggi dan mempunyai ornamen yang indah. Dalam ruangan ini terdapat satu set meja dan kursi makan dari kayu, satu set meja dan kursi santai uang terbuat dari kayu, dua buah lemari makan, rantang atau tempat nasi dan lauknya model dahulu.

e. Ruang dapur
Ruangan ini terletak di sebelah selatan ruang makan. Di dalam ruangan ini terdapat tungku berbahan bakar kayu yang masih sederhana terbuat dari semen yang permanen. Tungku tersebut terlihat sudah mengalami perbaikan, ini nampak dengan pemasangan keramik model sekarang pada tungku tersebut. Sampai sekarang tungku ini masih dipergunakan, khususnya pada waktu ada acara-acara atau perayaan-perayaan. Peralatan memasak tradisional juga masih disimpan, seperti pipisan dan alat pembuat ramuan. Dari dapur ini terdapat pintu ke ruang makan (sebelah selatannya) di bagian paling belakang bangunan utama. Dari dapur ini terdapat pintu keluar menghadap ke timur menuju halaman belakang.

f. Halaman belakang
Halaman ini terletak di paling timur rumah Tjong A Fie. Di tempat ini terdapat sebuah sumur yang tidak difungsikan lagi dan paviliun yang masih dihuni oleh keturunan Tjong A Fie. Di bagian belakang juga terdapat pintu gerbang menghadap ke arah timur yang tembus jalan Perniagaan.

Lantai dua pada bangunan utama ini memiliki desain yang sama dengan lantai satu. Di lantai ini terdapat ruangan untuk berdansa, yang letaknya tepat di atas ruang tamu. Di ruangan ini tidak banyak terdapat perabotan, hanya sepasang kaca besar yang masing-masing diletakkan menempel dinding di sisi utara dan selatan. Berhadapan dengan ruang dansa adalah ruang pemujaan dewa.

2. Ruang tambahan sayap kiri
Ruangan ini diperuntukkan untuk para tamu dari etnis Melayu, seperti Sultan Deli.

3. Ruang tambahan sayap kanan
Ruangan ini diperuntukkan untuk para tamu yang masih dalam kekerabatan keluarga (etnis Cina). Di ruangan ini terdapat sepasang kursi dan meja serta sebuah lemari tanam tempat menyimpan buku-buku.