Benteng Otanaha

No. Regnas CB CB.927
SK Penetapan
No SK : PM.30/PW.007/MKP/2008
Tanggal SK : 23 Mei 2008
Tingkat SK : Menteri
Peringkat Cagar Budaya -
Jenis Cagar Budaya Kawasan
Nama Cagar Budaya Benteng Otanaha
Keberadaan Provinsi : Gorontalo
Kabupaten / Kota : Kota Gorontalo

Sejarah pendirian Benteng Otanaha masih simpang siur sampai sekarang karena sumber tertulis tidak ada. Hanya cerita yang berkembang di masyarakat dan ini sudah diwariskan dari generasi ke generasi. Pendapat umum mengatakan benteng ini dibangun oleh Raja Ilato pada tahun 1522 Masehi. Dengan prakarsa pemimpin-pemimpin kapal Portugis yang berhenti di pelabuhan Gorontalo. dulu kala Raja Ilato mempunyai 3 orang anak, 2 orang putri dan 1 orang putra yang bernama Ndoba, Naha dan Tiliaya. Pada saat usianya menginjak remaja, Naha pergi ke negeri seberang untuk merantau, dan kedua saudara perempuan yang lainnya tetap tinggal di Kerajaan Gorontalo. Pada tahun 1585, Naha berniat kembali ke Gorontalo dan mempersunting Ohihiya. Singkat cerita, mereka dikaruniai 2 orang anak, Paha dan Limonu. Suatu hari terjadilah perang dengan Hemuto, pemimpin transmigran. Naha dan Paha pun akhirnya tewas dalam peperangan tersebut. Limonu yang tidak terima atas kematian kakak dan ayahnya pun menuntut balas.
Untuk mengenang perjuangan mereka dalam perang melawan Hemuto, maka dari itu benteng tersebut diberi nama benteng Ulupahu, benteng Otahiya dan benteng Otanaha. Di dalam perkembangannya, benteng tersebut lebih populer dengan sebutan Benteng Otanaha.


Benteng Otanaha terletak di Desa Dembe, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Untuk mencapai lokasi benteng dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam perjalanan ke arah barat dari kota Gorontalo. Perbukitan tempat benteng didirikan ini tepat berhadapan dengan Danau Limboto yang juga dikenal sebagai Bulalo Limboto, merupakan pusat kegiatan bagi masyarakat Gorontalo. Benteng terdiri atas tiga bangunan yang terletak di atas tiga bukit yang berbeda namun masih berdekatan dengan empat tempat persinggahan dan 348 anak tangga, untuk mencapai puncak bukit. Jumlah anak tangga menuju ke tempat peristirahatan masing-masing tidak sama. Dari bawah bukit menuju ke persinggahan pertama terdapat 52 anak tangga, dari persinggahan pertama ke persinggahan kedua terdapat sebanyak 83 anak tangga, dan dari persinggahan kedua menuju persinggahan ketiga terdapat 53 anak tangga, persinggahan ketiga menuju ke persinggahan ke empat sebanyak 89 anak tangga dan tangga yang mengarah tepat ke gerbang benteng Otanaha terdapat sebanyak 71 anak tangga.
Ketiga bangunan benteng adalah Benteng Otanaha, Benteng Otahiya dan Benteng Ulupahu. Benteng Otanaha terletak di bagian utara pada bukit yang paling tinggi dan berhadapan langsung dengan Danau Limboto. Benteng Ulupahu terletak di bukit bagian tenggara dan merupakan benteng yang terbesar diantara ketiganya. Dan yang terendah Benteng Otahiya yang terletak di bukit bagian timur dengan bentuk yang menyerupai angka “8”. Jika ditarik garis lurus yang menghubungkan ketiga benteng, maka akan terbentuk garis segitiga. Ketiga benteng ini dibangun dengan batu andesit dan karang.
Benteng Otanaha memiliki dinding luar dengan tinggi 3 meter dengan tembok pembatas 1,5 meter. Ketebalan dinding berukuran 140 cm. Terdapat 7 lubang perantara yang mengelilingi benteng. Benteng ini berbentuk oval dengan gerbang yang melengkung pada bagian utara benteng berukuran tinggi 2 meter.
Benteng Otahiya memiliki dinding luar berukuran 3,5 meter dan tembok pembatas 1,8 meter dengan ketebalan dinding 140 cm. terdapat 8 lubang perantara yang mengelilingi dinding benteng, dan gerbang berukuran lebar 1,4 meter.
Benteng Ulupahu berbentuk oval, dengan dinding luar 3,7 meter, tinggi tembok pembatas 1,8 meter dan ketebalan dinding 150 cm. Terdapat 7 lubang perantara yang mengelilingi benteng. Pada dinding bagian dalam benteng terdapat setapak yang melingkar mengikuti model benteng.
Data sejarah yang berkembang mengenai cerita pembangunan benteng ini masih dipelajari dengan hati-hati karena tidak adanya data tertulis yang jelas. Cerita yang berkembang hanya kebanyakan berasal dari cerita rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sehingga sering terdapat versi cerita yang berbeda.
Benteng Otanaha didirikan sebagai benteng pertahanan. Benteng ini dibangun oleh Raja Ilato pada tahun 1522 Masehi. Dengan prakarsa pemimpin-pemimpin kapal Portugis yang berhenti di pelabuhan Gorontalo setelah kekurangan makanan karena cuaca buruk dan serangan dari bajak laut.