Gedung Museum Nasional

No. Regnas CB CB.36
SK Penetapan
No SK : 210/M/2015
Tanggal SK : 5 November 2015
Tingkat SK : Menteri
No SK : 0128/M/1988
Tanggal SK : 27 Febuari 1988
Tingkat SK : Menteri
No SK : 475 tahun 1993
Tanggal SK : 29 Maret 1993
Tingkat SK : Gubernur
Peringkat Cagar Budaya Nasional
Jenis Cagar Budaya Bangunan
Nama Cagar Budaya Gedung Museum Nasional
Keberadaan Provinsi : Dki Jakarta
Kabupaten / Kota : Kota Adm. Jakarta Pusat

Museum Nasional berawal dari berdirinya suatu himpunan bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Himpunan ini didirikan oleh pemerintah Belanda pada tanggal 24 Aapril 1778. Pada saat itu di Eropa tengah terjadi masa revolusi intelektual (The Age of Enlightment). Orang-orang mulai mengembangkan pemikiran ilmiah dan ilmu pengetahuan di masa ini.

Selanjutnya pada tahun 1752 di Harleem, Belanda berdiri Perkumpulan Ilmiah Belanda (De Hollandsche Maatschappij der Wetenschappen). Inilah yang mendorong orang-orang Belanda di Batavia untuk mendirikan organisasi sejenis.

Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen adalah lembaga independen yang didirikan untuk memajukan penelitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan.

Salah seorang pendrinya, yaitu JCM Radermacher, menyumbangkan rumah miliknya di Jalan Kalibesar (suatu kawasan perdagangan di Jakarta-Kota). Rumah inilah yang menjadi cikal-bakal berdirinya museum dan perpustakaan.

Selama Inggris memerintah di Jawa pada tahun 1811-1816, Letnan Gubernur Sir Thomas Stamford Rraffles menjabat sebagai direktur perkumpulan ini. Raffles memerintahkan pembangunan gedung baru untuk digunakan sebagai museum, karena rumah di Kalibesar sudah penuh dengan koleksi. Lokasi bangunan barunya adalah di Jalan Majapahit No. 3. Sekarang di tempat ini berdiri kompleks gedung Sekretariat Negara.

Museum Nasional terletak di Jl. Merdeka Barat No. 12. Orientasi bangunan menghadap ke timur. Bentuk denah bangunan lamanya adalah persegi panjang dengan halaman pada bagian dalamnya. Bangunan ini berlanggam Neo-Klasik dan memiliki dua lantai dan atapnya berbentuk pelana.

Pada bagian muka bangunan museum dapat terlihat portico yang ditopang oleh kolom-kolom doric, di atasnya terdapat entablatur dan pediment. Elemen bangunan lain yang dapat terlihat pada tampak muka bangunan adalah jendela krepyak berdaun dua. Bangunan berwarna putih ini memiliki langgam Neo-Klasik.

Pada bagian dalam bangunan lama museum terdapat halaman dalam yang dikelilingi oleh koridor. Kolom doric dapat ditemukan di sepanjang koridor ini. Pada bagian atas koridor juga dapat dijumpai cornice. Jendela dan pintu yang ada di dalam bangunan memiliki tinggi yang hampir sama dengan dinding bangunan. Lantainya dilapisi oleh tegel batu berukuran 45 cm x 45 cm.