Kompleks Pesanggrahan Ambarukmo

No. Regnas CB CB.120
SK Penetapan
No SK : PM.25/PW.007/MKP/2007
Tanggal SK : 26 Maret 2007
Tingkat SK : Menteri
Peringkat Cagar Budaya -
Jenis Cagar Budaya Situs
Nama Cagar Budaya Kompleks Pesanggrahan Ambarukmo
Keberadaan Provinsi : D.I Yogyakarta
Kabupaten / Kota : Kabupaten Sleman

Pesanggarahan Arjopurno masa pemerintahan Sri Sultah Hamengku Buwono VI artinya keselamatan atau kesejahteraan tahun 1860. Pesanggarahan ini direnovasi dan disempurnakan oleh Pangeran Mangkubumi atas perintah Sri Sultan Hamengku Buwono VII tahun 1897. Kemudian namanya diganti menjadi Pesanggarahan Ambarukmo mengandung arti keluhuran atau kemuliaan yang harum. Pangeran Hangabehi (Kepala Kori) Kraton mendapat perintah dari Sultan Hamengku Buwono VII untuk mempersiapkan penindahannya ke pesanggarahan ini. Setelah Sultan Hamengku Buwono VII pensiun menetap di pesanggarahan ini bersama permaisuri GKR Kencana. Kompleks ini digunakan sebagai tempat Pendidikan Inspektur Polisi Republik Indonesia tahun 1940-1950. Kemudian difungsikan sebagai Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman saat KRT Pringgodiningrat sebagai Bupati Sleman sampai tahun 1964. Pendirian bangunan Hotel Ambarukmo di sisi timur tahun 1957 hingga sekarang.

Bangunan ini berarsitektur tradisional Jawa terdiri dari pendapa, pringgitan, dalem ageng, godri, gandok dan balekambang yang dilengkapi ragam hias, antara lain lung-lungan, saton, tlacapan, wajikan, praba dan mirong. Mirong di bagian soka menunjukkan eksistensi pesanggrahan sebagai bangunan yang fungsinya mempunyai koheransi dengan eksistensi Sultan. Di Kraton bangunan-bangunan sebagai prototipe ragam hias tersebut yaitu bangsal witone, bangsal pancaniti dan bangsal kencana. Pendapa dilihat dari model atapnya berupa joglo dengan penutup sirap difungsikan sebagai tempat peristirahatan.

Peta Tidak Tersedia