Percandian Dieng

No. Regnas CB CB.1408
SK Penetapan
No SK : 173/M/1998
Tanggal SK : 16 Juli 1998
Tingkat SK : Menteri
No SK : 007/M/2017
Tanggal SK : 12 Januari 2017
Tingkat SK : Menteri
Peringkat Cagar Budaya Nasional
Jenis Cagar Budaya Kawasan
Nama Cagar Budaya Percandian Dieng
Keberadaan Provinsi : Jawa Tengah
Kabupaten / Kota : Kabupaten Wonosobo

Kumpulan candi Hindu beraliran Syiwa ini diperkirakan dibangun antara akhir abad ke-8 sampai awal abad ke-9. Diduga merupakan candi tertua di Jawa. Sampai saat ini belum ditemukan informasi tertulis tentang sejarah Candi Dieng, namun para ahli memperkirakan bahwa kumpulan candi ini dibangun atas perintah raja-raja dari Wangsa Sanjaya.
Di kawasan Dieng ini ditemukan sebuah prasasti berangka tahun 808 M, yang merupakan prasasti tertua bertuliskan huruf Jawa kuno, yang masih masih ada hingga saat ini. Sebuah Arca Syiwa yang ditemukan di kawasan ini sekarang tersimpan di Museum Nasional di Jakarta.
Pembangunan Candi Dieng diperkirakan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama yang berlangsung antara akhir abad ke-7 sampai dengan perempat pertama abad ke-8, meliputi pembangunan Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi dan Candi Gatutkaca. Tahap kedua merupakan kelanjutan dari tahap pertama, yang berlangsung sampai sekitar tahun 780 M.
Candi Dieng pertama kali ditemukan kembali pada tahun 1814. Ketika itu seorang tentara Inggris yang sedang berwisata ke daerah Dieng melihat sekumpulan candi yang terendam dalam genangan air telaga.
Pada tahun 1956, Van Kinsbergen memimpin upaya pengeringan telaga tempat kumpulan candi tersebut berada. Upaya pembersihan dilanjutkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1864, dilanjutkan dengan pencatatan dan pengambilan gambar oleh Van Kinsbergen.

Kawasan Cagar Budaya Percandian Dieng merupakan kumpulan candi yang terletak di kaki pegunungan Dieng, Kawasan ini menempati dataran pada ketinggian 2000 m di atas permukaan laut, memanjang arah utara-selatan sekitar 1900 m dengan lebar sepanjang 800 m.
Secara administratif beberapa kelompok percandian masuk ke dalam wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, Propinsi Jawa Tengah. Kelompok bangunan yang berada dalam wilayah Kabupaten Banjarnegara adalah Kelompok Percandian Arjuna, Dwarawati, Parikesit, Bima, dan Gangsiran Aswatama. Sedangkan yang berada dalam wilayah Kabupaten Wonosobo adalah Petirtaan Bima Lukar, Watu Kelir, dan Situs Sitinggil. Perbatasan kedua wilayah administratif tersebut adalah Kali Tulis yang arah aliran airnya membujur dari utara ke selatan dan melintasi area tanah purbakala di sekitar Kompleks Candi Arjuna.
Satuan Ruang Geografis Percandian Dieng secara hukum telah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya Dieng oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 173/M/1998 tentang Penetapan Situs dan Benda Cagar Budaya di Wilayah Propinsi Jawa Tengah. Dieng dimasukkan dalam kategori kawasan dan bangunan. Hal ini dikarenakan Dieng menyimpan sejarah peradaban yang menurut prasasti telah berkembang dari abad VIII hingga abad XII. Hal ini ditandai dengan peninggalan budaya Hindu berupa bangunan candi-candi dan beberapa struktur yang merupakan perlengkapan untuk melakukan kegiatan ritual. Kawasan ini dibangun pada puncak gunung dengan ketinggian 2060 mdpl yang juga memiliki suhu yang sangat dingin. Hal ini menunjukkan semangat yang luar biasa bagi para pembangunnya dalam rangka memenuhi kebutuhan spiritual pada waktu itu.