Gedung Grahadi

No. Regnas CB CB.541
SK Penetapan
No SK : PM.23/PW.007/MKP/2007
Tanggal SK : 26 Maret 2007
Tingkat SK : Menteri
No SK : 188.45/251/402.1.04/1996
Tanggal SK : 26 September 1996
Tingkat SK : Walikota
Peringkat Cagar Budaya -
Jenis Cagar Budaya Bangunan
Nama Cagar Budaya Gedung Grahadi
Keberadaan Provinsi : Jawa Timur
Kabupaten / Kota : Kota Surabaya

Gedung ini dibangun tahun 1795, tempat tinggal Dirk van Hogendoorp, seorang penguasa Jawa bagian timur (Gezahebber van Hat Oost Hoek). Tahun 1799-1809 gedung ditempati Fredrik Jacob Rothenbuhler. Pada tahun 1810 masa pemerintahan Herman William Deandels bangunan ini direnovasi menjadi empire style atau Dutch Collonial Villa. Gaya ini merupakan arsitektur neo klasik Perancis yang dituangkan secara bebas di Indonesia sehingga menghasilkan gaya Hindia Belanda bercotra kolonial. Tahun 1870 digunakan untuk rumah Residen Surabaya. Pada masa pemerintahan Jepang digunakan untuk rumah Gubernur Jepang (Syuuchockan Kakka). Sekarang digunakan sebagai rumah dinas Gubernur Jawa Timur.

Gedung ini dibangun dengan konsep awal berupa rumah indah yang dikelilingi taman bunga (tuinhuis) dengan gaya Holland Kuno (Oud Hollandstijl). Gedung terdiri dari dua lantai. Bentuk bangunan sederhana dengan jendela-jendela kaca bening besar dan tinggi untuk ventilasi udara, tidak ada hiasa-hiasan yang rumit. Tiang doric terletak di serambi yang dimodifikasi dengan bentuk kelopak teratai ganda di dasar dan di ujung atas tiang, mengindikasikan adanya upaya penggabungan arsitektur asing dan tradisional, dalam hal ini pengaruh Hindu-Budha. Dahulu di atas serambi dikelilingi pagar sehingga tampak seperti mahkota, kini diganti dengan relief.