Kompleks Percandian Bumiayu

No. Regnas CB CB.1484
SK Penetapan
No SK : KM.09/PW.007/MKP/2004
Tanggal SK : 3 Maret 2004
Tingkat SK : Menteri
Peringkat Cagar Budaya -
Jenis Cagar Budaya Kawasan
Nama Cagar Budaya Kompleks Percandian Bumiayu
Keberadaan Provinsi : Sumatera Selatan
Kabupaten / Kota : Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir

Situs Bumiayu pertama kali dilaporkan oleh E.P Tombrink pada tahun 1864 dalam Hindoe Monumenten in de Bovenlanden van Palembang. Dalam kunjungannya di daerah Lematang Ulu dilaporkan adanya peninggalan-peninggalan Hindu berupa arca berjumlah 26 buah, diantaranya berupa arca Nandi, sedang di daerah Lematang Ilir ditemukan runtuhan candi dekat Dusun Tanah Abang, dan sebuah relief burung kakatua yang sekarang disimpan di Museum Nasional.
Pada tahun 1904 seorang kontrolir Belanda bernama A.J Knaap melaporkan bahwa di wilayah Lematang ditemukan sebuah runtuhan bangunan bata setinggi 1.7 m, dan dari informasi yang diperoleh bahwa reruntuhan tersebut merupakan bekas keraton Gedebong-Undang. J.L.A Brandes juga melakukan penelitian pada tahun yang sama. Di dalam majalah Oudheidkundig Verslag, F.D.K. Bosch menyebutkan bahwa di Tanah Abang ditemukan sudut bangunan dengan hiasan figur makhluk ghana dari terrakota, sebuah kemuncak bangunan berbentuk seperti lingga, antefiks, dan sebuah arca tanpa kepala. Tahun sebelumnya yaitu tahun 1923 Westenenk melakukan hal yang sama.
Pada tahun 1936 F.M. Schnitger telah menemukan tiga buah runtuhan bangunan bata, pecahan arca Siwa, dua buah kepala Kala, pecahan arca singa, dan sejumlah bata berhias burung. Artefak-artefak yang dibawa Schnitger itu sekarang disimpan di Museum Badaruddin II, Palembang.

Situs Cagar Budaya Kompleks Percandian Bumi Ayu atau masyarakat sekitar mengenalnya dengan nama Candi Kadebok Udang merupakan salah satu situs peninggalan agama Hindu yang terdapat di pesisir Sungai Lematang, di hilir Desa Siku yang merupakan desa paling hilir dari kecamatan Rembang Dangku dan masih termasuk kawasan Kabupaten Panukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan. Candi ini merupakan satu-satunya Kompleks Percandian di Sumatera Selatan, sampai saat ini tidak kurang 10 gundukan tanah yang diduga candi telah ditemukan dan 4 diantaranya telah dipugar, yaitu Candi 1, Candi 2, Candi 3 dan Candi 8.
1. Candi 1
Candi 1 Bumi Ayu terletak di sebelah barat Sungai Piabung. Candi ini yang pertama akan terlihat ketika memasuki kompleks percandian Bumiayu karena letaknya pada bagian depan. Pandangan dari jalan raya ke Candi 1 terhalang dikarenakan di dekatnya terdapat bangunan sekolah dasar. Candi 1 terpisah dari lingkungan sekitarnya dengan pagar BRC dan pagar kawat. Kompleks candi 1 terdiri dari satu buah candi induk dan tiga buah candi perwara.
a. Candi Induk
Bentuk bangunan berdenah empat persegi panjang dengan ukuran 14.3 x 19.9 m dengan tinggi 1.6 m, setiap sisi bangunannya terdapat sebuah penampil dan terdapat pilaster-pilaster di setiap sudutnya. Pada penampil bagian timur memiliki tangga masuk yang merupakan pintu masuk utama dan juga menunjukkan arah hadap candi yaitu ke arah Timur. Pintu masuk menjorok ke depan sekitar 4.5 m dari dinding sisi timur bangunan. Bentuk penampil terbagi menjadi tiga bagian yang masing-masing berdenah empat persegi panjang. Secara keseluruhan penampil di sisi timur ini membentuk denah segi dua belas yang ukurannya semakin ke timur semakin mengecil. Di depan penampil terdapat teras berlantai bata setinggi 0.3 m dari permukaan tanah dengan ukuran 2.2 x 2.8 m.
Candi 1 diperkirakan dibangun dalam dua tahapan. Bangunan utama candi dibuat pada tahap I dan berbahan dasar bata berwarna putih kekuningan serta tidak memiliki profil yang terletak di belakang penampil-penampil dan pilaster sudut. Penampil-penampil pada setiap sisi bangunan diduga merupakan bangunan tambahan pada tahap II, karena terlihat adanya ketidaksatuan antara penampil dengan bangunan utama. Dengan kata lain, struktur bata antara keduanya hanya menempel.
b. Candi Perwara
Candi Perwara berjumlah tiga buah yang terletak di sebelah timur candi induk.
- Candi Perwara I
Candi ini terletak di sebelah utara pada susunan candi perwara dengan ukuran 5.2 x 5.2 m dengan tinggi yang tersisa 0.7 m. Bangunan berupa reruntuhan bata yang menyisakan lapisan bata sebanyak 9 lapis. Candi Perwara ini dalam kondisi yang paling baik dibandingkan dengan candi perwara lainnya.
- Candi Perwara II
Candi perwara II terletak di tengah dan merupakan reruntuhan bangunan kedua yang kondisinya masih cukup baik. Candi ini juga berukuran 5.2 x 5.2 m dengan tinggi 0.4 m. Bata-bata dibagian penampil berhasil direkonstruksi dan membentuk denah empat persegi panjang. Di atas susunan bata terdapat bata berelief yang diperkirakan merupakan bagian mulut figur binatang.
- Candi Perwara III
Candi terletak di sebelah selatan pada susunan candi perwara dan merupakan reruntuhan bata yang mengalami kerusakan paling parah. Bata-batanya telah banyak yang hilang. Namun berdasarkan sisa-sisa struktur yang ada diperkirakan bentuk bangunannya sama dengan bangunan lainnya, yaitu berukuran 5.2 x 5.2 m. Struktur bata yang tersisa di bagian sisi utara tingginya 0.3 m.
2. Candi 2
Candi 2 terletak di sebelah Barat Candi 1, merupakan sebuah kompleks bangunan candi yang terdiri dari sebuah candi induk, empat struktur bata, dan sebuah candi perwara. Pada kompleks Candi 2 ini terdapat empat buah struktur bata yang tidak terdapat di candi lain. Empat struktur bata tersebut terletak berjajar dengan orientasi Utara - Selatan. Fungsi keempat struktur bata tersebut belum diketahui. Kemungkinan pengupasan pada Perwara Candi 2 akan mengungkap keberadaan kedudukannya di dalam kompleks Candi 2.
a. Candi Induk
Bangunan candi induk berukuran 10 x 13 m dan tinggi 1 m. Pada ketiga sisinya, kecuali sisi timur terdapat penampil yang berukuran hampir sama sekitar 0.4 x 4.9 m. Sedangkan di sisi timur terdapat dua buah penampil yang berukuran 2.6 x 7.3 m dan 0.5 x 3.3 m. Penampil ini menjadi petunjuk arah hadap candi. Pada penampil ini terdapat dua buah jalan naik ke atas candi yang terletak di sisi utara dan selatan.
b. Candi Perwara
Candi Perwara ini mempunyai denah empat persegi panjang berukuran 9.,8 x 13 m dengan arah hadap bangunan ke arah barat. Pada sisi sebelah Barat terdapat struktur bata yang membentuk huruf U dengan panjang masing-masing sisinya 100 cm. Pada struktur yang berbentuk huruf U ini, terdapat struktur yang masih relatif utuh di sisi Selatan. Sementara struktur yang terletak di sisi Utara telah rusak terkena pengupasan.
c. Empat Struktur Bata
Empat struktur bata yang terletak di sebelah timur candi induk mempunyai bentuk dan ukuran yang sama, yaitu merupakan susunan bata yang dibentuk empat persegi panjang berukuran 68 cm x 78 cm. Posisi struktur bata berbaris dari utara ke selatan.
3. Candi 3
Candi 3 memiliki bagian Candi Induk dan 3 Candi Perwara. Candi ini merupakan kompleks candi yang paling jauh dari jalan masuk. Letak Candi 3 dari Candi 1 berjarak sekitar 500 m.
a. Candi Induk
Candi induk mempunyai bentuk unik karena berdenah segi dua puluh yang terbentuk dari segi empat yang berukuran 17.7 x 17.7 m. Pada bagian pusat bangunan berdenah segi delapan yang sisi-sisinya berukuran 1 meter. Pada masa berdirinya candi induk ini, diduga kuat bagian yang berdenah segi empat merupakan bagian kaki candi, sedangkan bagian yang berdenah delapan ini menjulang tinggi sebagai bagian dari tubuh candi.
Pada bagian timur Candi Induk terdapat struktur bata yang merupakan selasar penghubung dengan Candi Perwara I. Berdasarkan hal itu, diduga kuat bahwa arah hadap atau pintu tangga menuju batur candi adalah di sebelah timur.
b. Candi Perwara
Candi Perwara di kompleks Candi 3 berjumlah 3 buah yang terletak di sebelah utara, timur, dan selatan candi induk. Candi-candi tersebut mempunyai ukuran yang berbeda dengan candi perwara yang paling luas di sebelah timur dan candi perwara yang terkecil di sebelah utara.
- Candi Perwara I
Candi Perwara I merupakan candi yang ukurannya paling luas berdenah segi empat berukuran 11 x 11.4 m. Candi Perwara ini terhubung dengan candi induk dengan adanya selasar. Lapisan bata yang masih tersisa berjumlah 2 lapis. Pada bagian tengah candi berupa tanah yang tidak rata permukaannya.
- Candi II
Candi Perwara II ini terletak sangat dekat di sebelah Selatan candi induk. Namun antara keduanya terpisah dan tidak terdapat selasar seperti pada candi perwara I. Candi Perwara II berdenah bujursangkar berukuran 5,2 x 7.4 m. Pada sisi Utara terdapat penampil berukuran 1.2 x 1.2 m. Bata-bata pada penampil ini disusun kembali sampai menutupi bagian atasnya. Sedangkan bagian lainnya hanya ditutup dengan dengan pasir.
- Candi III
Candi Perwara III lokasinya di sebelah Utara dari Candi Perwara I. Candi berdenah segi empat berukuran 6.7 x 6.7 m. Lapisan bata hasil penyusunan kembali berjumlah 5 lapis. Bagian atas candi keseluruhan tertutup oleh susunan bata.

4. Candi 7
Candi 7 terletak di sebelah Timutr Laut Candi 1 dengan jarak 20 m. Berdasarkan keletakannya, diduga kuat Candi 7 ini masih bagian dari candi-candi yang berada di Candi 1. Pada mulanya Candi 7 merupakan gundukan tanah yang berukuran 18 x 18 m dan tinggi sekitar 1 meter.
Candi 7 berdenah dasar empat persegipanjang dengan penampil di sebelah Barat. Denahnya berukuran 9 x 10.6 m sedangkan penampilnya berukuran 5.5 x 5.8 m. Bentuk Candi 7 ini tidak lazim karena bagian tengahnya kosong atau tidak ada bata-bata isian. Selain itu di bagian dalam atau tepatnya di sisi barat laut terdapat susunan bata yang membentuk lingkaran berukuran 1.5 x 1.7 cm. Berbeda dengan dibagian penampil yang padat dengan bata-bata isian yang sudah tidak lagi beraturan.

5. Candi 8
Candi 8 terletak di dekat sebuah danau yang ada di kompleks Candi Bumiayu. Danau tersebut berair di musim hujan dan sebaliknya akan kering di musim kemarau. Lokasi Candi 8 ini akan dilewati ketika akan menuju Candi 3.
a. Candi Induk
Candi induk berdenah empat persegi panjang berukuran 5 x 14 m.
b. Candi Perwara
Candi Perwara ini terletak di sebelah selatan candi induk berjarak 12 m. Candi ini mempunyai denah yang berbeda dengan candi induknya, yaitu berdenah bujur sangkar berukuran 3.1 x 2.1 m.