Arca Harihara Koleksi Museum Nasional No. Inv. 256/103a/2082

No. Regnas CB CB.1526
SK Penetapan
No SK : 170/M/2018
Tanggal SK : 9 Juli 2018
Tingkat SK : Menteri
Peringkat Cagar Budaya Nasional
Jenis Cagar Budaya Benda
Nama Cagar Budaya Arca Harihara Koleksi Museum Nasional No. Inv. 256/103a/2082
Keberadaan Provinsi : Dki Jakarta
Kabupaten / Kota : Kota Adm. Jakarta Pusat

Arca Harihara ini ditemukan di Candi Sumberjati, Simping, Blitar, Jawa Timur. Berdasarkan penelitian para ahli, Candi Sumberjati diduga kuat merupakan candi pendarmaan dari Kertarajasa Jayawardhana (wafat pada tahun 1309 Masehi), pendiri Kerajaan Majapahit. Oleh karena itu, Arca Harihara ini diduga kuat merupakan arca perwujudan tokoh tersebut.
Harihara dibuat sebagai wujud sinkritisme antara Hindu dan Buddha sebagai keyakinan yang dianut oleh Kertarajasa Jayawardhana.
Kertarajasa Jayawardhana dianggap sebagai Wisnu karena berhasil menyelamatkan Singasari dari kehancuran akibat serangan Jayakatwang dan dianggap sebagai Syiwa karena dia penganut Syiwa yang taat.

Arca Harihara Koleksi Museum Nasional Nomor Inventaris 256/103a/2082 ini dipahatkan pada batu blok batu andesit yang berbentuk oval yang memiliki tinggi 192 cm dan lebar bagian dasar batu (lapik) 96 cm, dengan ketebalan batu 12,5 cm.
Arca menggambarkan tiga tokoh yang berdiri samabhanga. Ketiga tokoh yaitu tokoh utama (laki-laki) dan dua tokoh perempuan yang disebut parivara. Tokoh laki-laki digambarkan memiliki dua sisi berbeda pada bagian kanan dan kiri tubuhnya. Bagian tubuh sebelah kanannya menggambarkan Siva dan bagian tubuh sebelah kirinya menggambarkan Visnu. Tokoh laki-laki digambarkan memiliki empat buah tangan. dua tokoh lain (perempuan) yang berdiri di sisi kanan dan kirinya. Penggambaran tokoh perempuan berukuran seperempat ukuran tokoh utama (laki-laki).
Deskripsi tokoh utama
Tangan kanan depan area digambarkan bersikap tarjani dengan membawa aksamala dan tangan kiri depan area digambaran membawa gada. Tangan kanan dan kiri di belakang area digambarkan bersikap karana. Tangan kanan digambarkan membawa cakra dan tangan kiri membawa sankha.
Bagian kepala Arca Harihara digambarkan mengenakan Jatamakuta meninggi dengan hiasan roset dan untaian mutiara. Mata tokoh terpejam dan ekspresi wajahnya santa. Leher tokoh digambarkan memiliki empat buah garis.
Bagian badannya digambarkan mengenakan upavita berupa untaian mutiara. Arca Harihara mengenakan kain tebal tanpa hiasan dari pinggang hingga pergelangan kaki. Memakai dua buah ikat pinggang, dengan uncal yang dibiarkan terjulur ke bawah, dan sampur yang digambaran menyrupai kain berpola kawung yang disimpulkan menyerupai kipas
Arca Harihara mengenakan perhiasan berupa anting (subang) di kedua telinganya berbentuk untaian mutiara, pada lehernya terdapat dua buah kalung, pada lengannya terdapat kelat bahu, gelang di pergelangan tangannya, dan cincin.
Deskripsi Parivara
Kedua tokoh perempuan di sisi arca Harihara adalah Dewi Laksmi dan Dewi Sri. Kedua tokoh tidak memiliki asana. Dewi Sri berukuran tinggi badan 81 cm. Dewi Laksmi berukuran tinggi badan 79 cm.
Berikut ini rincian tinggi arca tersebut:
Kepala
Tinggi ushnisa : 2 cm
Bonggol rambut : 6 cm
Panjang muka : 17 cm
Panjang hidung : 6 cm
Lebar hidung : 4,6 cm
Panjang bibir : 4 cm
Lebar bibir : 2,5 cm
Panjang Mata : 4,5 cm
Lebar Mata : 2,6 cm
Panjang telinga : 7,2 cm
Lebar telinga : 4 cm
Lebar muka : 14,5 cm
Badan
Tinggi Tokoh : 176 cm
tala : 17 cm
panjang leher : 5 cm
jarak leher ke dada : 20 cm
jarak dada ke pusar : 20 cm
jarak pusar ke pangkal paha : 26 cm
Kaki
jarak pangkal paha ke paha : 31 cm
panjang lutut : 5 cm
jarak lutut ke pangkal kaki : 40 cm
pergelangan kaki ke telapak kaki : 5 cm

Peta Tidak Tersedia