Rumah Joglo Arsawikrama

No. Regnas CB CB.1582
SK Penetapan
No SK : 432/226 tahun 2018
Tanggal SK : 7 Juni 2018
Tingkat SK : Bupati
Peringkat Cagar Budaya Kabupaten
Jenis Cagar Budaya Bangunan
Nama Cagar Budaya Rumah Joglo Arsawikrama
Keberadaan Provinsi : Jawa Tengah
Kabupaten / Kota : Kabupaten Purbalingga

Rumah ini dibangun oleh Arsawikrama pada tahun 1927 dan selesai pada tahun 1932. Nama Arsawikrama merupakan tokoh Kepala Desa Karangklesem yang memerintah pada zaman penjajahan Hindia Belanda atau pra-kemerdekaan yakni pada kisaran awal abad XX. Dia juga menjabat sebagai seorang Penatus atau kordinator beberapa kepala desa sekaligus diantaranya Desa Karangklesem, Karangaren, Karangreja, Limbangan dan Cendana.

Rumah Joglo Arsawikrama merupakan prototype rumah tradisional Jawa. Bangunan berorientasi ke utara. Terdiri dari Pendopo dan menyambung rumah tinggal. Atap joglo ditutup dengan seng yang sudah diperbaharui. Model joglo mengusung konsep Joglo Hageng atau serupa dengan Pendopo Dipokusumo Purbalingga atau Pura Mangkunegaran Surakarta. Kerangka atap keseluruhan bangunan masih asli termasuk bagian plafon atau langit-langit yang terbuat dari Gribyig (sebutan lokal untuk anyaman bambu yang terbuat hanya bagian kulit luar bambu). Plafon bagian ruang Pendopo terdapat lubang-lubang bekas terkena pecahan peluru artileri. Ruang pendopo juga terdapat struktur Rong-rongan (umpak-soko guru-blandar pengeret-sunduk kili dan tumpangsari) yang masih asli.

Masih pada bagian Pendopo terdapat bagian Pringgitan. Bagian ini terdapat gebyog kayu yang masih asli sebagai pembatas dengan ruang Dalem. Pada bagian kanan dan kiri terdapat kamar-kamar atau Senthong yang masih tertutupi gebyog. Gebyog terbuat dari kayu terdapat ukiran floral pada bagian atas dan polos pada bagian bawahnya, selain itu terdapat tiga daun pintu krepyak kayu model kupu tarung untuk kases menuju ruang Dalem, serta terdapat dua pintu lagi yang sama untuk menuju ruang kamar pada kanan-kiri Pringgitan ini.

Ruang Dalem merupakan ruang tengah dan bagian kanan – kirinya diapit ruang kamar atau Senthong Kiwo dan Senthong Tengen masing-masing dihubungkan pintu yang masih asli. Pintu bagian timur masih lengkap dengan kusen, fentilasi dan daun pintu. Sementara pintu bagian barat hanya tertinggal kusen tanpa daun pintu. Ruang ini juga terdapat rong-rongan yang masih asli. Bagian soko guru terdapat sambungan karena pernah roboh terkena ledakan artileri. Plafon bagian ruang Dalem juga masih asli dan terdapat lubang-lubang karena tertembus peluru artileri. Kecuali plafon rong-rongan yang sudah dihias dengan bahan yang baru. Atap ruang Dalem hingga belakang mengusung model limasan.

Bagian paling belakang dari rumah ini terdapat ruang-ruang kamar atau Senthong. Terdapat tiga ruang, dua ruang sebagai kamar tidur dan bagian tengah merupakan ruang khusus untuk menyepi atau ritual tertentu. Bagian Senthong ini juga dibatasi oleh gebyog kayu yang sama dengan bagian pringgitan, Senthong bagian tengah atau ruang ritual tidak terdapat pintu hanya terdapat motif hiasan sulur-sulur.