Situs Cagar Budaya Penjara Orang Rantai dan Lubang Tambang Sungai Durian

No. Regnas CB CB.1872
SK Penetapan
No SK : 188.45/327/WAKO-SWL/2017
Tanggal SK : 13 Oktober 2017
Tingkat SK : Bupati
Peringkat Cagar Budaya Kota
Jenis Cagar Budaya Situs
Nama Cagar Budaya Situs Cagar Budaya Penjara Orang Rantai dan Lubang Tambang Sungai Durian
Keberadaan Provinsi : Sumatera Barat
Kabupaten / Kota : Kota Sawahlunto

Bangunan ini dibangun pada tahun 1925 sebagai penjara bagi orang rantai. Di dalam penjara ini juga terdapat lubang tambang yang di gunakan sebagai tempat orang rantai bekerja menggali batu bara. Selain lobang tambang dalam penjara ini juga terdapat ruangan administrasi yang berfungsi sebagai tempat memeriksa atau menseleksi kesehatan orang rantai sebelum masuk ke dalam lobang tambang. Jika orang rantai tersebut dinyatakan sehat maka rantainya dilepas kemudian di persilahkan untuk mengambil lampu baterai atau perkakas lain di ruang penyimpanan perkakas kemudian masuk bekerja dalam lobang tambang batu bara. ketika keluar lubang tambang orang rantai juga harus melewati prosedur di masing-masing ruangan dalam penjara tersebut. Prosedur ini diterapkan pemerintah Kolonial Belanda untuk mengurangi jumlah tahanan/ orang rantai yang melarikan diri.

Bangunan ini merupakan puing-puing komplek penjara tambang yang dibangun tahun 1925. Bangunan ini berupa dinding beton yang memiliki tinggi bervariasi antara 6-8 Meter ditambah 1 meter pagar kawat berduri dibagian atas dinding bangunan. Jejak-jejak lain yang menunjukan bangunan ini sebuah penjara tambang masih ada walaupun bagian-bagian saja. Bangunan ini masih mampu menggambarkan sebuah penjara tambang yang terhubung langsung dengan lubang tambang. Mulut lubang tambang masih nyata dan kokoh berada di pojok kiri bangunan utama sebagai ruang tunggu antrian pergantian shift kerja antar buruh. 1 meter dari mulut lubang tambang dipasang Seal Off sebagai sekat permanen demi keamanan dari gangguan manusia maupun proses alam yang berpotensi menimbulkan bahaya. Pada bagian tertentu dinding bangunan dipasang pecahan kaca. Atap dan rangka, pintu dan lantai sudah tidak ada. Sebagian dinding sudah mengalami pelapukan dan rusak karena ditumbuhi tanaman liar maupun ulah vandalism yang mengambil sebagian komponen bangunan yang terbuat dari besi. Sedangkan Ruang peralatan kerja, ruang tempat membuka rantai tangan maupun kaki sudah tidak tampak, tapi letak dan bekasnya masih meninggalkan jejak. Fasilitas penjara lainnya seperti barak-barak sel, Kantor administrasi, Pos Satuan Pengamanan dan lapangan tempat hiburan sudah tidak lagi terlihat tapaknya.