Situs Cagar Budaya Stasiun Pompa Air Rantih/Pompstation

No. Regnas CB CB.1874
SK Penetapan
No SK : 188.45/327/WAKO-SWL/2017
Tanggal SK : 13 Oktober 2017
Tingkat SK : Bupati
Peringkat Cagar Budaya Kota
Jenis Cagar Budaya Situs
Nama Cagar Budaya Situs Cagar Budaya Stasiun Pompa Air Rantih/Pompstation
Keberadaan Provinsi : Sumatera Barat
Kabupaten / Kota : Kota Sawahlunto

Pompstation atau Stasiun Pompa berada di pinggir Sungai Ombilin di Desa Rantih. Pada area Situs Stasiun Pompa Air Rantih ini terdapat beberapa bangunan dan struktur diantaranya: Oud Pomphuis atau Rumah Pompa Lama, Niewe Pomhuis atau Rumah Pompa Baru, Water Bak atau Bak Air, Rumah Panjaga dan Gudang. Oud Pomphuis atau Rumah Pompa Lama sudah ada di peta Kaart van Soengei Doerian tahun 1902. Niewe Pomhuis atau Rumah Pompa Baru dan Water Bak atau Bak Air sudah terdapat pada Blueprint tahun 1919. Selanjutnya untuk mendukung Pompstation atau Stasiun Pompa dibangunlah Rumah Penjaga dan Gudang. Stasiun Pompa Air Rantih merupakan salah satu bangunan pada masa Kolonial Belanda dan digunakan untuk mendukung sistem penambangan “Sand Filling” atau “Sistem Pasiran”. Dari Stasiun Pompa Rantih air dipompakan ke Bak Penampungan Kayu Gadang. Air dari bak penampungan digunakan untuk mengambil material pasir di daerah Kayu Gadang menggunakan mesin semprot air bertekanan tinggi.
Dibangun pada tahun 1924. Pompa Air Rantih merupakan salah satu bangunan yang dibangun pada zaman kolonial Belanda dan digunakan untuk mendukung sistem penambangan “Sand Filling” atau “Sistem Pasiran” dengan cara mengambil material pasir dari daerah Kayu Gadang menggunakan mesin semprot air bertekanan tinggi. Fasilitas ini juga digunakan untuk transmisi air bersih dan sumber untuk air industri batubara dan rumah tangga. Stasiun pompa air ini sampai sekarang masih dipergunakan sebagai pompa air.

Pada area Situs Stasiun Pompa Air Rantih ini terdapat beberapa bangunan dan struktur diantaranya: Oud Pomphuis atau Rumah Pompa Lama, Niewe Pomhuis atau Rumah Pompa Baru, Water Bak atau Bak Air, Rumah Panjaga dan Gudang. Situs Stasiun Pompa Air Rantih terbuat dari bata berspesi 1 ½ bata dan pasangan batu sungai. Rumah Pompa Lama saat ini hanya menyisakan struktur bak yang ada di basement, sedangkan bangunan rumah Pompa Lama sudah tidak ada lagi. Atap bangunan Niewe Pomhuis atau Rumah Pompa Baru bertingkat atau khas bangunan kolonial Belanda dikenal dengan istilah dormer. Kuda-kuda atap dari balok kayu, sedangkan atap dari bahan seng plat tebal. Rumah pompa dilengkapi dengan bak berupa kolam sekaligus saluran air dari sungai Ombilin. Air yang terhimpun di bak itu kemudian disedot dengan pompa untuk disalurkan ke pipa hingga ke bak penampungan di Kayu Gadang. Tidak ada perubahan yang berarti pada bangunan pompa air ini. Perubahan lainnya berupa penambahan bangunan pos jaga rumah pompa. Sedangkan bangunan Rumah Penjaga dan Gudang saat ini telah alih fungsi sebagai rumah hunian warga. Struktur asli bangunan cukup baik namun terdapat sedikit perubahan karena penambahan sebagai rumah hunian.
Bangunan Pompa Air Rantih terletak persis dipinggir sungai Ombilin di daerah Rantih terdiri dari dua bak penampungan dan satu rumah pompa. Bangunan rumah pompa air Rantih terbuat dari bata berspesi 1 ½ bata merupakan tempat instalasi mesin-mesin pompa air dan pipa-pipa saluran air. Atap bangunan bertingkat atau khas bangunan kolonial Belanda dikenal dengan istilah dormer. Kuda-kuda atap dari balok kayu, sedangkan atap dari bahan seng plat tebal. Rumah pompa dilengkapi dengan bak berupa kolam sekaligus saluran air dari sungai Ombilin. Air yang terhimpun di bak itu kemudian disedot dengan pompa untuk disalurkan ke pipa hingga ke bak penampungan di Kayu Gadang. Tidak ada perubahan yang berarti pada bangunan pompa air ini. Perubahan hanya pada salah satu bak penampungan yang sudah tidak difungsikan lagi dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai kolam ikan. Perubahan lainnya berupa penambahan bangunan pos jaga rumah pompa.