Mondmijn Soengai Doerian/ Lubang Tambang Sungai Durian

No. Regnas CB CB.1879
SK Penetapan
No SK : 188.45/329/WAKO-SWL/2019
Tanggal SK : 2 Desember 2019
Tingkat SK : Bupati
Peringkat Cagar Budaya Kota
Jenis Cagar Budaya Struktur
Nama Cagar Budaya Mondmijn Soengai Doerian/ Lubang Tambang Sungai Durian
Keberadaan Provinsi : Sumatera Barat
Kabupaten / Kota : Kota Sawahlunto

Pada tahun 1891, Hindia Belanda menugaskan Ir. JA. Hooze
merancang dan mempersiapkan penggalian batubara di ladang
Soengai Doerian. Pada tahun 1892, pekerjaan penelitian skala
besar dilakukan untuk menganalisis strata batubara. Personel
penelitian pertambangan berasal dari Eropa dan pekerjaan
penelitian dimulai pada 15 Agustus 1892 hingga 15 Agustus
1893. Penelitian dilakukan pada lapisan C untuk menentukan
lokasi untuk pembangunan terowongan penambangan
batubara.
Penggalian penambangan dimulai di dekat sungai Lunto
dimana lapisan batubara berkualitas baik ditemukan. Temuan
ini mengarah pada keputusan untuk melakukan penambangan
di lokasi itu dan area penambangan disebut 'Lubang Tambang
Loento'.Penelitian batubara selanjutnya dilakukan lebih jauh ke
tenggara di Lembah Waringin. Temuan lapisan batubara yang
tebal di daerah ini juga membuka lubang tambang lain yang
disebut Lubang Tambang Waringin.
Situs penambangan Soengai Doerian menjadi titik awal
penambangan batubara Ombilin dengan pembukaan Lubang
Penambangan Loento (I, II, dan III) diikuti dengan
pembukaan lubang penambangan lainnya seperti Pandjang,
Waringin, Doerian dan Soengai Doerian. Pada tahun 1893,
terowongan penambangan utama mulai beroperasi dan
selanjutnya batubara diangkut dengan kereta ringan/lori
(decauvillespoor) dari satu lubang ke lubang lainnya di dalam
lokasi penambangan Soengai Doerian.
Lubang Loento II sebagai terowongan transportasi utama
(hoofdtransport galerij) terhubung ke lubang penambangan
Doerian, lubang penambangan Pandjang dan lubang
penambangan Soengai Doerian.

Lokasi penambangan khususnya pintu dan lubang tambang
memiliki integritas tinggi sebagai peninggalan arkeologis.
Situs-situs tersebut belum dibangun kembali sejak
penggunaan awal. Integritas lubang penambangan, lubang
ventilator, gedung kompresor udara yang dihubungkan oleh
jalur truk, merupakan urutan proses dari ekstraksi batubara ke
pabrik pengolahan/penyaringan batubara. Integritas lokasi
penambangan, stasiun pemompaan air dan pembangkit listrik
yang dihubungkan oleh sungai, merupakan hubungan
fungsional antara atribut dan teknologi ensamble dalam
penambangan.