Eks. Rumah Sakit Migas Cepu

No. Regnas CB CB.1906
SK Penetapan
No SK : 430/1190/2019
Tanggal SK : 21 Agustus 2019
Tingkat SK : Bupati
Peringkat Cagar Budaya Kabupaten
Jenis Cagar Budaya Bangunan
Nama Cagar Budaya Eks. Rumah Sakit Migas Cepu
Keberadaan Provinsi : Jawa Tengah
Kabupaten / Kota : Kabupaten Blora

Keberadaan Rumah Sakit Migas Cepu nerkaitan dengan penambangan minyak di masa lalu. Penambangan minyak di Cepu diawali oleh Adrian Stoop, seorang berkebangsaan Belanda pemilik perusaahaan minyak Doordtse Petroleum Maatschappj. Adrian melakukan pengeboran pertama pada juli 1893 di sumur Ledok I yang merupakan penghasil migas tertua di dunia.

Perusahaan minyak beroperasi tidak hanya membutuhkan sumur bor, pabrik pengolahan, dan perkantoran, namun juga harus membangun tempat tinggal bagi para karyawan dan Keberadaan Rumah Sakit Migas Cepu berkaitan dengan aktivitas pertambangan minyak di masa lalu. Penambangan minyak di Cepu diawali oleh Adrian Stoop, seorang berkebangsaan Belanda pemilik perusahaan minyak Doordtsche Petroleum Maatschappij. Adrian Stoop melakukan pengeboran pertama pada Juli 1893 di sumur Ledok 1 yang merupakan penghasil migas tertua di dunia.
Perusahaan minyak beroperasi tidak hanya membutuhkan sumur bor, pabrik pengolahan, dan perkantoran, namun juga harus membangun tempat tinggal bagi para karyawan dan pekerja beserta fasilitas hidup lainnya. Salah satu fasilitas yang harus dipenuhi adalah fasilitas kesehatan bagi karyawan, pekerja maupun keluarganya.

Bangunan Eks Rumah Sakit Migas Cepu belum diketahui secara pasti masa pendiriannya, namun secara gaya bangunan yang terlihat dapat dirunut perkiraan waktu pendiriannya. Berdasar gayanya, bangunan eks Rumah Sakit Migas dapat diperkirakan dibangun pada kurun waktu tahun 1890 – 1910. Hal ini mengacu pada unsur-unsur bahan yang digunakan serta gaya bangunan dan bagian-bagiannya. Salah satu unsur mencolok adalah pagar serambi yang menggunakan bahan besi tempa dengan motif flora yang mengingatkan akan langgam arsitektur kolonial peralihan yang menerapkan aliran art nouveau dalam sejarah arsitektur dan dekoratif.
Art Nouveau adalah salah satu aliran yang menitikberatkan pada konsep pemahaman kehidupan modern dan metode produksi. Terdapat pembatasan antara seni murni dan seni terpakai. Aliran ini berkembang pada tahun 1819 – 1914 yang selanjutnya mempengaruhi gaya De Stilj yang cukup banyak berkembang di Indonesia.

Bangunan Eks Rumah Sakit Migas Cepu
Bangunan eksisting terdiri dari empat unit bangunan yaitu: 1) gedung kantor administrasi dan klinik; 2) bangsal rawat inap dan unit laboratorium; 3) rumah dinas bidan; dan 4) satu unit bangunan yang pernah disewa oleh Koramil Cepu menjadi kantor. Siteplan posisi bangunan terlampir.

1. Gedung Kantor Administrasi dan Klinik
Gedung berupa bangunan panggung berbahan campuran antara baja, kayu, dan bata plester. Penopang bangunan dari bahan baja H biem yang ditopang cor semen, sehingga bagian bawah bangunan terdapat kolong setinggi rata-rata 50 cm. Bangunan berdenah persegi panjang membujur barat laut tenggara dengan arah hadap timur laut, namun ditutup dengan bangunan baru yang menghadap barat laut, setinggi 7,5 meter. Bangunan berukuran 20,2 x 26,5 meter.
Saat ini bagian depan bangunan tidak dapat terlihat, namun di salah satu sudut, yaitu sudut utara terlihat serambi yang disangga tiang kayu berukuran 20 x 20 cm dengan pagar terbuat dari besi tempa dengan ornamen. Pagar ini mengingatkan pada motif hias art nouveau. Bagian plafon ditutup bahan logam lengkung yang terdapat keropos di beberapa bagian. Melihat sisa bentuk bagian ini dimungkinkan sebagai serambi bangunan. Bagian serambi sebagian ditutup dengan tembok dan sebagian lagi terdapat penambahan dinding baru dengan sekat kaca yang dimungkinkan sebagai bagian loket (gambar 1).
Sisi barat laut bangunan berupa tembok dengan jajaran jendela-jendela krepyak kayu dan jendela kaca. Sementara di bagian barat daya terdapat jajaran jendela kaca dan jendela krepyak kayu yang dipisahkan oleh pintu yang dihubungkan oleh doorlop dengan bangunan bangsal di bagian belakang. Di bagian ini terdapat jajaran bouven kaca berjajar tiga di bagian ujung timur (gambar 2). Sedangkan sisi timur bangunan terdapat pintu yang ditutup dengan strimin baja, dan jajaran jendela krepyak.
Bangunan ini memiliki ciri khas berupa bangunan panggung dengan bahan besi baja h biem dan besi tempa. Berdenah persegi panjang yang di bagian tengah terdapat ruang terbuka atau plasa yang saat ini ditutup bagian atasnya dan menciptakan satu ruang baru. Terdapat 14 ruangan yang saat ini tidak lagi dimanfaatkan namun di bagian atas pintu terdapat huruf-huruf sebagai sebutan masing-masing ruang.
Masing-masing ruang masih relatif dalam keadaan unsur asli bagian tembok dan plafon yang ada, namun lantainya sudah diganti dengan lantai keramik putih. Beberapa ruang terdapat tempat tidur dengan rangka kayu yang berfungsi sebagai tempat memasang tirai ruang periksa. Hal ini menunjukkan bahwa ruangan-ruangan tersebut merupakan ruang periksa atau poliklinik.

2. Bangunan Bangsal Rawat Inap dan Unit Laboratorium
Denah bangunan berbentuk persegi panjang dengan ukuran + 90 x 10 m dan terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama berada pada kontur yang lebih tinggi dan terdiri dari bangsal rawat inap serta beberapa poliklinik. Bagian kedua berada pada kontur yang lebih rendah yang dihubungkan oleh tangga dengan bagian pertama (bagian bangsal rawat inap). Bagian kedua berfungsi sebagai unit laboratorium (gambar 3). Kedua bagian bangunan berbentuk panggung (gambar 4) berbahan campuran antara baja, kayu, dan bata plester. Penopang bangunan dari bahan baja H biem yang ditopang cor semen, sehingga bagian bawah bangunan terdapat kolong setinggi rata-rata 50 cm.

Kondisi struktur bangunan termasuk kusen-kusennya saat ini masih cukup kokoh dengan tidak terdapat banyak perubahan terhadap bentuk aslinya sedangkan kondisi penutup lantai dan dinding perlu diperbarui.

Bangunan Eks Rumah Sakit Migas Cepu
Bangunan eksisting terdiri dari empat unit bangunan yaitu: 1) gedung kantor administrasi dan klinik; 2) bangsal rawat inap dan unit laboratorium; 3) rumah dinas bidan; dan 4) satu unit bangunan yang pernah disewa oleh Koramil Cepu menjadi kantor. Siteplan posisi bangunan terlampir.

1. Gedung Kantor Administrasi dan Klinik
Gedung berupa bangunan panggung berbahan campuran antara baja, kayu, dan bata plester. Penopang bangunan dari bahan baja H biem yang ditopang cor semen, sehingga bagian bawah bangunan terdapat kolong setinggi rata-rata 50 cm. Bangunan berdenah persegi panjang membujur barat laut tenggara dengan arah hadap timur laut, namun ditutup dengan bangunan baru yang menghadap barat laut, setinggi 7,5 meter. Bangunan berukuran 20,2 x 26,5 meter.
Saat ini bagian depan bangunan tidak dapat terlihat, namun di salah satu sudut, yaitu sudut utara terlihat serambi yang disangga tiang kayu berukuran 20 x 20 cm dengan pagar terbuat dari besi tempa dengan ornamen. Pagar ini mengingatkan pada motif hias art nouveau. Bagian plafon ditutup bahan logam lengkung yang terdapat keropos di beberapa bagian. Melihat sisa bentuk bagian ini dimungkinkan sebagai serambi bangunan. Bagian serambi sebagian ditutup dengan tembok dan sebagian lagi terdapat penambahan dinding baru dengan sekat kaca yang dimungkinkan sebagai bagian loket

Sisi barat laut bangunan berupa tembok dengan jajaran jendela-jendela krepyak kayu dan jendela kaca. Sementara di bagian barat daya terdapat jajaran jendela kaca dan jendela krepyak kayu yang dipisahkan oleh pintu yang dihubungkan oleh doorlop dengan bangunan bangsal di bagian belakang. Di bagian ini terdapat jajaran bouven kaca berjajar tiga di bagian ujung timur . sedangkan sisi timur bangunan terdapat pintu yang ditutup dengan strimin baja, dan jajaran jendela krepyak.
Bangunan ini memiliki ciri khas berupa bangunan panggung dengan bahan besi baja h biem dan besi tempa. Berdenah persegi panjang yang di bagian tengah terdapat ruang terbuka atau plasa yang saat ini ditutup bagian atasnya dan menciptakan satu ruang baru. Terdapat 14 ruangan yang saat ini tidak lagi dimanfaatkan namun di bagian atas pintu terdapat huruf-huruf sebagai sebutan masing-masing ruang.
Masing-masing ruang masih relatif dalam keadaan unsur asli bagian tembok dan plafon yang ada, namun lantainya sudah diganti dengan lantai keramik putih. Beberapa ruang terdapat tempat tidur dengan rangka kayu yang berfungsi sebagai tempat memasang tirai ruang periksa. Hal ini menunjukkan bahwa ruangan-ruangan tersebut merupakan ruang periksa atau poliklinik.

2. Bangunan Bangsal Rawat Inap dan Unit Laboratorium
Denah bangunan berbentuk persegi panjang dengan ukuran + 90 x 10 m dan terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama berada pada kontur yang lebih tinggi dan terdiri dari bangsal rawat inap serta beberapa poliklinik. Bagian kedua berada pada kontur yang lebih rendah yang dihubungkan oleh tangga dengan bagian pertama (bagian bangsal rawat inap). Bagian kedua berfungsi sebagai unit laboratorium (gambar 3). Kedua bagian bangunan berbentuk panggung berbahan campuran antara baja, kayu, dan bata plester. Penopang bangunan dari bahan baja H biem yang ditopang cor semen, sehingga bagian bawah bangunan terdapat kolong setinggi rata-rata 50 cm.
Kondisi struktur bangunan termasuk kusen-kusennya saat ini masih cukup kokoh dengan tidak terdapat banyak perubahan terhadap bentuk aslinya sedangkan kondisi penutup lantai dan dinding perlu diperbarui.

3. Rumah Dinas Bidan
Denah bangunan berbentuk persegi panjang dengan ukuran + 12 x 8 m. Bangunan berbentuk panggung berbahan campuran antara baja, kayu, dan bata plester. Penopang bangunan dari bahan baja H biem yang ditopang cor semen, sehingga bagian bawah bangunan terdapat kolong setinggi rata-rata 50 cm. Terdapat atap tambahan dari bahan baja dan seng di bagian depan bangunan. Kondisi struktur bangunan termasuk kusen-kusennya saat ini masih cukup kokoh dengan tidak terdapat banyak perubahan terhadap bentuk aslinya sedangkan kondisi penutup lantai dan dinding perlu diperbarui.

4. Gedung Eks Koramil Cepu
Denah bangunan berbentuk bujur sangkar dengan ukuran + 9 x 9 m. Berbeda dengan ketiga unit bangunan lainnya, kondisi eksisting bangunan ini tidak memiliki konstruksi panggung. Bagian belakang bangunan telah mengalami kerusakan akibat pembongkaran saat pelaksanaan pekerjaan bongkaran untuk pembangunan rumah sakit baru. Gaya arsitektur bangunan ini memiliki kemiripan dengan bangunan di lingkungan sekitar namun terdapat beberapa perbedaan yang menyolok yaitu: 1) konstruksi bangunan ini bukan bangunan panggung sedangkan dua bangunan di lingkungan sekitar yang memiliki bentuk serupa mempunyai konstruksi panggung; 2) dinding bangunan terdiri dari tembok dengan tampak luar polos sedangkan pada dua bangunan di lingkungan sekitar yang berbentuk serupa memiliki tampak luar dinding dengan terdapat struktur menyilang pada dinding . Lokasi kedua bangunan tersebut berdekatan dengan gedung eks Koramil Cepu