Tugu Pahlawan

  • Struktur Tugu Pahlawan

  • Area Struktur Tugu Pahlawan

  • Tugu Pahlawan Tahun 1953

NO REGNAS RNCB.20140117.03.000015
SK Penetapan

SK Menteri No022/M/2014

SK Walikota No188.45/251/402.1.04/1996

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Struktur
Kabupaten/Kota Kota Surabaya
Provinsi Jawa Timur
Nama Pemilik Negara
Nama Pengelola UPTD Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh November

Tugu pahlawan didirikan di lokasi yang memiliki makna penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, baik dari kekuasaan Jepang maupun Sekutu yang diboncengi Belanda, dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Peletakkan batu pertama dilakukan oleh Presiden Soekarno pada peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November 1951.

Tinggi Tugu Pahlawan pada awalnya direncanakan 45 meter sesuai dengan angka tahun berdirinya Republik Indonesia, yaitu tahun 1945. Namun karena terdapat masalah konstruksi bangunan yang dikhawatirkan tidak mampu menopang ketinggian tersebut, akhirnya tugu dibangun setinggi 41,15 meter atau 45 yard diatas lahan seluas 2,9 Ha.
Tugu Pahlawan terdiri dari 11 bagian (tingkat) yang seluruhnya terbuat dari beton bertulang. Bagian puncak tugu yang meruncing dilengkapi dengan lampu berwarna merah dan penangkal petir. Terdapat hiasan berbentuk tumpal berwarna kuning keemasan pada bagian atas dan bawahnya. Bagian bawah tugu berdiameter 3,1 meter sedangkan bagian puncaknya berdiameter 1,3 meter. Tugu memiliki denah berbentuk segi 10 dan permukaannya membentuk jalur-jalur lengkung vertikal. Angka 10 dan 11 ini melambangkan peristiwa yang terjadi pada tanggal 10 bulan November tahun 1945.

Pada awal pembangunannya, Tugu Pahlawan ditangani Balai Kota Surabaya. Pekerjaan pembangunan tugu kemudian dilanjutkan Indonesian Engineering Corporation dan diteruskan oleh Pemborong Saroja. Monumen yang dibangun selama sepuluh bulan ini diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 10 November 1952. Pada tahun 1988 dimulailah penataan lapangan Tugu Pahlawan yang dilengkapi dengan bangunan museum, pintu masuk, patung, dan relief perjuangan. Sejak saat itu lapangan di sisi selatan tugu digunakan pula sebagai tempat upacara dan penyelenggaraan kegiatan-kegiatan kenegaraan.

Pada area tugu yang sekarang dikelilingi oleh pagar masif setinggi hampir 2 (dua) meter terdapat Museum 10 November di sisi utara dan arca proklamator serta replika reruntuhan bangunan kolonial di sisi selatan. Pada tahun 1991-1996 dilakukan pembenahan kembali Tugu Pahlawan dan Museum Perjuangan 10 November yang dipimpin oleh arsitek Ir. Sugeng Gunadi, MLA dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Tugu Pahlawan saat ini dalam kondisi baik dan terawat. Meski demikian, lampu berwarna merah yang terletak di puncak tugu tidak lagi berfungsi. Kolam pada bagian dasar struktur tidak lagi dialiri air dan diberi hiasan tambahan berupa lampu-lampu berbentuk kobaran api yang ditempatkan diatas tiang-tiang beton.