Naskah Nagarakertagama

  • Naskah Negarakertagama

NO REGNAS RNCB.20141013.01.000027
SK Penetapan

SK Menteri No280/M/2014

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Benda
Kabupaten/Kota Kota Jakarta Pusat
Provinsi DKI Jakarta
Nama Pemilik Negara
Nama Pengelola Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Nagarakertagama merupakan sebuah naskah karya sastra Jawa Kuna berbentuk kakawin dari masa Majapahit yang ditulis oleh seorang pujangga bernama samaran Rakawi Prapañca (Mpu Prapañca). Berdasarkan pupuh 94, bait 2, diketahui naskah ini selesai ditulis di Kamalasana pada tanggal 15 (purnnacandrama) bulan Aswayuja tahun Saka adri gajaryyama (1287), bertepatan dengan tanggal 30 September 1365. Naskah yang sampai kepada kita adalah naskah salinan (tinulad) yang dibuat pada hari Umanis-Wrhaspati (Kamis Legi) bulan Karttika tanggal 30 (karttikamasa ni panileman) tahun Saka paksarenö ghana dewa (1662) yang bertepatan dengan hari Kamis-Legi tanggal 20 Oktober 1740.

Naskah ini ditemukan oleh Dr. J.L.A. Brandes di Puri Cakranegara, Lombok, pada tanggal 18 November 1894 ketika pemerintah kolonial Belanda mengadakan ekspedisi militer ke Pulau Lombok. Brandes pada waktu itu diperbantukan pada staf pimpinan operasi militer dengan tujuan agar benda-benda budaya, khususnya yang berupa naskah-naskah lontar, jangan sampai musnah. Pada waktu itu sudah diketahui bahwa naskah-naskah lontar terbaik banyak disimpan di perpustakaan-perpustakaan di Bali dan Lombok, yaitu di puri raja-raja, rumah-rumah para bangsawan, dan para pendeta. Naskah-naskah temuan dari Puri Cakranegara ini kemudian dibawa ke Belanda dan disimpan di Perpustakaan Universitas Leiden. Naskah-naskah berharga tersebut tercatat sebagai Codex Orientalis (Cod. Or.) atau Legatum Orientalis (LOr.) 5023 dari Legatum Warnerianum. Nama Nagarakertagama ditemukan oleh Dr. J.L.A. Brandes dalam kolofon tambahan. Naskah tambahan dalam kolofon tersebut ada dua dan kolofon pertamalah yang memuat nama “Nagarakertagama”. Meski demikian, penyalin naskah memberi nama kakawin itu dengan sebutan Desawarnana. Nama Desawarnana sebagai nama kakawin dituliskan pada pupuh 94, bait ke-2 dan ke-3, yang menyebutkan nama-nama desa secara terperinci dan dinamakan dengan Desawarnana.

Naskah Kakawin Nagarakertagama ditulis bolak-balik diatas media lontar (Borassus flabellifer) dan terdiri atas 44 lembar (lempir). Setiap lembar memuat 4 (empat) baris tulisan beraksara Bali dan berbahasa Jawa Kuno dalam bentuk kakawin. Naskah diketahui memiliki ukuran panjang 48,4 cm dan lebar 3,5 cm. Pada sekitar tahun 1975, atas permintaan Pemerintah RI, naskah tersebut dikembalikan ke Indonesia dan kemudian disimpan di Perpustakaan Nasional RI. Naskah Nagarakertagama yang kini disimpan dalam kotak kayu bernomor 000 di dalam Perpustakaan Nasional dengan nomor inventaris NB. 9 ini direkomendasikan sebagai Cagar Budaya Nasional atas dasar merupakan salinan (tinulad) tertua naskah Nagarakertagama. Naskah Kakawin Nagarakertagama yang disimpan di Perpustakaan Nasional tersebut merupakan bagian dari 1 bundel naskah yang berisi 11 naskah Jawa Kuna setebal 157 halaman lontar. Kesebelas naskah dalam kumpulan tersebut yaitu Lubdhaka (Siwaratrikalpa), Kuñjara Karna, Jinarti Prakerti, Kerta Samaya, Nagarakertagama, Nirarta Prakerta, Sanu Sekar, Añan Nirartha, Lamban Puspa, Añja-añja Sañcaya Turida, dan naskah Añja-añja Sunsan.