Candi Jabung

  • Candi Jabung Probolinggo

  • Candi Jabung Tampak Barat Laut

  • Candi Jabung

  • Bagian Candi Jabung

  • Candi Jabung Tampak Depan (barat)

  • Candi Jabung

  • Candi Jabung Tampak Selatan

  • Candi Jabung Tampak Belakang (timur)

  • Batu Penutup Sungkup Candi Jabung

  • Relief Sri Tanjung di Candi Jabung

  • Relief di Candi Jabung

  • Hiasan Sabuk candi Jabung

  • Hiasan Kala Candi Jabung

  • Candi Menara Sudut Candi Jabung

NO REGNAS RNCB.19980721.04.000426
SK Penetapan

SK Menteri No205/M/2016

SK Menteri No177/M/1998

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Bangunan
Kabupaten/Kota Kabupaten Probolinggo
Provinsi Jawa Timur
Nama Pemilik Negara
Nama Pengelola Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur

Bangunan Cagar Budaya Candi Jabung terdiri atas tiga bagian candi yaitu kaki, tubuh, dan atap candi. Kaki candi bertingkat tiga dan tubuh candi berada pada tingkat teratas dari kaki candi. Candi menghadap ke barat dan pada sisi barat terdapat tangga. Bagian sebelah barat kaki terdapat penampil tempat kedudukan tangga menuju ke tubuh candi. Pada ketiga sisi kaki candi penampilnya hanya berupa tonjolan yang tidak terlalu menjorok. Bentuk Candi Jabung mencerminkan konsep caitya dalam bangunan suci Agama Buddha. Luas keseluruhan lahan situs ini 5.246 m2 dan luas keseluruhan bangunan 115.6 m2.

Pada kaki candi tingkat pertama terdapat hiasan medalion, pilaster berhias motif binatang, dan motif daun menghias bingkai candi. Pada kaki teras ketiga terdapat relief cerita Sri Tanjung yang menggambarkan figur seorang perempuan sedang naik seekor ikan. Kisah Sri Tanjung bernuansakan Hindu-Saiwa, karena adanya peran Ra Nini atau Dewi Uma. Keunikan Candi Jabung terletak pada tubuh candi yang berbentuk silinder dengan pintu di sebelah barat. Di ambang pintu pada tubuh candi terdapat angka tahun 1276 saka/1354 masehi. Berdasarkan sisa-sisa bagian atap candi yang sudah rusak, atap Candi Jabung kemungkinan besar berbentuk stupa, namun yang tersisa hanya bagian anda saja. Candi Jabung bernafaskan agama Buddha Mahayana. Walaupun tidak ada inskripsi yang menyebutkan tetapi dari ciri-ciri candi jelas sifat keagamaan tersebut. Candi Jabung memiliki keistimewaan yaitu merupakan satu-satunya bangunan candi zaman Majapahit yang tubuhnya berbentuk silindris yang pada beberapa sisinya diperkuat dengan pilaster sebagai paduraksa. Atap candi juga berbentuk lengkung yang sangat mungkin dasar stupa. Jadi berdasarkan arsitekturnya candi tersebut bernafaskan Buddha.

Dalam kitab Nagarakertagama Candi Jabung disebutkan dengan nama Bajrajinaparamitapura. Suatu petunjuk bahwa candi ini berlatarbelakang aliran tantraisme dalam agama Buddha Mahayana. Angka tahun 1276 Saka atau 1354 M berada dalam masa pemerintahan Hayam Wuruk (1351-1389 M). Dalam Nagarakrtagama disebutkan bahwa candi ini pernah dikunjungi Hayam Wuruk pada tahun 1359 M ketika ia sedang melakukan perjalanan ke Lumajang. Penelitian Candi Jabung pertama kali dilakukan oleh Regg. Hasil penelitiannya disebutkan dalam buku “History of Java” karya Th. Stamford Raffles tahun 1830. Tahun 1983/1984 – 1987/1988 dilakukan pemugaran Candi Jabung oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timur. Setelah selesai pemugaran, Candi Jabung dalam keadaan terawat.