Kompleks Percandian Gedongsongo

  • Gedongsongo4a

  • Gedongsongo

  • Gedongsongo2

  • Gedongsongo3

  • Gedongsongo4

NO REGNAS RNCB.20151026.05.000039
SK Penetapan

SK Menteri No195/M/2015

SK Menteri NoPM.24/PW.007/MKP/2007

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Kawasan
Kabupaten/Kota Kabupaten Semarang
Provinsi Jawa Tengah
Nama Pemilik Negara
Nama Pengelola Balai pelestarian cagar budaya jawa tengah, PT.Perhutani dan Pemerintah kabupaten Semarang

Kawasan Cagar Budaya Gedongsongo diperkirakan oleh para ahli dibuat semasa dengan Candi Dieng yang dibuat pada kurun waktu abad ke 7 sampai 9 Masehi pada masa Dinasti Sanjaya dari Kerajaan Mataram Lama. Nama Gedongsongo diberikan oleh penduduk setempat yang berasal dari bahasa Jawa, “Gedong” berarti rumah atau bangunan, “Songo” berarti sembilan. Jadi arti kata Gedongsongo adalah sembilan (kelompok) bangunan. Semua candi terdiri dari tiga bagian yaitu bagian bawah (alas candi) yang menggambarkan alam manusia, bagian tengah candi menggambarkan alam yang menghubungkan alam manusia dan lama dewa, dan bagian atas (puncak candi) yang menggambarkan alam para dewa.
Keberadaan candi-candi ini diungkapkan pertama kali oleh Loten pada tahun 1740 M. Kemudian tahun 1840 dilaporkan kepada Th. Stamford Raffles sebagai Candi Banyukuning, namun dalam bukunya The History of Java (1817), Raffles mencatat kompleks tersebut dengan nama Gedong Pitoe karena hanya ditemukan tujuh kelompok bangunan. Van Braam membuat publikasi pada tahun 1825 M dengan membuat lukisannya yang sekarang disimpan di Museum Leiden. Friederich dan Hoopermans membuat tulisan tentang Gedongsongo pada tahun 1865 M. Setelah ditemukan, dilakukan beberapa penelitian terhadap candi oleh para arkeolog Belanda, antara lain Van Stein Callenfels (1908 M) dan Knebel (1911 M). Dalam penelitian tersebut ditemukan dua kelompok candi lain, sehingga namanya diubah menjadi Gedongsongo (dalam bahasa Jawa berarti sembilan bangunan).
Pada tahun 1928 - 1929 M, dinas purbakala pada zaman pemerintahan Belanda melakukan pemugaran terhadap Candi Gedong I. Kemudian pada tahun 1939-1931 dilakukan pemugaran terhadap Candi Gedong II.
Pada tahun 1977-1978 Candi Gedong II, Candi Gedong IV, dan Candi Gedong V dipugar oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah. Pemugaran candi dan penataan lingkungan juga dilakukan oleh pemerintah Indonesia selama hampir 10 tahun dari tahun 1972 - 1982 M. Tahun 1997 dilakukan penataan dan pengembangan Kompleks Percandian Gedongsongo oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah.