Prasasti Cidanghiang

  • Prasasti Cidanghiang

NO REGNAS RNCB.20161025.01.001351
SK Penetapan

SK Menteri No204/M/2016

SK Bupati No432/Kep.62-Huk/2016

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Benda
Kabupaten/Kota Kabupaten Pandeglang
Provinsi Banten
Nama Pemilik Negara
Nama Pengelola Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang

Rasasti Cidanghiang hingga saat ini masih insitu yang berlokasi di Desa Lebak, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Saat ini pengelolaan prasasti dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang. Keberadaan Prasasti Cidanghiang pertama kali berasal dari laporan kepala Dinas Purbakala Toebagoes Roesjan pada tahun 1947. Pada tahun 1954, ahli epigrafi dari Dinas Purbakala datang ke tempat prasasti ini ditemukan yaitu di tepi Sungai Cidanghiang, Lebak, Munjul, Pandeglang.

Prasasti Cidanghiang dipahatkan pada batu andesit berukuran 3 x 2 x 2 meter, tulisan sebanyak 2 baris dalam aksara Pallawa, berbahasa Sansekerta, dan dengan metrum anustubh. Beberapa bentuk huruf pada prasasti ini mirip dengan huruf yang dipahatkan pada Prasasti Tugu. Saat ini huruf Prasasti Cidanghiang yang berukuran relatif besar masih cukup jelas terbaca walaupun beberapa sudah menampakkan keausannya dan hampir seluruh permukaannya tertutup lumut. Bagian atas sebelah kanan batu prasasti ini sudah pecah dan ada beberapa huruf yang hilang.

Alih aksara:
(1) vikranto ‘yam vanipateh | prabhuh satyapara[k]ramah
(2) narendraddhavajabhutena | srimatah purnnavarmanah

Alih bahasa:
“Inilah (tanda) keperwiraan, keagungan dan keberanian yang sesungguhnya dari Raja Dunia, Yang Mulia Purnnawarman, yang menjadi panji sekalian raja-raja”.