Struktur di Sidayu

  • Struktur di Sidayu

  • Dinding sisi Selatan

  • Dinding sisi Barat

NO REGNAS RNCB.20170116.03.001370
SK Penetapan
Peringkat Cagar Budaya : Kabupaten
Kategori Cagar Budaya Struktur
Kabupaten/Kota Kabupaten Gresik
Provins Jawa Timur
Nama Pemilik : Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nama Pengelola : SMPN 1 Sidayu

Sidayu dalam sejarah tumbuhkembangnya merupakan kota kabupaten dibawah kekuasaan Mataram. Dalam perkembangannya Sidayu juga tumbuh menjadi sebuah kota pelabuhan dengan bangunan yang dipengaruhi gaya arsitektur kolonial.
Sidayu didirikan pada tahun 1817 yang merupakan perpindahan kota kabupaten di Sidayu Lawas (Lamongan) ke wilayah Sidayu Gresik. Pada akhir masa pemerintahan kolonial Belanda, tahun 1930 Sidayu merupakan daerah yang secara administratif setingkat distrik, dibawah kontrol Gresik.
Menurut K.H. Ridlwan Ahmad (1957 : 2), beberapa bupati yang pernah menjadi penguasa di Sidayu adalah Raden Kromowidjoyo, Bupati Probolinggo, Raden Kanjeng Soewargo, Raden Kanjeng Sido Ngawen, Raden Kanjeng Sido Banteng, Kanjeng Kudus, Kanjeng Djoko, Kanjeng Sepuh, atau Raden Adipati Soerjo Adiningrat, Kanjeng Pangeran, putra Kanjeng Sepuh, dan Raden Badroen yang merupakan bupati terakhir. Kemudian beliau dipindahkan ke Jombang tahun 1910. Sedangkana bupati pertama yang berada di Sidayu Gresik adalah Kanjeng Raden Adipati Suryodiningrat yang meninggal dunia tahun 1813 (K.H. Ridlwan Ahmad, 1957 : 2).
Diantara beberapa nama bupati di atas, ada satu nama yang melegenda di daerah pantai utara timur Jawa, yakni Raden Adipati Soeryo Diningrat atau yang terkenal dengan sebutan Kanjeng Sepuh. Beliau termasuk Bupati Sidayu yang kedelapan. Menurut sumber tulis menyebutkan bahwa Kanjeng Sepuh adalah putra selir dari Sayid Abdur Rohman Sinuwun Solo.
Berdasarkan keruangan keletakan struktur dinding yang berada di dalam kompleks yang dibatasi dengan pagar tembok yang ditemukan pada arah Barat, Utara, dan Timur, dan berbatasan dengan alun-alun di sisi Selatan, menunjukkan bahwa bangunan tersebut merupakan kompleks bangunan penting yang diduga sebagai pusat pemerintahan Kanjeng Sepuh.
Tinggalan bangunan terkait yang berada di dalam kompleks berpagar tersebut berupa struktur fondasi dengan tangga di tiga sisi tanpa dinding dan struktur fondasi yang disebut kandang kuda, hal itu merupakan bukti penting dari istana. Di sisi Barat alun-alun hingga kini masih terdapat Masjid Agung Kanjeng Sepuh Sidayu, sedangkan di sebelah Timur alun-alun terdapat pasar.
Data penguat lainnya berupa toponim di sekitar lokasi peninggalan yaitu Kampung Kauman, Desa Pengulu, dan Desa Mriyunan.