Gedung Museum Sumpah Pemuda

  • Gedung Sumpah Pemuda

  • Gedung Sumpah Pemuda

  • Gedung Sumpah Pemuda

NO REGNAS RNCB.20131227.02.000009
SK Penetapan

SK Menteri No254/M/2013

SK Menteri No0577/U/1983

SK Gubernur No475 tahun 1993

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Bangunan
Kabupaten/Kota Kota Jakarta Pusat
Provinsi DKI Jakarta
Nama Pemilik Negara
Nama Pengelola Museum Sumpah Pemuda

Bangunan utama gedung Museum Sumpah Pemuda pada awalnya merupakan rumah tinggal bergaya Indisch yang didirikan oleh Sie Kong Liong di atas lahan seluas 1.041 m² pada akhir abad XIX dengan luas 505 m². Dalam perkembangannya, gedung ini tidak hanya difungsikan sebagai rumah tinggal, tetapi juga fungsi-sungsi lainnya.

Sejak tahun 1925 bangunan ini disewakan kepada para mahasiswa/i kedokteran School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) dan Rechts Hoge School. Pada tahun 1927 digunakan oleh organisasi pemuda untuk berbagai kegiatan. Bangunan yang kemudian diberi nama Indonesische Clubgebouw pada tahun 1928 tersebut dipilih sebagai tempat penutupan penyelenggaraan Kongres Pemuda Indonesia Kedua yang menghasilkan Soempah Pemoeda. Dalam peristiwa tersebut lagu “Indonesisch” diperdengarkan dengan biola untuk kali pertama oleh Wage Rudolf Soepratman. Lagu tersebut di kemudian hari menjadi “Indonesia Raya” yang ditetapkan sebagai lagu kebangsaan.

Sie Kong Liong kemudian menyewakan gedung Indonesische Clubgebouw kepada Pang Tjem Jam sebagai rumah tinggal pada tahun 1934-1937. Pada tahun 1937-1951 bangunan disewa oleh Long Jing Tjoe untuk digunakan sebagai toko bunga (1937-1948) dan dijadikan hotel (1948-1951). Bangunan kemudian berganti penyewa pada tahun 1951-1970 yang difungsikan sebagai perkantoran dan rumah penampungan karyawan Kantor Bea dan Cukai. Atas usul Prof. Mr. Soenario (Menteri Luar Negeri tahun 1953-1955), bangunan ini kemudian diusulkan sebagai museum dan ditetapkan sebagai Museum Sumpah Pemuda pada tahun 1973-1974 oleh Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Museum ini kemudian diserahkan kepada pemerintah pusat pada tahun 1979 dan dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Bangunan Museum Sumpah Pemuda ditetapkan sebagai Cagar Budaya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0577/U/1983 tanggal 12 Desember 1983.

Berbagai upaya telah dilakukan demi memperpanjang usia gedung, misalnya dengan melakukan pemugaran, perbaikan, dan penambahan bangunan baru. Misalnya saja pada tahun 1973-1974, bangunan dipugar oleh Dinas Tata Bangunan dan Pemugaran Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta tanpa mengubah gaya arsitektur dan susunan tata ruangnya. Kini bangunan yang terletak di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Jakarta Pusat, tersebut dalam keadaan relatif baik dan terpelihara.