Taman Kepurbakalaan Gua Sunyaragi

  • Situs Cagar Budaya Taman Kepurbakalaan Sunyaragi

  • Situs Cagar Budaya Taman Kepurbakalaan Sunyaragi

  • Bangsal Jinem

  • Saluran Air dan Salah Satu Gapura Taman Kepurbakalaan Sunyaragi

  • Kolam Air Sunyaragi

  • Saluran Air Taman Sunyargi

  • Jembatan Saluran Air Taman Sunyaragi

  • Goa Pawon

  • Goa Lawa

  • Tembikar di Taman Sunyaragi

NO REGNAS RNCB.19980616.04.000709
SK Penetapan

SK Menteri No139/M/1998

SK Menteri No006/M/2016

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Situs
Kabupaten/Kota Kota Cirebon
Provinsi Jawa Barat
Nama Pemilik Keraton Kasepuhan
Nama Pengelola Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang

Situs Cagar Budaya Taman Kepurbakalaan Sunyaragi awalnya merupakan Taman Kelangenan (taman kenikmatan) atau Tamansari yang fungsi utamanya untuk bermeditasi atau menyepi, maka dikenal pula sebutan taman Kelangenan Sunyaragi (‘sunya’ berarti sunyi, sepi; ‘ragi’ seperti raga). Kesan sakral berasal dari lorong-lorong bekas tempat berkhalawat (pertapaan), kolam-kolam pemandian (petirtaan), ruang-ruang tempat meditasi, dan benda-benda arkeologis lainnya. Kesan profan lebih banyak didukung oleh adanya bangunan-bangunan bentuk joglo dan lepa yang dibentuk di dinding tembok dengan motif kembang kanigaran serta benda-benda arkeologis berupa artefak logam, kayu, dan keramik. Secara visual, motif wadasan dan mega mendung sangat mendominasi di sebagian besar tembok kompleks Gua Sunyaragi. Susunan batu karang ditata sedemikian rupa sehingga membentuk corak Wadasan dan Mega Mendung. Pada bagian-bagian tertentu dilengkapi pula dengan motif-motif tanaman rambat, baik berupa patran (bentuk-bentuk ikal/sulur) maupun simbaran (bentuk-bentuk segitiga). Motif wadasan dan mega mendung diyakini merupakan simbol kehidupan. Mega melambangkan langit atau udara sedangkan wadas yang berarti batuan melambangkan bumi. Sedangkan motif-motif tanaman merambat, patung-patung hewan dan manusia melambangkan isi dari dunia yang memiliki bumi dan langit beserta isinya.

Selain motif-motif Hindu-Buddha, Gua Sunyaragi dilengkapi juga dengan ornamen bergaya Cina seperti bentuk bunga persik, matahari, teratai, dan penempelan keramik-keramik Cina pada dinding yang tidak terlalu tinggi. Hal itu menggambarkan perpaduan budaya yang terjadi di lingkungan Kesultanan Cirebon. Sebagai peninggalan kesultanan Islam, Taman Sunyaragi dilengkapi dengan pola-pola arsitektur bergaya Islam atau Timur Tengah, antara lain relung-relung pada dinding beberapa bangunan, tanda-tanda kiblat pada tiap-tiap pasalatan atau mushola, adanya beberapa pawudlon atau tempat wudhu, dan bentuk bangunan Bangsal Jinem yang menyerupai bentuk Ka’bah jika dilihat dari sisi belakang Bangsal Jinem. Taman Sunyaragi didirikan pada zaman penjajahan Belanda (tahun 1741 M) sehingga gaya arsitektur Eropa turut memengaruhi arsitektur Taman Sunyaragi. Tanda tersebut dapat terlihat pada bentuk jendela yang terdapat pada bangunan Kaputren, bentuk tangga berputar pada gua Arga Jumut, dan bentuk gedung Pesanggrahan.

Taman Sunyaragi adalah taman tempat para kerabat keraton bertapa untuk kontemplasi mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Menurut tradisi, bagian-bagiannya terdiri dari 12 dengan fungsinya masing-masing, yakni:

1. Bangsal Jinem sebagai tempat sultan memberi wejangan sekaligus melihat prajurit berlatih.
2. Gua Pengawal sebagai tempat berkumpul para pengawal sultan.
3. Kompleks Mande Kemasan (sebagian hancur).
4. Gua Pandekemasan sebagai tempat membuat pusaka, perhiasan, dan senjata tajam.
5. Gua Simanyang sebagai tempat pos penjagaan.
6. Gua Langse sebagai tempat bersemedi.
7. Gua Peteng sebagai tempat nyepi untuk kekebalan tubuh.
8. Gua Arga Jumud sebagai tempat orang penting keraton.
9. Gua Padang Ati sebagai tempat bersemedi.
10. Gua kelanggengan sebagai tempat bersemedi agar langgeng jabatan.
11. Gua Lawa sebagai tempat khusus kelelawar.
12. Gua Pawon sebagai dapur penyimpanan makanan.

Secara keseluruhan Taman Sunyaragi merupakan perpaduan antara struktur, bangunan, dan taman air.