Benteng Marlborough

  • Benteng Marlborough

  • Benteng Marlborough

  • Benteng Marlborough

  • Benteng Marlborough

  • Gerbang Utama Benteng yang Terdapat pada Sisi Barat Daya

  • Benteng Marlborough Tahun 1904

  • Pintu Gerbang Benteng Marlborough Sekitar Tahun 1934 – 1937

  • Bagian Dalam Benteng Marlborough Sekitar Tahun 1930

  • Gerbang Benteng Bagian dalam Sebelah Barat Daya

  • Bastion bagian Barat Daya Benteng

NO REGNAS RNCB.20040303.02.000129
SK Penetapan

SK Menteri NoKM.10/PW.007/MKP/2004

SK Menteri No205/M/2016

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Bangunan
Kabupaten/Kota Kota Bengkulu
Provinsi Bengkulu
Nama Pemilik Negara
Nama Pengelola Dinas Pendidikan Kota Bengkulu dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi

Benteng Marlborough terletak di tepian laut dengan struktur bangunannya yang terdiri dari bagian-bagian yang sangat lengkap. Struktur bangunan inilah yang membuat benteng ini menjadi istimewa. Denah benteng seperti kura-kura. Dinding bangunan terbuat dari bata dengan tebal rata-rata 1 m. Lantainya dari ubin, batu karang, dan atap berupa genteng. Pintu gerbang dan pintu ruangan terbuat dari kayu berengsel besi. Beberapa ruangan berfungsi sebagai ruang tahanan, gudang senjata, dan kantor. Bagian tengah benteng merupakan halaman luas dan terbuka. Benteng berbentuk segi empat ini memiliki bastion atau gedung jaga di keempat sudutnya. Bastion ini berbentuk segi lima yang dikelilingi oleh tembok yang dilengkapi dengan celah intai berbentuk segitiga. Selain itu benteng juga pernah memiliki terowongan bawah tanah yang berfungsi sebagai penghubung ke luar. Terowongan ini menuju ke Pantai Panjang, Tapak Padri, dan Gedung Daerah (Istana Gubernur) yang kini tertutup karena tidak terpelihara. Pembangunan benteng ini memakan waktu selama lima tahun. Benteng ini tidak hanya berfungsi sebagai pertahanan EIC untuk menghadapai ancaman VOC, namun juga sebagai tempat yang berfungsi menjadi pusat pemukiman. Di pertengahan abad ke-18, beberapa bangunan tambahan untuk gudang senjata di bangun dalam benteng. Benteng juga mengalami perluasan karena pembangunan pemukiman.

Selain Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC, ada persekutuan dagang lain yang melancarkan misinya di sekitar wilayah Indonesia pada masa lalu. Persekutuan dagang tersebut adalah East India Company yang berasal dari Inggris. Antara VOC dan EIC sempat bersaing di Banten, namun EIC kalah dan kemudian menyingkir. EIC kemudian mencari tempat lain dan tiba di Bengkulu. VOC sendiri sempat mendirikan sebuah kantor dagang di Bengkulu pada tahun 1664. Namun VOC kemudian meninggalkan Bengkulu karena selalu merugi akibat kebijakan Kesultanan Banten. Di Bengkulu EIC kemudian melakukan hubungan dagang dengan masyarakat dan kerajaan Selebar. Untuk menandai kepentingannya di Bengkulu, EIC kemudian membangun beberapa benteng di wilayah Bengkulu yaitu Benteng York, Benteng Marlborough, dan Benteng Anna. Benteng Marlborough dibangun pada tahun 1714. Nama Marlborough sendiri berasal dari seorang Jenderal Inggris terkenal, John Churchill Duke of Marlborough yang hidup di awal abad ke-17. Benteng ini dibangun dekat dengan tepi pantai dan terletak di sebuah tanah yang agak tinggi agar dapat lebih mudah mengawasi wilayah tersebut. Dalam proses pembangunannya, EIC meminta bantuan dari rakyat Bengkulu.

Kemudian pada tahun 1803, Benteng Marlborough berubah fungsi menjadi tempat penyimpanan rempah-rempah EIC yang berasal dari seluruh Hindia Timur. Di bawah kekuasaan Belanda, Benteng Marlborough tidak lagi menjadi pusat pertahanan militer seperti saat berada di bawah EIC. Belanda juga sempat merenovasi beberapa bagian benteng ini dengan tidak merubah bentuk benteng. Hingga tahun 1942, benteng ini digunakan oleh Polisi Belanda sebagai markas. Setelah kedatangan Jepang, benteng ini digunakan sebagai basis pertahanan. Setelah Indonesia merdeka, benteng ini digunakan polisi Republik Indonesia dan sebagai tempat pertahanan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Pada tahun 1977 hingga tahun 1978 dilakukan permulaan pemugaran pada benteng ini. Pemugaran itu diantaranya pembuatan werkit dan pembersihan sekeliling Benteng Marlborough. Tahun 1978 hingga 1979 pemugaran benteng secara fisik pada bagian yang rusak. Tahun 1979 hingga 1982 dilakukan pemugaran dan pemeliharaan yang dipusatkan paga bagian kura-kura yang mengalami kerusakan. Pada tahun 1982 hingga tahun 1983 dilakukan pembongkaran tembok pengaman jembatan depan yang sudah rusak. Pada tahun 1983 hingga 1984 merupakan pelaksanaan tahap akhir pemugaran benteng. Pada pemugaran ini dilakukan pembongkaran gedung kantor berkas Kodim pembuatan kosen jendela dan pintu dan hal lainnya. Benteng Marlborough kini menjadi salah satu tujuan wisata Kota Bengkulu. Keadaan benteng ini masih cukup baik dan terawat. Namun, tedapat jamur pada benteng yang menyebabkan pengelupasan permukaan dinding dan lantai, lembab, dan penggaraman. Benteng dikelilingi pemukiman yang padat yaitu kawasan pecinan dan kawasan pariwisata.
.