Masjid Istiqlal

  • Masjid Istiqlal

  • Masjid Istiqlal diambil dari Monumen Nasional pada tahun 1980

NO REGNAS RNCB.20050425.02.000561
SK Penetapan

SK Menteri NoPM.13/PW.007/MKP/05

SK Gubernur No475 tahun 1993

SK Menteri No193/M/2017

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Situs
Kabupaten/Kota Kota Jakarta Pusat
Provinsi DKI Jakarta
Nama Pemilik Negara
Nama Pengelola Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Jakarta

Perancangan pembangunan masjid dilakukan pada tanggal 24 Agustus 1961 oleh Presiden Soekarno dan diresmikan pada tanggal 22 Februari 1978 oleh Presiden Soeharto. Dibangun diatas bekas taman Wilhelmina (Wilhelmina Park) tanah warisan Cornelis Chastelein. Ide pembangunannya dicetuskan oleh K.H. Wahid Hasyim (Menteri Agama), H. Anwar Cokroaminoto bersama tokoh Islam lainnya pada tahun 1950, sebagai masjid negara yang dibangun dengan semangat kebangsaan nama Istiqlal berarti “Merdeka”. Masjid ini merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara, Luas 17.500 m². Masjid pada beberapa kota menjadi acuan utama dalam pembangunan kota, tetapi karena Istiqlal dibangun setelah Jakarta berkembang maka masjid ini memiliki dua orientasi, yaitu kearah kiblat dan Monumen Nasional (Monas) yang murupakan acuan dalam perencanaan kota Jakarta. Masjid Istiqlal pengelolaannya ditangani oleh Badan Pengelola Masjid Istiqlal, bertanggung jawab kepada Presiden, diketuai oleh Menteri Agama dan dibantu oleh anggota anggota yang diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul menteri Agama. Kegiatan masjid, selain sebagai tempat ibadah juga menangani kegiatan masyarakat dibidang informasi, dakwah dan pendidikan.