Dalem Jayadipuran

  • Dalem Jayadipuran

NO REGNAS RNCB.20070326.02.000121
SK Penetapan

SK Menteri NoPM.25/PW.007/MKP/2007

Peringkat Cagar Budaya
Kategori Cagar Budaya Bangunan
Kabupaten/Kota Kota Yogyakarta
Provinsi D.I Yogyakarta
Nama Pemilik Departemen Pendidikan dan kebudayaan RI
Nama Pengelola Balai Pelestarian Nilai Budaya Yogyakarta

Bangunan ini merupakan salah satu bangunan yang memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan RI . Bangunan kuna ini pada mulanya berbentuk Klasik Jawa berbentuk Limasan, dan terkenal dengan nama nDalem Dipowinata.
nDalem Dipowinatan dibangun pada tahun 1847 oleh Raden Tumenggung Dipowinata, seorang abdi dalem Bupati Anom.
Pada tahun 1911 Raden Tumenggung Dipowinata meninggal dan digantikan oleh Raden Tumenggung Dipowinata II yang berlangsung hingga tahun 1914. Selanjutnya "hak anggaduh tanah" tersebut dikembalikan kepada pihak Kraton.
Pada tahun 1927 tanah dan nDalem Dipowinatan dihadiahkan kepada menantu KRT Jayadipura, yang pada waktu itu menjadi Sri Sultan hamengku Buwono VII. KRT Jayadipura sendiri seorang seniman dan arsitek. Kemudian ndalem diperbaiki dan diubah oleh beliau menjadi bentuk yang sekarang ini.
ndalem Jayadipuran juga memiliki peranan penting pada masa pergerakan Indonesia antara lain sebagai tempat pelaksanaan kongres Jong Java. Kongres Jong Java yang dilakukan di nDalem ini sebanyak empat kali yaitu pada tanggal 29 Mei - 3 Juni 1919, 23 - 27 Mei 1923, 27 - 31 Desember, dan 25 - 31 Desember 1928.
Pada tanggal 22 - 25 Desember, ndalem jayodipuran juga menjadi saksi digelarnya kongres Perempuan Indonesia. Pada kongres inilah akhirnya tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu.