Kompleks Makam Imogiri

  • Gerbang Kompleks Makam Imogiri

  • Pintu Gerbang Kompleks Makam Imogiri

  • Tangga Kompleks Makam Imogiri

NO REGNAS RNCB.20170406.04.001449
SK Penetapan

SK Menteri NoPM.89/PW.007/MKP/2011

Peringkat Cagar Budaya
Kategori Cagar Budaya Situs
Kabupaten/Kota Kabupaten Bantul
Provinsi D.I Yogyakarta
Nama Pemilik Kraton Yogyakarta dan Kraton Surakarta
Nama Pengelola Kraton Yogyakarta dan Kraton Surakarta

Pada tahun 1632 M, Sultan Agung memerintahkan pemĀ­bangunan makam baru, Iokasinya terletak di sebelah selatan Makam Giriloyo, yaitu Gunung Merak yang kemudian dinamakan Pajimatan Imagiri. Babad Momana menyebutkan tahun 1554 Saka sebagai awaI pembangunan makam di Imagiri. "... awit babad maIeh ing redi Merak badhe antakapura ...", (" ... awal mulai pembuatan makam Iagi di Gunung Merak ... ").
Nama Pajimatan lmagiri berasaI dan gabungan dua suku kata yaitu jimat yang mendapat awalan pa dan akhiran an untuk menunjukkan tempat. sehingga mengandung arti dan makna sebagai "tempat untuk jimat atau tempat pusaka". Sedangkan lmagiri berasaI dari kata ima atau hima (berawan atau awan yang meliputi gunung) dan giri (gunung), sehingga mengandung arti dan makna "gunung berawan atau gunung yang tinggi" (PJ. ZoetmuIder, 1995). Dengan demikian arti dan makna Pajimatan lmagiri yaitu gunung berawan atau gunung tinggi yang merupakan tempat bersemayamnya "jimat atau pusaka bagi Kerajaan Mataram". DaIam konteks ini Sultan Agung yang dimakamkan (sumare) pertama di tempat tersebut merupakan leluhur dan pusaka bagi dinasti Kerajaan Mataram. Tidak mengherankan setelah Sultan Agung wafat dan dimakamkan di Pajimatan lmagiri pada tahun 1646 M, kemudian para pangeran, bangsawan, dan keturunannya juga dimakamkan ditempat tersebut.
Sebagai makam tempat leluhur atau pusaka Mataram, maka konsekuensi Iogisnya pada saat Kerajaan Mataram dibagi menjadi dua kerajaan. yaitu Kasunanan Surakarta dan Kasunanan Ngayogyakarta, tetap menjadi "harta suci" dua kerajaan tersebut. Artinya bahwa Surakarta dan Yogyakarta mempunyai hak dan kewajiban melakukan pemeliharaan dan melestarikan makam tersebut. Sejak Sultan Agung sampai generasi Kraton Surakarta dan Kraton Yogyakarta, keluarga dan kerabat kerajaan dimakamkan di lmagiri.