Istana Bima "Asi Mbojo"

  • Asi Mbojo

  • Asi Mbojo

  • Asi Mbojo

  • Istana Bima “Asi Mbojo” antara tahun 1900-1940

  • Pintu Gerbang Istana Bima “Asi Mbojo” Tahun 1931

  • Istana Bima “Asi Mbojo” Tahun 1947

  • Istana Bima “Asi Mbojo” Tahun 1949

  • Tiang Bendera di Istana Bima “Asi Mbojo” Tahun 1949

  • Tampak Depan Istana Bima “Asi Mbojo”

  • Tampak Samping Istana Bima “Asi Mbojo”

  • Lantai 1 Istana Bima “Asi Mbojo”

  • Ruangan Pertemuan

  • Lorong Samping Timur Istana Bima “Asi Mbojo”

  • Ruangan Penyimpanan Pusaka Istana Bima “Asi Mbojo”

  • Tangga Menuju Lantai 2 Istana Bima “Asi Mbojo”

NO REGNAS RNCB.20160804.02.001143
SK Penetapan

SK Bupati No188.45/1126/01.7/2015

SK Menteri No205/M/2016

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Bangunan
Kabupaten/Kota Kabupaten Bima
Provinsi Nusa Tenggara Barat
Nama Pemilik Pemerintah Kabupaten Bima
Nama Pengelola UPTD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bima

Arsitektur bangunan Istana Bima “Asi Mbojo” merupakan perpaduan bangunan khas Bima dan Belanda yang merupakan karya arsitek dari Ambon Mr. Obzicter Rahatta. Istana ini berdenah empat-persegi panjang (berbentuk persegi panjang) membujur arah utara-selatan yang terdiri dari dua lantai dengan luas lahan 30.728 m2 dan luas bangunan 824 m². Lantai pertama memiliki 16 ruangan yang terdiri atas 3 ruangan kantor, 1 ruangan benda-benda pusaka, 1 ruang rapat, 7 ruang pamer dan 4 kamar mandi. Ruangan-ruangan di lantai bawah ini dahulunya digunakan sebagai pusat pengendalian kegiatan pemerintahan. Lantai kedua terdiri atas 10 ruangan yang terdiri atas enam ruangan di sisi barat, dua ruangan di selatan, dan dua ruangan di sebelah utara. Ruangan-ruangan ini dahulu berfungsi sebagai tempat tinggal raja beserta anggota keluarganya. Sebelum masuk menuju Istana Bima “Asi Mbojo” terdapat dua pintu gerbang yang terdapat di sisi barat dan timur istana.

Pintu Gerbang Sebelah Barat ini bernama Lare-Lare yang merupakan pintu resmi kesultanan dan merupakan pintu utama untuk akses ke dalam istana di antaranya, yaitu tempat masuknya sultan, para pejabat kesultanan dan tamu-tamu sultan. Pintu gerbang sebelah timur disebut Lawa Kala atau Lawa Se merupakan pintu masuk bagi anggota sara hukum dan ulama. Sedangkan pintu masuk bagi anggota keluarga raja berada di belakang Asi Bou, bernama Lawa Weki.

Bangunan asli Istana Bima “Asi Mbojo” dibangun pada abad ke-19, namun pada tahun 1927, bangunan ini dibongkar karena tidak layak lagi digunakan sehingga dibangun bangunan istana yang lebih besar dan selesai tahun 1930. Sebelum pembongkaran istana dilaksanakan, dibangun sebuah istana kayu yaitu istana Asi Bou pada tahun 1904 sebagai istana pengganti untuk sementara waktu. Sultan yang memerintah pada masa pembangunan istana kedua ini yaitu Sultan Ibrahim (1881-1915) dan Sultan Muhammad Salahuddin (1915-1951). Dewasa ini Istana Bima “Asi Mbojo” berubah berfungsi menjadi museum yang menyimpan barang-barang peninggalan para raja dan sultan Bima (kesultanan Bima?).