Rumah Adat Lapinceng

  • Rumah Adat Lapinceng

  • Rumah Adat Lapinceng

  • Rumah Adat Lapinceng

  • Rumah Adat Lapinceng

NO REGNAS RNCB.19991004.02.000970
SK Penetapan

SK Menteri No240/M/1999

Peringkat Cagar Budaya
Kategori Cagar Budaya Bangunan
Kabupaten/Kota Kabupaten Barru
Provinsi Sulawesi Selatan
Nama Pemilik Tanah pribadi (turunan Sulla DatuE)
Nama Pengelola Turunan Sulla DatuE

Berdasarkan keterangan dari masyarakat, pada mulanya kerajaan Balusu diperintah oleh keturunan Raja-raja Gowa. Ketika rakyat Balusu sudah tidak mau lagi diperintah oleh keturunan Raja Gowa, maka hadat (keluarga) kerajaan Balusu kemudian memohon kepada kerajaan Soppeng (Datu Soppeng) untuk memberikan atau memperistrikan keturunannya (anaknya) menjadi Raja Balusu. Oleh karena Datu Soppeng tidak mempunyai anak laki-laki yang belum memangku jabatan, maka diutuslah anak perempuannya yang bernama Tenri Kaware untuk menjadi Raja Balusu. Tenri Kaware digantikan oleh puteranya bernama Labandu, kemudian Labandu digantikan oleh puteranya bernama Andi Muhammad Saleh Daeng Parani Arung Balusu. Raja ini berjasa dalam mempertahankan kerajaan Soppeng. Beliau diberi gelar Petta Sulle Datue, yang berhak menggantikan Datu Soppeng bila berhalangan dan diserahi tanggung jawab sebagai Panglima Perang di bagian barat kerajaan Soppeng. Ketika Belanda bermaksud menguasai kerajaan Balusu, terjadilah perang Balusu 1905. Di Istana La Pinceng inilah dipersiapkan segala sesuatunya untuk menghadap Belanda.