Benteng Nieuw Victoria

  • BENTENG NIEW VICTORIA

  • Salah satu pintu gerbang Situs Cagar Budaya Benteng Nieuw Victoria pada sekitar Tahun 1890 M

  • Bastion Zeelandia, direkam pada sekitar tahun 1900-1940 M

  • Gambar koin bergambar kapal bertuliskan “Ita Relinquenda Ut Accepta” yang beredar tahun 1792 M di Be

NO REGNAS RNCB.20080523.02.000362
SK Penetapan

SK Menteri NoPM.31/PW.007/MKP/2008

SK Menteri No193/M/2017

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Situs
Kabupaten/Kota Kota Ambon
Provinsi Maluku
Nama Pemilik Pemerintah Provinsi Maluku
Nama Pengelola Tentara Nasional Indonesia Komando Daerah Militer (KODAM) XVI Pattimura

Situs Cagar Budaya Benteng Nieuw Victoria yang pada awalnya dibuat oleh Portugis tersebut dibangun dengan menggunakan perpaduan batu bata, kapur, dan batu alam. Ada dua pintu sebagai akses keluar dan masuk ke benteng, satu pintu menghadap ke laut dan satu pintu lainnya menghadap ke darat. Pada peta lama, pintu yang menghadap ke laut tersebut tegak lurus dengan dermaga. Keberadaan dermaga sangat penting kala itu karena berfungsi sebagai tempat bongkar dan muat rempah-rempah yang akan diekspor hingga ke pasar Eropa.
Ada perbedaan nama objek Situs Cagar Budaya Benteng Nieuw Victoria antara yang terdapat di dalam Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.31/PW.007/MKP/2008 dengan tulisan nama benteng yang tertulis pada bagian pedimen pintu gerbang. Di dalam Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, nama objek ditulis dengan “Benteng Niew Victoria”, sedangkan pada pedimen benteng tertulis “Nieuw Victoria”. Berdasarkan hasil penelusuran dokumentasi foto lama, misalnya foto yang berasal dari tahun 1910M, pada pedimen benteng tertulis “Nieuw Victoria”, sama seperti yang terlihat hingga kini.
Seperti yang telah diketahui bahwa Situs Cagar Budaya Benteng Nieuw Victoria telah mengalami perbaikan dan pelebaran di beberapa bagian. Ada sumber yang menyatakan bahwa benteng Nieuw Victoria awalnya berbentuk pentagonal. Dalam perkembangannya, benteng berubah menjadi struktur poligonal tidak beraturan dengan bastion disetiap sisinya. Pada gambar denah rencana pembangunan Situs Cagar Budaya Benteng Nieuw Victoria berangka tahun 1750 M, benteng itu berbentuk poligonal dengan tujuh bastion, yaitu Bastion Geldria, Hollandia, Zeelandia, Utregt, Westvriesland, Overysel, dan Groningen. Pemberian nama bastion tersebut memakai nama kota-kota besar di Belanda. Berdasarkan dokumentasi foto lama, terlihat bahwa nama masing-masing bastion dicetak dan ditempelkan pada bastion yang dimaksud.
VOC membangun beberapa bangunan di dalam benteng yang dimanfaatkan untuk kepentingan militer dan sebagai tempat bermukim. Bangunan-bangunan tersebut diantaranya adalah barak, gudang senjata, gudang peluru, dan lainnya. Diantara bangunan-bangunan tersebut ada yang masih berdiri meski banyak diantaranya telah roboh. Bangunan yang masih ada hingga kini misalnya adalah pos prajurit penjaga dan gudang senjata. Selain bangunan, dinding benteng juga masih berdiri kokoh, termasuk salah satu pintu gerbangnya.
Pintu Gerbang
Pintu gerbang utama Situs Cagar Budaya Benteng Nieuw Victoria hingga saat ini masih berdiri kokoh dan terlihat menempel pada dinding benteng. Pada bagian atas gerbang terdapat pedimen yang ditopang oleh empat pilar polos tanpa ornamen hiasan. Pada bagian pedimen, terdapat gambar kapal bertuliskan Ita Relinquenda Ut Accepta yang membingkai sebuah kapal. Gambar kapal dengan tulisan tersebut mengingatkan pada gambar salah satu koin uang dari Belanda yang beredar sekitar tahun 1792 M.Pada bagian bawah kapal terdapat tulisan Nieuw Victoria yang merupakan nama dari benteng tersebut. Selain tulisan, juga ada gambar singa ditengah gerbang yang dibawahnya terdapat lambang VOC. Singa dan lambang VOC tersebut diapit oleh tulisan anno.c yang berarti “sejak”dan MDCCLXXV yang merupakan angka tahun 1775 yang ditulis dalam huruf Romawi. Angka tersebut menunjukkan tahun benteng diperbaiki dan diperbesar yang mengubah bentuk awal benteng. Tahun tersebut juga menandakan pergantian nama dari “Victoria” ke “Nieuw Victoria”.
Gudang Peluru
Gudang peluru dibangun oleh seorang insinyur bernama Hans Erns von Wagner ketika Joan Abraham van der Voort menjadi Gubernur di Ambon, sedangkan yang menjadi Gubernur Jenderal di Batavia kala itu adalah Petrus Albertus van der Parra. Keterangan itu dipahatkan pada sebuah prasasti batu yang ditempelkan pada gudang dimaksud.
Pada abad ke-17 M, Situs Cagar Budaya Benteng Nieuw Victoria diperkuat dengan pembuatan parit di sekelilingnya. Adanya parit keliling dapat dilihat pada peta berangka tahun 1617 M yang memperlihatkan keadaan di wilayah Ambon kala itu, termasuk keberadaan Situs Cagar Budaya Benteng Nieuw Victoria. Terdapat pemukiman disekeliling benteng dengan jumlah pemukim yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Tercatat pada tahun 1683 M, ada sekitar 770 warga Eropa yang bermukim dan meningkat menjadi sekitar 1070 orang pada tahun 1726-1730 M.