Pemakaman Kamboja (Kerkhoff)

  • Pemakaman Kamboja dari Sisi Selatan atau Pintu Masuk

  • Makam Adolf van der Cappellen

NO REGNAS RNCB.20200130.04.001816
SK Penetapan

SK Walikota No643/417/Kpts/Disporyata/Huk/2019

Peringkat Cagar Budaya
Kategori Cagar Budaya Situs
Kabupaten/Kota Kota Depok
Provinsi Jawa Barat
Nama Pemilik Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein
Nama Pengelola Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein

Sebelum pada tahun 1851, orang-orang yang tinggal di Depok dimakamkan di suatu daerah di Pancoran Mas, namun kini tidak tersisa lagi. sejak tahun 1851 dan setelahnya dijadikan pemakaman bagi keturunan para mardijker Cornelis Chastelein yang awalnya dibebaskan dan dimakamkan.
Kuburan saat ini merupakan kompleks kuburan yang terdiri dari berbagai bentuk ada yang seperti bangunan persegi, tugu, dan makam di atas tanah. Kuburan ini masih digunakan untuk keluarga dan keturunannya dari 11 marga mardijker Cornelis Chastelein.
Sejumlah pejabat tinggi masa Hindia-Belanda yang tinggal di Depok juga dimakamkan di sana. Ada makam keluarga Van der Capellen yang merupakan kerabat dari Gubernur Jenderal Hindia-Belanda Van der Capellen. Serta ada juga pemakaman keluarga De Graaf, dimana dahulu pendeta C. de Graaf adalah pendiri Rumah Sakit PGI di Cikini, beserta istrinya Adriana, yang meninggal pada tahun 1929, juga dimakamkan di sana.
Pada masa revolusi terjadi peristiwa Gedoran Depok. Dalam peristiwa yang terjadi tanggal 11 Oktober 1945, pemakaman Kamboja menjadi salah satu sasaran pengrusakan karena mereka menduga di dalam tombe tersebut dikuburkan perhiasan. Dalam kenyataannya tidak ditemukan harta karun yang mereka cari, akan tetapi beberapa jenazah yang menggunakan perhiasan mereka lucuti, kemudian jenazahnya dibiarkan tergeletak begitu saja.