Gedung Naskah Linggajati

  • Gedung Linggajati 1

  • Gedung Naskah Linggajati Tahun 1946

  • Gedung Naskah Linggajati Tahun 2015

  • Negosiasi Linggajati

NO REGNAS RNCB.20151105.02.000043
SK Penetapan

SK Menteri No210/M/2015

SK Menteri No133/M/1998

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Bangunan
Kabupaten/Kota Kabupaten Kuningan
Provinsi Jawa Barat
Nama Pemilik Negara
Nama Pengelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kuningan

Gedung Naskah Linggarjati dibangun diatas lahan seluas 19.946 m² dengan luas bangunan 1.052 m². Gedung satu lantai ini terletak di Jalan Naskah, Dusun Cipaku, Kelurahan Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Pada awal tahun 1918 gedung ini berfungsi sebagai rumah yang tercatat dimiliki oleh Ibu Jasitem. Selang beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1921, gedung ini kemudian dirombak menjadi bangunan semi permanen. Perombakan dilakukan oleh seorang Belanda bernama Tuan Tersana. Setelah gedung dibuat menjadi permanan pada tahun 1930, rumah tinggal ini kemudian dimiliki seorang Belanda bernama Van Oot Dome. Pada tahun 1935 gedung ini dikontrakkan oleh pemiliknya kepada Heiker dan dijadikan hotel yang bernama Hotel Rustoord. Pada tahun 1942, ketika pemerintah Jepang menduduki Indonesia, gedung ini diubah namanya menjadi Hotel Hokay Ryokai. Setahun kemudian gedung ini berhasil direbut oleh para pejuang Indonesia yang kemudian merubah fungsinya menjadi markas bagi Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan dapur umum Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Setelah Indonesia merdeka, gedung ini diubah lagi namanya menjadi menjadi Hotel Merdeka dan pada tanggal 10-13 November 1946, Gedung Naskah Linggajati (saat itu bernama Hotel Merdeka) digunakan sebagai tempat perundingan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Belanda yang menghasilkan Naskah Linggajati. Hal inilah yang melatarbelakangi pemberian nama gedung tersebut menjadi Gedung Linggajati. Pada tahun 1948 hingga 1950 Agresi Militer Belanda II pun terjadi. Gedung ini sekali lagi dikuasai Belanda dan dijadikan sebagai markas tentara Belanda. Pada tahun 1950 hingga 1975, gedung ini kemudian dijadikan sekolah yang diberi nama Sekolah Dasar Negeri Linggajati.

Gedung Naskah Linggajati saat ini berfungsi sebagai museum yang terawat dengan baik. Gedung yang dimiliki oleh Negara dan dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kuningan ini tetap dipertahankan keasliannya dan telah mengalami dua kali pemugaran. Gedung Naskah Linggajati mulai dipugar tahun 1977/1978 hingga 1979/1980 oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan. Pemugaran ini melalui Proyek Sasana Budaya Jawa Barat dibawah pengawasan teknis Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala. Pada tahun anggaran 1994/1995 juga dilakukan rehabilitasi oleh Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala.