Pesanggrahan Menumbing

  • Menumbing

  • Menumbing 1929

  • Menumbing 1929

  • Menumbing 1929.

NO REGNAS RNCB.20151105.02.000045
SK Penetapan

SK Menteri No210/M/2015

SK Menteri NoPM.13/PW.007/MKP/2010

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Bangunan
Kabupaten/Kota Kabupaten Bangka Barat
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Nama Pemilik Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat
Nama Pengelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat

Pesanggrahan Menumbing terletak di Kelurahan Daeng, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bangunan satu lantai tersebut dibangun diatas lahan berukuran 342 m x 257 m dengan ukuran bangunan 30,80 m X 20,90 m. Bangunan yang terletak di puncak Gunung Menumbing ini berdiri diatas ketinggian 450 meter dari permukaan laut, langsung menghadap ke Selat Bangka. Pesanggrahan tersebut didirikan oleh perusahaan Banka Tin Minning pada tahun 1928. Mulanya bangunan ini diperuntukkan sebagai tempat peristirahatan yang sering dipakai oleh tamu perusahaan. Namun ketika Agresi Belanda II berlangsung pada tahun 1948-1949, bangunan ini dijadikan sebagai tempat pengasingan bagi para tokoh perjuangan Indonesia. Pada tanggal 22 Desember 1948, sejumlah tokoh yang diasingkan ke Bangka yaitu Bung Hatta, Suryadharma, Ali Sastroamidjojo, dan A.G. Pringgodigdo. Pada tanggal 31 Desember 1948 tahanan bertambah 2 orang lagi, yaitu Mohammad Roem dan Asaat.

Komplek bangunan bersejarah ini terdiri dari tiga bangunan, yakni bangunan utama yang terdiri dari 6 kamar serta dua paviliun yang terdiri dari 6 dan 7 kamar. Atap bangunan merupakan sebuah teras terbuka yang dibatasi pagar batu setengah badan. Dari teras ini bisa disaksikan panorama Kota Muntok, Selat Bangka, Pulau Sumatera, dan bekas galian tambang timah. Ruang tengah bangunan utama yang cukup luas pernah dipakai oleh Bung Hatta untuk melakukan pertemuan-pertemuan dengan para tokoh dari dalam dan luar negeri. Selain itu, ruangan ini juga pernah digunakan sebagai ruang tidur bersama Bung Hatta dan kawan-kawan dengan dipasang teralis serta kawat berduri. Di dalam ruangan ini terdapat plakat bersejarah dari Bung Hatta yang merupakan pindahan dari Tugu di Wisma Ranggam. Tokoh Proklamator RI tersebut menunjukkan rasa terima kasih kepada masyarakat Bangka yang terus menunjukkan dukungan kepada pemimpin bangsa selama pengasingan. Plakat tersebut memuat tulisan sebagai berikut:

Di bawah sinar gemerlap terang cuaca
Kenang-kenang membawa kemenangan
Bangka, Djokjakarta, Djakarta
Hidup Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika.


Pesanggrahan Menumbing pernah disewakan, sejak tanggal 24 Juni 1996 hingga tahun 2009, oleh Pemerintah Kabupaten Bangka yang saat itu masih merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan kepada PT Carmeta selama 15 tahun untuk dikelola sebagai hotel dan restoran. Namun sejak tanggal 22 Desember 2009 pengelolaan bangunan ini diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat. Pada tahun 2011 dilakukan studi pemintakatan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi. Bangunan yang dikelilingi oleh hutan lindung ini kini dimiliki oleh negara yang pengelolaannya diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat.