Sekolah Menengah Atas dan Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini (Van Deventer School)

  • SMA Kartini 2014

  • SMA Kartini 2014_2

  • SMA Kartini 2014_3

  • SMA Kartini 1923

  • Dinding samping

  • Kerangka Atap

  • Koridor Bangunan

  • Pintu Masuk

  • Ruang Kelas

  • Tiang Penyangga

NO REGNAS RNCB.20151105.02.000047
SK Penetapan

SK Menteri No210/M/2015

SK Walikota No646/50/1992

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Bangunan
Kabupaten/Kota Kota Semarang
Provinsi Jawa Tengah
Nama Pemilik Yayasan Ibu Kartini
Nama Pengelola Yayasan Ibu Kartini

Sekolah Menengah Atas dan Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini (Van Deventer School) Semarang terletak di Jalan Sultan Agung Nomor 77, Kelurahan Candi Baru, Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah. Bangunan ini dibangun diatas lahan seluas 12.060 m². Di dalam kompleks tersebut ada dua jenis bangunan sekolah berbeda masa, yaitu bangunan lama yang memiliki luas 2.868 m² dan bangunan baru seluas 1.008,3 m². Pada awalnya bangunan Sekolah Menengah Atas dan Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini (Van Deventer School) Semarang dibangun sebagai sekolah lanjutan pertama bagi kaum perempuan dengan konsep asrama (boarding school). Sekolah yang dahulu bernama van Deventer School ini didirikan untuk meneruskan sistem pendidikan yang sudah ada di Sekolah Dasar Kartini. Pemberian nama van Deventer School sesuai dengan nama yayasan yang mendirikannya yaitu VDV-Stichting (Van de Venter-Stichting).

Bangunan sekolah dirancang oleh Ir. Thomas Karsten yang pembangunannya selesai pada tahun 1923. Setelah kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada tahun 1950, van Deventer School diambil alih oleh Yayasan Ibu Kartini yang masih tetap melanjutkan misi pendidikan sebagai sekolah pendidikan kesejahteraan keluarga bagi kaum perempuan. Kini sistem pendidikan di sekolah ini dibagi menjadi dua jurusan, yaitu Sekolah Menengah Atas dan Akademi Kesejahteraan Sosial yang juga menerima murid laki-laki. Saat ini bangunan Sekolah Menengah Atas dan Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang telah mendapatkan Surat Keputusan Walikota Semarang Nomor 646/50/1992 tentang Konservasi Bangunan-bangunan Kuno/Bersejarah di Wilayah Kota Semarang. Pada tahun 2005 bangunan ini juga mendapatkan Senarai Penganugerahan Penghargaan Pelestarian Pusaka Budaya (bangunan) Kota Semarang dan pada tahun 2014, bangunan ini masuk nominasi penghargaan pelestari cagar budaya BPCB Jawa Tengah.

Bangunan sekolah merupakan kompleks bangunan yang susunannya berpola tapal kuda. Bangunan utamanya berupa pendopo yang menghadap ke timur laut dan difungsikan sebagai ruang aula/serbaguna. Di sekitarnya tersusun bangunan-bangunan untuk ruang kelas, administrasi, serta bangunan penunjang lainnya, dan di bagian belakangnya terdapat bangunan untuk asrama. Antara bangunan yang satu dengan yang lain dihubungkan dengan selasar. Halaman kompleks SMA Kartini cukup luas dan ditata sesuai dengan konsep filosofi Jawa, yaitu dengan adanya rumput dan pohon beringin di halaman depan bangunan. Bangunan SMA Kartini bergaya indische tropis dengan atap limasan berbahan penutup genteng cetak yang memiliki merk “de Zon” (matahari). Bangunan utama memiliki atap tinggi, bersusun, dan megah dengan tritisan yang cukup rendah. Selain itu juga didukung oleh deretan konsol kayu yang melengkung. Langit-langit pada ruang aula berupa eternit bergambar yang mempunyai pola geometris. Kolom struktur kayu pada bangunan utama berupa tiang ganda bertumpu pada umpak batu berukir dan diletakkan di atas pedestal yang terbuat dari pasangan bata. Kolom ini terletak di tengah dan berfungsi sebagai soko guru (tiang utama). Pintu dan jendela pada bangunan ini memiliki celah-celah berupa jalusi kayu vertikal sebagai bovenlicht yang dihiasi ukir-ukiran.

Pada kedua sisi pendopo terdapat pintu besar yang diapit oleh dua jendela dengan ambang atas berpola busur. Bagian jendela sebagian besar merupakan panel kaca dengan ventilasi atau bovenlicht diatasnya. Pondasi bangunan terbuat dari batu dan dindingnya dibuat dari susunan bata berplester yang bagian bawahnya dilapisi batu tempel setinggi 80 cm. Jendela pada kedua dinding pendopo dirancang khusus dengan ambang atas berbentuk busur setengah elips yang sebagian sudah tidak difungsikan dan ditutup dengan panel. Lantai pada ruangan aula berupa tegel PC berwarna. Ruang kelas, administrasi, dan bangunan penunjang yang lain juga beratap limasan yang lebih rendah dari atap bangunan utama. Langit-langit pada ruangan-ruangan ini berupa eternit polos dengan sistem peletakan yang menumpang diatas kuda-kuda kayu jati yang diekspos dan dipolitur. Pada ruang kelas utama terdapat skylight. Dindingnya merupakan dinding penyangga dengan jendela berpanel kayu dengan krepyak pada bagian atasnya. Lantainya berupa tegel berwarna abu-abu dengan dimensi 20/20. Selasar pada kompleks bangunan ini memiliki ukuran lebar 1,5 meter dengan tritisan cukup lebar yang disangga oleh konsol kayu. Tiang-tiang selasar berdiri di atas umpak di atas dinding rendah. Bangunan SMA dan Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang saat ini dalam keadaan yang kurang terawat.

Selain itu kompleks bangunan ini juga telah mengalami penambahan bangunan baru serta berbagai fasilitas lain di sisi barat laut, timur laut, dan barat daya. Fasad depan bangunan masih dipertahankan dan menyerupai bentuk fisik aslinya. Beberapa perubahan yang dilakukan pada ruang utama (pendopo) adalah:
a. Penggantian ubin pendopo dan selasar dengan keramik yang berukuran berbeda dari aslinya.
b. Penambahan panggung kecil pada sisi barat pendopo dan dilapisi keramik putih berukuran 30 x 30 cm.
c. Pelapisan dinding rendah selasar dengan keramik putih berukuran 30 x 30 cm.
d. Penutupan jendela dan pintu pada pendopo yang merusak keutuhan bagian tersebut.

Bagian atas dinding rendah selasar telah dilapisi keramik baru. Perubahan kondisi ubin bangunan juga terjadi dengan dihilangkannya plint. Selain itu lantai selasar juga diganti dengan keramik baru berwarna merah berukuran 20 x 20 cm. Perubahan-perubahan ini tidak sesuai dengan konsep desain Karsten.