Rumah Pengasingan dr. Tjipto Mangoenkoesoemo

  • Rumah Tahun 2014

  • Tahun 2013

  • Tahun 2013_2

  • Ruang Tamu

  • Teras Depan Rumah

NO REGNAS RNCB.20151105.02.000051
SK Penetapan

SK Menteri No210/M/2015

SK Menteri NoPM.31/PW.007/MKP/2008

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Bangunan
Kabupaten/Kota Kabupaten Maluku Tengah
Provinsi Maluku
Nama Pemilik Yayasan Warisan Budaya Banda
Nama Pengelola Yayasan Warisan Budaya Banda

Rumah Pengasingan dr. Tjipto Mangoenkoesoemo terletak di Jalan Pendidikan, Kelurahan Dwiwarna, Kecamatan Banda, Kota Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Bangunan satu lantai tersebut dibangun diatas lahan seluas 1.553 m2 dengan luas bangunannya 420 m2. Saat bermukim di Bandung, dr. Tjipto aktif menggelar diskusi serta melakukan gerakan bawah tanah dengan tokoh perjuangan lainnya. Di kediaman dr. Tjipto ini Bapak Proklamator Indonesia, Bung Karno, sering hadir dan terlibat diskusi seputar menuju Indonesia merdeka. Seperti halnya Bung Karno dan pahlawan kemerdekaan lainnya, ia pun mengalami nasib diasingkan. Jika Bung Karno dibuang ke Ende, maka dr. Tjipto dibuang ke Banda Neira pada tahun 1927. Di Banda Neira, dr. Tjipto mendekam dan terbuang sebagai tahanan selama tiga belas tahun. Dari Banda Naira ia kemudian dipindahkan ke Ujungpandang. Tak lama kemudian ia dipindahkan lagi ke Sukabumi, Jawa Barat. Namun karena penyakit asmanya semakin parah, ia kembali dipindahkan ke Jakarta. dr. Tjipto Mangoenkoesoemo wafat di Jakarta pada 8 Maret 1943 dan dimakamkan di Watu Ceper, Ambarawa.

Rumah Pengasingan Dr. Cipto Mangoenkoesoemo letaknya tidak terlalu jauh dari istana mini dan rumah pengasingan Mohammad Hatta. Bangunan rumah bergaya Indis yang merupakan perpaduan arsitektur kolonial Belanda dan tropis ini terdiri atas rumah induk, gudang, dapur, serta kamar mandi. Keberadaan rumah pengasingan ini merupakan pengingat perjuangan dr. Tjipto Mangoenkoesoemo dalam menghantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu kemerdekaan bangsa.

1. Rumah Utama
Atap rumah utama bertipe perisai tumpuk yang dibuat dari seng dengan kuda-kuda kayu. Bangunan ini memiliki plafond berupa papan kayu yang ditahan oleh balok kayu, dinding bangunan dibuat dari bata yang diplester dan dicat warna putih. Lantai bangunan berupa terakota berwarna merah tua dengan ukuran 30x30 cm yang terdapat di serambi dan badan rumah. Rumah utama memiliki pagar tembok yang terletak di serambi depan dan belakang. Selain pagar, serambi depan dan belakang juga memiliki tangga.

2. Paviliun Kanan (Paviliun Timur)
Atap paviliun dibuat dari seng dengan tipe atap perisai tumpuk dan kuda-kuda kayu. Bangunan ini tidak mempunyai plafond dan bagian belakangnya sudah hancur. Dinding bangunan berupa tembok bata berplester dicat putih.

3. Paviliun Kiri (Paviliun Barat)
Atap bangunan dibuat dari seng bertipe atap pelana, plafond berupa papan kayu yang ditahan balok kayu. Dinding bangunan separuh bata separuh kayu, sedangkan kolom di serambi depan berupa kolom kayu persegi yang dicat hijau.

Rumah Pengasingan dr. Tjipto Mangoenkoesoemo telah mengalami kerusakan sekitar 40 % hampir di semua bagiannya. Jika tidak segera ditindaklanjuti, dikhawatirkan kerusakan akan semakin parah dan membahayakan bangunan itu sendiri.