Benteng Belgica

  • Bagian Dalam Benteng Belgica Tahun 2013

  • Bagian Dalam Benteng Belgica Tahun 2008

  • Bagian dalam lapangan segi lima Benteng Belgica Tahun 2012

  • Ruang Penjagaan Tahun 2012

  • Meriam pada Tembok Benteng Tahun 2012

NO REGNAS RNCB.20151221.02.000100
SK Penetapan

SK Menteri No246/M/2015

SK Menteri NoPM.31/PW.007/MKP/2008

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Bangunan
Kabupaten/Kota Kabupaten Maluku Tengah
Provinsi Maluku
Nama Pemilik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Maluku
Nama Pengelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Maluku

Benteng Belgica berada di tengah Kota Banda dan berada 30 meter di atas permukaan laut. Benteng berada di Kecamatan Neira di Pulau Banda Neira yang dikelilingi oleh laut dalam. Benteng ini dibangun untuk mempertahankan serangan dari rakyat Banda yang menentang monopoli perdagangan pala dari VOC. Benteng Belgica berdenah segi lima. Bahan bangunan dari balok batu yang disusun teratur dan direkatkan serta diplester dengan lapisan kapur. Benteng ini terdiri dari dua bagian, yaitu Bangunan I dan Bangunan II. Bangunan I merupakan pelataran yang tebal dan kokoh. Panjang setiap sisi rata-rata 40 meter, tinggi dinding 5,40 meter. Pada setiap sudutnya terdapat bastion yang berjumlah 5, berukuran 16 x 15 meter. Jalan masuk menuju ruang dalam saat ini dihubungkan dengan tangga yang terbuat dari kayu. Di dalam bangunan I tidak terdapat ruangan. Di samping bastion bawah dibangun satu rumah jaga.

Bangunan II merupakan bangunan bagian dalam yang berdenah segi lima, pada setiap sudutnya terdapat menara pengamat bertangga setinggi 13,8 meter. Pada Bangunan II ini terdapat beberapa ruangan yang dipergunakan untuk tempat istirahat prajurit atau untuk menyimpan amunisi. Ruangan-ruangan tersebut langit-langitnya melengkung dan lantainya berdenah empat persegi panjang. Setiap ruangan dihubungkan oleh pintu menuju ke ruang terbuka di tengah (atrium). Ruangan-ruangan ini seluruhnya berjumlah 18 dengan ukuran yang bermacam-macam. Ukuran ruang terbesar 8,5 m x 3,5 m dan terkecil 6,5 x 3 m. Gerbang utama benteng berada di sisi selatan, menghadap ke laut terdapat satu pintu darurat dari besi atau valdeur. Pada benteng ini terdapat dua battery bertumpuk yang digunakan untuk lini pertahanan.Secara umum benteng terlihat bersih dan terawat dengan baik. Saat ini benteng masih berdiri kokoh dan menjadi salah satu destinasi pariwisata di Banda Neira.

Pada tahun 1512 Portugis datang ke Banda untuk membeli rempah-rempah. Mereka sempat mendirikan benteng yang terbuat dari kayu di lokasi yang kemudian menjadi Benteng Nassau. Pada awal abad XVII Inggris datang ke Banda di bawah pimpinan Kapten William Keeling dan menjalin hubungan dagang dengan masyarakat sekitar. Pada tahun 1605 dibuat perjanjian antara VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) dengan orang kaya di Banda yang isinya monopoli VOC terhadap komoditi rempah di Banda. Namun masyarakat Banda masih tetap menjual rempah kepada pihak lain. VOC memaksakan monopolinya di Pulau Banda, sehingga pada tahun 1609 mengutus pasukan untuk datang ke Banda di bawah pimpinan Laksmana Pieterszoon Verhoeven. Oleh karena masyarakat tetap menolak monopoli VOC maka didirikanlah benteng di bekas reruntuhan benteng yang pernah dibangun oleh Portugis (Benteng Nassau).

Pieterszoon Verhoeven beserta beberapa pasukannya tewas pada masa pembangunan Benteng Nassau. Hal itu membuat hubungan antara VOC dengan masyarakat Banda semakin memburuk. Pada tahun 1611 karena Benteng Nassau tidak menjamin keamanan, maka VOC membangun benteng kedua di Pulau Neira yang bernama Benteng Belgica I atas perintah Gubernur VOC saat itu Pieter Both. Kemudian dibangun lagi benteng tambahan bernama Benteng Neira di atas Benteng Belgica I. Di sekitar tahun 1660 kedua benteng dibongkar dan diganti dengan benteng baru yaitu Benteng Belgica II. Pada tahun 1667 Cornelis Speelman mengunjungi Banda dan memerintahkan seorang insinyur Adriaan de Leeuw untuk mendesain benteng yang baru (Benteng Belgica III). Konstruksi benteng ini selesai pada tahun 1673. Pada tahun 1795 Benteng Belgica dipugar oleh Francois van Boeckholz, Gubernur Banda terakhir. Sekitar tahun 1900 menara terbongkar. Pada tahun 1911 benteng kembali diperbaiki oleh Gubernur Jendral Graft van Limburg Stirum, tanpa memperbaiki menara. Pada tahun 1935 menara yang pernah dibongkar dibangun kembali. Pada tahun 1991 benteng kembali dipugar oleh Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala, Direktorat Jenderal Budaya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Departemen Pertahanan dan Keamanan.