Gereja Blenduk (Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat Immanuel)

  • Tampak Depan 2010

  • Tampak Timur 2010

  • Tampak Utara 2010

NO REGNAS RNCB.20151218.04.000057
SK Penetapan

SK Menteri No243/M/2015

SK Menteri NoPM.24/PW.007/MKP/2007

SK Walikota No646/50/1992

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Situs
Kabupaten/Kota Kota Semarang
Provinsi Jawa Tengah
Nama Pemilik Yayasan atau Badan Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat
Nama Pengelola Yayasan atau Badan Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat

Gereja Blenduk (GPIB Immanuel) di dalam kitab-kitab lama disebut juga Harvormde Kerk, Protestansche Kerk, dan Koopel Kerk. Gereja ini didirikan pada tahun 1742 M dengan pendeta pertamanya adalah Johannes Wilhelmus Swemmelaar (1753-1760 M). Gereja ini pada awalnya berbentuk rumah panggung jawa dengan atap yang sesuai dengan arsitektur Jawa. Hal ini dapat dilihat pada Peta Kota Semarang tahun 1756 yang menunjukkan konfigurasi massa yang berbeda dengan saat kini.
Pada tahun 1894-1895, gereja ini dibangun kembali oleh H.P.A. De Wilde dan W. Westmaas dengan bentuk yang sekarang ini. Pada waktu dilakukan pembaharuan, pendeta yang bertugas pada waktu itu adalah DR. W Van Lingen.
Dari segi arsitektur desain bangunan, Gereja Blenduk (GPIB Immanuel) bergaya Pseudo Barouque (gaya arsitektur Eropa dari abad 17-19).
Pada tahun 1981/1982 dilakukan Studi Kelayakan Gereja Blenduk (GPIB Immanuel) dalam Proyek Pemugaran Pemeliharaan Peninggalian Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah. Renovasi terakhir dilakukan pada tahun 2003.
Setiap renovasi diabadikan lewat tulisan di atas batu marmer yang terpasang di bawah alter gereja. Renovasi-renovasi tersebut sama sekali tidak merubah ciri khas bangunan yang mengadopsi gaya arsitektur Eropa klasik yang anggun dan aristokrat.