Kompleks Makam Raja Tallo

  • Salah Satu Makam di Kompleks Makam Raja Tallo.

  • Makam Berkubah di Kompleks Makam Raja Tallo.

  • Bagian Depan Makam Berkubah

  • Makam Sultan Alaudin, Salah Satu Raja Kerajaan Tallo

  • Kompleks Makam Raja Tallo.

NO REGNAS RNCB.19991004.04.000978
SK Penetapan

SK Menteri No267/M/2016

SK Menteri No240/M/1999

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Situs
Kabupaten/Kota Kota Makassar
Provinsi Sulawesi Selatan
Nama Pemilik Negara
Nama Pengelola BPCB Makassar

Komplek makam raja-raja Tallo berada di sudut sebelah timur laut dalam lingkup benteng Tallo. Namun, benteng Tallo itu saat ini hanya dapat ditemui sisa-sisanya saja pada sisi barat, utara dan selatan. Sedangkan, di dalam areal benteng, kecuali makam, telah dijadikan sebagai lahan hunian penduduk setempat. Berdasarkan tipologi jiratnya, makam Raja-raja Tallo yang berjumlah 78 makam, dapat dibagi menjadi tiga tipe, yaitu: tipe kubang, tipe papan batu, dan tipe kubah. Tipe kubang (susun-timbun), yakni tipe makam yang berbentuk susunan balok batu berbentuk persegi, sehingga hampir menyerupai bentuk susunan balok-balok candi di Jawa yang terdiri dari kaki, tubuh dan atap. Tipe makam yang dahulu disebut dengan istilah jirat semu ini merupakan tipe makam yang umum dijumpai di daerah Sulawesi Selatan, yang biasanya diperuntukkan bagi raja, pejabat, atau pembesar istana.

Tipe papan batu, yakni tipe makam yang dibuat seperti model bangunan kayu berbentuk empat persegi panjang, namun bahannya terbuat dari pasangan empat bilah papan batu. Tipe kubah, yakni bangunan yang beratap melengkung seperti kubah yang menaungi makam di dalamnya. Bangunan makam tipe kubah ini selain di Sulawesi Selatan, dapat dijumpai pula di daerah Timor dan Tidore. Sedangkan, ragam hias pada ketiga tipe makam tersebut cukup bervariasi, yang diantaranya adalah: medalion, tumpal, panel persegi berisi ukiran dengan pola geometris, tumbuhah/daun/kelopak bunga/suluran yang distilir, pemasangan cawan atau piring keramik pada panel hias atau pada dinding-dinding cungkup makam, dan kaligrafi. Kompleks makam ini adalah tempat Raja-raja Tallo dimakamkan mulai Abad XVII sampai dengan abad XIX. Pada kompleks ini terdapat 78 makam yang sebagian besar terbuat dari susunan batu andesit dan sebagian lainnya menggunakan bahan bata. Tiga makam di antaranya berbentuk kubah yang menjadi keunikan tersendiri. Bentuk bangunan makam-makam kuno pada kompleks makam ini mirip konstruksi candi. Makam disusun dengan tumpukan batu berukuran persegi hingga enam lapis, kijingnya bertingkat dengan badan berlekuk seperti lubang pada batu dakon.

Kerajaan Tallo adalah salah satu kerajaan yang terdapat di wilayah Sulawesi Selatan yang merupakan hasil dari pembagian kekuasaan Kerajaan Gowa yang dilakukan oleh Raja Gowa ke VI Tunatangka Lopi (1445-1460). Pembagian ini menghasilkan dua kerajaan yang dikuasai masing-masing oleh putera raja, yaitu Batara Gowa Tuniawanga Ri Paralekkanna sebagai Raja Gowa ke VII (1460) dan Kerajaan Tallo dikuasai oleh Karaeng Loe Ri Seri sebagai raja pertama. Keberadaan Kerajaan Tallo tidak terlepas dari keberadaan Kerajaan Gowa, ini merupakan keunikan. Kerajaan ini memiliki kemampuan dalam menyusun berbagai sistem pemerintahan, termasuk strategi militer. Makam dari raja-raja Tallo tersebut kini lebih dikenal dengan Kompleks Makam Raja-raja Tallo. Dua kerajaan ini kembali bersatu melalui persekutuan pada tahun 1528 dan menghasilkan Kerajaan Makassar yang pernah dipimpin oleh salah satu raja yang termahsyur, Sultan Hasanuddin. Pada tahun 1974/1975 dan 1981/1982 kompleks makam raja-raja Tallo dipugar oleh pemerintah melalui Ditjen Kebudayaan, Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Bangunan makam yang dipugar hingga mendekati bentuk aslinya ini sekarang tampak asri, tertata apik dengan pepohonan yang rindang, dan dapat dijadikan sebagai suatu obyek wisata budaya. Situs Cagar Budaya Kompleks Makam Raja-raja Tallo dalam kondisi relatif baik dan terawat.