Candi Kidal

  • Candi Kidal Tampak Barat Laut

  • Candi Kidal pada tahun 1916

  • Candi Kidal dilihat dari Barat Daya

  • Relief Cerita Garudeya saat Menyelamatkan Ibunya dari Perbudakan

  • Relief Garudeya dan Patung Menyerupai Singa pada Bagian Kaki Candi

  • Candi Kidal Tampak Depan (barat)

  • Candi Kidal Tampak Utara

  • Candi Kidal Tampak Selatan

NO REGNAS RNCB.19980721.04.000435
SK Penetapan

SK Menteri No177/M/1998

SK Menteri No205/M/2016

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Bangunan
Kabupaten/Kota Kabupaten Malang
Provinsi Jawa Timur
Nama Pemilik Negara
Nama Pengelola Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur.

Bangunan Cagar Budaya Candi Kidal berdenah bujur sangkar, dengan sisi-sisi berukuran 8,36 meter, memiliki penampil dan tangga masuk di bagian barat. Luas keseluruhan lahan 2.084 m² dan luas bangunan 72,33 m². Bentuk bangunan terlihat ramping sebagaimana lazimnya candi gaya Jawa Timuran, kaki candinya besar dan agak tinggi, tubuh candinya dibangun agak menggeser ke belakang, bagian atas tubuh candi berbentuk seperti piramida dan puncaknya seperti kubus. Bangunan terbuat dari batu andesit, sedangkan bagian inti pondasi, batur, dan kaki terbuat dari bata. Di setiap sudut kaki dan sudut penampil masing-masing dihiasi dengan sebuah arca singa. Di bagian tengah (sumbu) ketiga sisi candi, yaitu sisi utara, timur, dan sisi selatan masing-masing dihiasi dengan relief garuda. Candi Kidal terdiri dari tiga bagian yaitu, kaki candi, badan candi, dan atap candi.

Sebuah arca Siwa yang berada di Royal Tropical Institute Amsterdam diduga berasal dari Candi Kidal. Pada arca tersebut tampak ciri-ciri khas kesenian Singhasari: arcanya diapit dua tangkai teratai keluar dari umbinya; cara menghiasnya mewah tetapi tidak berlebihan. Temuan arca lain yang berasal dari candi ini adalah candi arca Nandiswara dan Mahakala, yang biasa ditempatkan di relung-relung kanan dan kiri pintu masuk candi. Arca lainnya adalah sebuah arca duduk yang diperkirakan dari pantheon agama Buddha dan sebuah arca lainnya yang diduga raca Manjusri. Selain itu terdapat juga temuan arca tanpa kepala dengan ciri-ciri atribut Dewa Wisnu. Penelitian Brumund menunjukkan bahwa masih terdapat bekas-bekas bangunan berdenah empat persegi panjang dengan sisa-sisa dua tangga masuk pada sisi timur ujung utara dan selatan. Pada tahun 1901 Brandes masih melihat adanya sisa-sisa bangunan yang terbuat dari batu merah di halaman ini. Bekas-bekas bangunan tersebut dapat diperkirakan bahwa Candi Kidal yang masih ada sekarang ini merupakan induk dari suatu kompleks percandian yang awalnya terdiri dari dua halaman, hal ini didukung dengan adanya temuan bekas candi perwara dan pemandian.

Ciri khas Candi Kidal terletak pada adanya relief cerita Garudeya berbentuk fragmen yang dipahatkan pada kaki candi. Cara membacanya dengan berjalan berlawanan arah jarum jam, dimulai dari sisi sebelah selatan. Relief pertama menggambarkan Garuda menggendong 3 ekor ular besar, relief kedua melukiskan Garuda dengan kendi di atas kepalanya, dan relief ketiga Garuda menyangga seorang perempuan (ibunya yang bernama Winata). Bangunan Cagar Budaya Candi Kidal berasal dari masa kerajaan Singhasari, abad XIII. Pararaton menjelaskan “Lina Sang Anusapati Çaka 1171 Dhinarma sira ring Kidal”. Dari data tersebut disimpulkan bahwa candi ini merupakan tempat pendharmaan Raja Anusapati, raja kedua Singhasari, putra tiri Ken Arok dan Putra Ken Dedes. Pembangunan Candi Kidal diperkirakan selesai sekitar tahun 1260 M. Tujuan pembangunan candi ini adalah untuk mendarmakan Raja Anusapati, agar sang raja dapat mendapat kemuliaan sebagai Syiwa Mahadewa.

Candi Kidal ditemukan oleh Thomas Stamford Raffles pada tahun 1817. Pada tahun 1867 pemerintah Hindia Belanda melakukan pembersihan candi dari pepohonan. Pembersihan kembali dilakukan pada tahun 1883. Selain itu, saat itu juga dilakukan konservasi candi terutama bagian hiasan-hiasannya. Pada tahun 1925, pemerintah Hindia Belanda menugaskan De Haan untuk memperbaiki Candi Kidal. Bagian yang diperbaiki adalah kaki candi pada bagian sudut serta sisi timur bagian tengah. Pemugaran kembali dilakukan pada tahun 1987/1988 dan tahun 1989-1990 oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timur Pemugaran ini dilakukan pada seluruh bagian candi dari atap sampai pondasi. Kondisi saat ini Bangunan Cagar Budaya Candi Kidal dalam kondisi baik dan terawat.