Rumah Pengasingan Sutan Sjahrir

  • Rumah Pengasingan 2013

  • Rumah Pengasingan 2013_2

  • Rumah Pengasingan 2014

  • Ruang Kerja

  • Gramofon Kuno milik Sutan Sjahrir

NO REGNAS RNCB.20151105.02.000053
SK Penetapan

SK Menteri No210/M/2015

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Bangunan
Kabupaten/Kota Kabupaten Maluku Tengah
Provinsi Maluku
Nama Pemilik Yayasan Warisan Budaya Banda
Nama Pengelola Yayasan Warisan Budaya Banda

Rumah Pengasingan Sutan Sjahrir terletak di Jalan Gereja Tua, Kelurahan Nusantara, Kecamatan Banda, Kota Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Bangunan satu lantai ini dibangun diatas lahan seluas 395 m2 dengan luas total bangunan yaitu 314 m2. Sutan Sjahrir dan Mohammad Hatta pada tahun 1934 diasingkan ke Boven Digul selama satu tahun. Setelah menjalani masa pengasingan di Boven Digul, keduanya kemudian dipindahkan ke Banda Neira. Di Banda Neira, Sjahrir dan Mohammad Hatta bergabung dengan Iwa Koesoemasoematri dan dr. Cipto Mangunkusumo yang sudah lebih dulu diasingkan ke tempat tersebut. Saat pertama tiba di Banda Neira, Sjahrir dan Hatta ditempatkan di rumah pengasingan Iwa Koesoemasoematri dan dr. Cipto Mangunkusumo. Setelah beberapa hari, keduanya kemudian dipindahkan ke satu rumah sendiri yang merupakan rumah sewaaan milik De Vries, orang kaya Belanda pemilik perkebunan yang tinggal di Batavia.

Informasi mengenai rumah milik De Vries ini tidak terlalu banyak ditemukan. Meski demikian, dapat dipastikan bahwa rumah ini merupakan salah satu rumah tua yang ada di Banda Neira. Mereka berdua tinggal dalam satu rumah untuk beberapa waktu, kemudian Hatta dipindahkan ke rumah lain oleh pemerintah Hindia Belanda. Kedua tokoh perjuangan Indonesia ini diasingkan ke Banda Neira selama enam tahun, tepatnya dari tahun 1936 hingga 1942. Mereka berdua keluar dari Banda Neira sesaat sebelum pasukan Jepang menyerang daerah tersebut pada tanggal 1 Februari 1942. Benda-benda koleksi milik Sutan Sjahrir yang kini dipajang di rumah ini dikumpulkan selama bertahun-tahun karena sebagian berada di Belanda. Rumah Pengasingan Sutan Sjahrir bergaya Indis yang merupakan perpaduan antara arsitektur kolonial dan tropis. Ruang utamanya yang luas diapit kamar tidur serta ruang kerja. Ada sebuah gramofon kuno lengkap dengan piringan hitam berlabel “Daphnis dan Chloe Suite Symphonique” yang diproduksi oleh Columbia di dalam ruangan itu. Di ruang kerja, tersimpan mesin ketik antik Underwood dan di dalam ruangan yang pernah dipakai oleh Sutan Sjahrir sebagai ruang tidur terdapat lemari kayu berisi sejumlah buku catatan, alat tulis, pakaian, serta surat pengangkatan Sutan Sjahrir sebagai Perdana Menteri oleh Presiden Soekarno. Secara umum bangunan pengasingan ini terdiri atas 2 bangunan, yaitu:

1. Rumah Utama
Rumah utama berdenah persegi panjang dengan atap tipe perisai mansard yang dibuat dari genteng beton dan ditopang oleh kuda-kuda kayu. Plafon pada rumah utama dibuat dari papan kayu yang ditopang balok kayu dan pada teritisan serambi menggunakan anyaman bambu. Dinding rumah berupa tembok bata yang diplester pada bagian luarnya. Di bagian serambi depan dan belakang rumah utama terdapat tiang (column) dengan 2 tipe, yaitu tipe column doric berbahan bata yang diplester dan tipe persegi polos berbahan kayu dengan arch di antara kolom. Lantai rumah utama ditutup ubin terakota kecuali pada bagian serambi belakang yang ditutup oleh keramik. Ubin terakota pada lantai rumah utama berbentuk persegi berukuran 40 x 40 cm, sedangkan keramik pada lantai serambi berbentuk persegi berukuran 40 x 40 cm.

2. Paviliun Belakang/Paviliun Barat
Bangunan paviliun memiliki atap tipe miring, dibuat dari seng dengan kuda-kuda kayu, dan memiliki plafon berbahan kayu triplek berbentuk persegi polos yang menaungi seluruh bagian ruangan. Dinding bangunan paviliun berupa tembok berbahan bata dan semen yang diplester. Dinding ruangan ditutup keramik berwarna cokelat di beberapa bagian. Lantai ruangan paviliun ditutup ubin keramik berbentuk poligon, heksagon, persegi, dan polos.

Rumah Pengasingan Sutan Sjahrir saat ini dalam kondisi relatif baik dan terawat. Di beberapa bagian bangunan sudah mengalami perubahan dan perbaikan. Beberapa bagian yang telah mengalami perubahan yaitu: atap bangunan rumah utama yang kini berbahan genteng beton, plafon rumah utama yang terletak pada seluruh teritisan ruangan, tiang/column yang terletak pada serambi belakang rumah utama, sebagian lantai rumah utama sudah diganti dengan ubin keramik baru, atap bangunan paviliun belakang/paviliun barat, dan sebagian dinding bangunan paviliun belakang/paviliun barat.