Prasasti Kebon Kopi I (Prasasti Tapak Gajah)

  • Prasasti Kebon Kopi I (Prasasti Tapak Gajah)

NO REGNAS RNCB.20151009.01.000042
SK Penetapan

SK Menteri No185/M/2015

SK Menteri No139/M/1998

Peringkat Cagar Budaya Nasional
Kategori Cagar Budaya Benda
Kabupaten/Kota Kota Bogor
Provinsi Jawa Barat
Nama Pemilik Negara
Nama Pengelola Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang

Prasasti ini ditemukan di Kampung Muara sejak awal abad XIX ketika diadakan penebangan hutan untuk pembukaan perkebunan kopi. Pemberitaan mengenai prasasti pertama kali dikemukakan oleh N.W. Hoepermans dalam laporannya yang ditulis pada tahun 1864. Kemudian disusul oleh beberapa uraian lain dari J.F.G Brumund (1868), A.B. Cohen Stuart (1875), P.J Veth (1878, 1896), H. Kern (1884, 1885, 1910), R.D.M. Verbeek (1891), J.Ph. Vogel (1925), dan lainnya. Prasasti Kebon Kopi dituliskan pada sebongkah batu andesit pada salah satu bidang permukaannya yang rata, beraksara Pallawa, berbahasa Sansekerta, berbentuk sloka dengan metrum anustubh, dan diapit oleh sepasang gambar telapak kaki gajah. Huruf yang dipergunakan pada prasasti ini lebih kecil jika dibandingkan dengan yang ada pada Prasasti Ciaruteun. Pemahatannyapun tidak terlalu dalam.

Alih aksara:
-- -- jayavisalasya tarume(ndra)sya ha(st)ina? -- -- (°aira) vatabhasya vibhatidam=padadvaya? ||

Alih bahasa:
“Di sini tampak sepasang tapak kaki ... yang seperti (tapak kaki) Airawata, gajah penguasa Taruma (yang) agung dalam ... dan (?) kejayaan”.

Tulisan pada prasasti ini sudah sangat aus dan tidak terbaca. Hal ini dikarenakan memang pahatannya yang tidak terlalu dalam. Prasasti Kebon Kopi masih berada di lokasi yang sama sejak pertama kali ditemukan dan dinaungi oleh bangunan cungkup. Lokasi prasasti yaitu di Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.