Rumah Sakit Darmo

  • Rumah Sakit Darmo

  • Tampak depan Rumah Sakit Darmo

  • Sebuah prasasti di halaman depan Rumah Sakit Darmo

  • Lorong masuk utama Rumah Sakit Darmo dengan logo dan tulisan “Salus Aegroti Suprema Lex Est” di atas

  • Paviliun di bagian depan Rumah Sakit Darmo yang berada di sebelah kiri dan kanan bangunan

  • Taman yang luas dan terawat rapi di kompleks Rumah Sakit Darmo

NO REGNAS RNCB.20070326.02.000652
SK Penetapan

SK Menteri NoPM.23/PW.007/MKP/2007

SK Walikota No188.45/251/402.1.04/1996

Peringkat Cagar Budaya
Kategori Cagar Budaya Bangunan
Kabupaten/Kota Kota Surabaya
Provinsi Jawa Timur
Nama Pemilik Rumah Sakit Darmo
Nama Pengelola Pemerintah

Sekelompok orang Belanda berjiwa sosial ingin membantu meningkatkan pelayanan kesehatan penduduk Jawa Timur khususnya Surabaya mendirikan perkumpulan Surabayasche Ziekan Verplagging (SZV) dipimpin oleh H. J. Offerhaus, seorang dokter Belanda, 9 Juni 1897. Tahun 1899 didirikan klinik di Ngemplak dipimpin oleh Z.R. Bonnekamp berkapasitas 78 tempat tidur. Tahun 1921 SZV mendirikan rumah sakit di kawasan Darmo oleh Hempenius, ketua SZV. Perang Pasifik rumah sakit tak luput dari pendudukan Jepang sebagian peralatan rumah sakit hilang, tetapi suster Belanda sempat menyelamatkan sebagian peralatan dan membuka klinik di Jalan Jawa. Berakhirnya masa pendudukan Jepang secara de facto sekutu menguasai Kota Surabaya rumah sakit ini dikembalikan kepada SZV. Untuk merenovasi rumah sakit, beberapa pemimpin perusahaan dagang besar Belanda mendirikan yayasan Sticting Medisch Contact Oos Java (SMC). Akibat sengketa Irian putus hubungan diplomatik Belanda-Indonesia, tahun 1959 sejumlah perusahaan Belanda diambil alih Indonesia.