Kubur Tanggungbaya

  • cungkup makam tanggungboyo

  • Jirat kubur tanggungboyo

  • sumur di sisi timur cungkup makam tanggungboyo

NO REGNAS RNCB.20200812.04.001913
SK Penetapan

SK Bupati No028/399/HK/437.12/2020

Peringkat Cagar Budaya Kabupaten
Kategori Cagar Budaya Situs
Kabupaten/Kota Kabupaten Gresik
Provinsi Jawa Timur
Nama Pemilik Pemerintah Kabupaten Gresik
Nama Pengelola Pemerintah Kabupaten Gresik

Pada tahun 1486 muncul tokoh dari Wali Songo yaitu Sunan Giri yang makamnya berada di bukit Giri. Selanjutnya di sekitar Giri ada kompleks makam Tanggungbaya. Tokoh utama yang dimakamkan di sini adalah Tanggungbaya. Latar belakang sejarah Tanggungbaya belum banyak diteliti oleh para sarjana. Dari cerita masyarakat yang didukung sumber literatur dalam buku Kerajaan Kerajaan Islam di Jawa karya H.J. De Graff, bahwa Tanggungbaya sebenarnya adalah Adipati Singasanga yaitu Adipati dari kerajaan Majapahit, yang diutus untuk menyerang Giri. Namun setelah bertemu Sunan Giri beliau tunduk, mualaf dan berbalik memihak kepada Sunan Giri. Dia dipercaya sebagai adipati pengamanan di wilayah Giri dan diberi gelar Tanggungbaya.
Menurut data tertulis menyebutkan bahwa setelah Kerajaan Giri semakin mapan, keberadaannya tidak disukai oleh penguasa Majapahit. Raja Hindu tersebut kemudian mengutus empat orang prajurit untuk membunuh penguasa Giri. Para prajurit tersebut bernama Jaka Fatih, Jaka Bela, Talang Bahaya dan Talang Pati. Namun usaha tersebut gagal, sehingga keempatnya kemudian memeluk agama Islam dan belajar ilmu agama di Giri. Dalam sebuah peristiwa penyerangan besar-besaran yang dilakukan oleh Majapahit, keempat mantan prajurit Majapahit tersebut juga ikut menahan berjuang melawan musuh (Ahmad Muhdlor, 1973:132-134). Nama Talang Bahaya kemudian lebih dikenal oleh masyarakat lokal sebagai nama Tanggungbaya yang bermakna sama dengan Talang Bahaya, yakni menahan bahaya.